gm-cvt-play-main-art

Continuous Variable Transmission, Jenis transmisi yang unik dan sangat populer belakangan. Transmisi otomatis yang tidak pakai gear tapi pakai pulley beda ukuran untuk mengatur “rasio”. CVT adalah transmisi yang sangat fleksibel yang memberikan keberlanjutan, dan rasio yang sangat variabel, tidak seperti transmisi roda gigi biasa yang memiliki rasio “fix” untuk tiap level kecepatan, mirip mirip lah dengan gigi di sepeda. Karena rasionya sangat variabel ini, CVT jadi sangat halus karena cuma perlu mengubah rasio saja, tidak ada delay dan hilang momen yang biasa terjadi ketika shifting di transmisi konvensional.

continously-variable-transmissions-nissan-xtronic-cvt-03

Cara kerja CVT, secara sederhana.

Tetapi banyak orang mengeluh tentang CVT. Karena rentang rasio yang lebar terkadang response nya jadi lambat / lemot, dan mobilnya “rasanya” pelan. CVT juga dituduh tidak “fun to drive” karena ketika sudah sampai peak RPM ia hanya akan terus memberikan suara bising yang tidak enak tanpa perpindahan gigi. Inilah kenapa beberapa pabrikan memberikan opsi manual-mode untuk “simulasi” pindah gigi. Walaupun kenyataannya ya enggak berasa pindah gigi juga karena terlalu “halus”, cuma main nahan rasio pulley. CVT paling simpel ditemukan di motor matik / skutik.

honda_vario_l_1

Skutik seperti Vario, Mio, BeAT di Indonesia pakai CVT untuk jenis matiknya. Vespa baru juga CVT.

Tapi berbeda dengan CVT di motor, di mobil modern CVT menggunakan torque converter dan mempunyai lock-up clutch. Motor tidak ada.

Saya tidak bermasalah dengan orang yang komplain tentang CVT, karena itu hanya pendapat pribadi. Saya juga mengakui transmisi roda gigi masih lebih “fun”. Tetapi yang saya sangat tidak suka adalah beberapa media lokal yang seakan melabeli CVT sebagai transmisi yang “buruk” dan menggiring opini publik bahwa CVT itu jelek. Sebagai orang dengan gelar Sarjana Teknik, saya cukup terganggu dengan media yang misleading. Media otomotif harus bisa memberikan ulasan objektif dan bicara tentang fakta, bukan opini pribadi saja.

Inilah 5 alasan kenapa saya berpendapa CVT itu bagus dan jangan coba remehkan.

1. It’s Fast.

Gak percaya? Mungkin video ini bisa membantu.

Karena kemampuan untuk menahan rev, CVT dilarang di F1. Dianggap transmisi curang. Ada media yang sempat bilang CVT gak pernah diaplikasikan di mobil balap, well, your argument is invalid.

Oke, akan ada yang membantah ini CVT sports car, pasti beda dengan CVT di mobil jalan raya. Ah sama saja, di mobil jalan raya CVT juga kenceng kok. Subaru Legacy GT Facelift memangkas sekitar 1 detik akselerasi 0-100 nya hanya dengan ganti transmisi dari 5-AT ke CVT. Nissan X-Trail T31 2.500cc CVT bahkan lebih kencang 1 detik dari T30 2.500cc 4-speed yang faktanya justru memiliki horsepower lebih besar di mesin yang sama

Dan kabar buruk untuk kalangan “oh-i-hate-cvt-so-much-i-could-die”, sebuah hatchback sport pun pakai CVT. Dan mobil ini sangat-sangat jauh dari kata pelan. Sudah saya buktikan sendiri.

ec28e4d6ddb50597d9f8e6208a6a8851

Jadi buat para hater, mending waspada kalau ada mobil bertransmisi CVT lewat deh.

2. Less Gear Hunting

typical-automatic-transmssion

Hal paling saya tidak suka dari Matik konvensional adalah gear hunting. Apalagi jika TCU nya kebingungan milih gear saat heavy load maupun light load. Hal yang umum terjadi di mobil “biasa”, seperti Toyota Fortuner VRZ yang pernah saya kemudikan, transmisinya bingung memilih gigi yang tepat di perkotaan. Akibatnya mobil jadi terasa kasar dan kurang smooth penyaluran tenaganya, padahal mobil ini sebetulnya punya torsi yang cukup besar. Untungnya karena torsinya besar jadi hilang momen nya nggak separah mobil bensin. Bahkan di mobil sekelas BMW pun transmisinya masih agak kebingungan, apalagi BMW menggunakan 8 percepatan.

Di mobil ber-CVT, hal ini tidak terjadi. Orang tua saya memiliki sebuah Honda HR-V 1.8 Prestige 2015. Transmisi CVT. Dan mobil harian saya sebuah Honda Civic 1.8 2012, dengan transmisi matik 5-Speed biasa dan mesin serupa R18Z1 Eco-VTEC. Untuk berakselerasi memang Honda Civic jauh lebih menyenangkan karena terasa G-Force nya dan sentakan transmisinya. Tapi begitu dihadapkan pada tanjakan dan heavy-load, karena rasio yang cenderung untuk jalan datar, 5-AT di Civic jadi bingung memilih gear. Sedangkan HR-V cukup santai di tanjakan, injak gas sedikit saja sudah naik karena CVTnya bisa fleksibel menggunakan rasio yang tepat. CVT Honda juga termasuk salah satu yang terbaik yang pernah saya kemudikan.

3. Cocok dengan mesin Turbo!

57060076569e0-banner-dalem-atas

Ketika Honda Civic Turbo keluar, banyak yang bilang mobil kenceng berturbo kok dikasih CVT? Kan jadi boring, kan jadi enggak fun to drive. Tolong camkan baik baik : Honda Civic “normal” memang diciptakan sebagai econobox, bukan performance car. Dari zaman Estilo pun begitu, mesin yang dipakai dan masuk ke Indonesia adalah mesin “eco”. Fun to drive hanya bonus dari semua sistem yang ada.

Dengan kerangka berpikir economy, CVT adalah opsi terbaik untuk menyalurkan tenaga di mesin berkeong. Turbo selalu suffer di turbo lag dan butuh RPM tertentu supaya dapat optimal karena sistem kerjanya mengandalkan gas buang. CVT bisa menahan rev. Jadi turbo lag pasti cuma berasa di akselerasi awal aja, begitu udah “turbo kickin” ya kenceng aja. CVTnya bisa nahan di range RPM turbo nya bekerja. How is that not a brilliant idea? Mobil akselerasinya kenceng tapi halus, tidak harus suffer dengan jerk atau loss ketika shifting di RPM yang salah.

12531027_1669277099989679_509745466_n

Honda’s Newly Developed 1.5 Liter L15B7 Engine on Honda Civic.

Bukan cara yang paling fun untuk menikmati mobil yang jelas, tapi paling efisien jelas. Toh namanya mobil economy. Kalo Honda denger paling mereka bales “kalo mau yang fun to drive lu nabung dulu deh, beli tuh Type-R, selama blom ada tabungan beli yang ekonomis dulu”.

Makanya kalau punya mobil ber-CVT, diturboin aja cara paling enak buat nambah tenaga. Tapi inget, boostnya jangan terlalu besar karena CVT punya limitations. Sama seperti matik konvensional juga ada batas maksimal torque berapa dia bisa tahan.

4. Perawatan Mudah

honda-fluid

Perawatan CVT ribet? Rawat CVT dan AT tuh gampang, tinggal perhatiin level oli matik aja. Gak ada ritual ganti kampas kopling. Pakai oli sesuai, CVT ya pakai CVTF, AT ya ATF. Jangan dibalik biar nggak terjadi masalah, formulanya beda. Ganti oli matik setiap 10.000 sampai 20.000 kilometer supaya awet dan gak cepet overhaul.

5. It’s a Complete Package of Lightweight, Good Performance, and Fuel Efficiency

gas-meter

Kepengen irit tapi kenceng? Beli mobil bertransmisi CVT. CVT lebih hemat 10 sampai 20% dari matik konvensional 4-speed, terutama di jalan tol. CVT biasa coasting di rev yang rendah, dibawah 2000 RPM. Dan ketika butuh akselerasi tinggal injak gasnya, rasionya akan adjust. Mobilnya memang nggak berasa kenceng, tapi aslinya sih udah tau – tau lari 140 aja. Halus, kenceng pulak.

Bobot? CVT itu transmisi ringan karena komponennya dikit. Sebagai contoh Outlander Sport Manual dan Matik bedanya cuma 20 kilogram. Cuma seberat anak balita. Gak berasa. Sudah ringan, irit, kenceng. Uang sisa bisa buat traktir pasangan nonton atau dinner di restoran mahal.

Memang tidak semua CVT bagus, ada juga yang lock-up nya lambat jadi berasa lemot banget mobilnya. Tapi bahkan berdasarkan pengalaman saya sejelek – jeleknya CVT tetep penyaluran tenaganya lebih efisien dibanding transmisi Matik konvensional. Cuma CVT yang bisa nahan rev supaya stay di powerband.

Di Jepang pun tentu annoying kalau harus ngikutin speed regulation tapi transmisi otomatik nya hunting gear terus. Makanya kebanyakan mobil yang pake CVT mobil Jepang. Karena sesuai kondisi trafficnya.

Alasan orang membenci CVT adalah karena mereka menggunakan kerangka berpikir yang salah dalam menilai CVT. Menggunakan feeling daripada alat ukur. Sebelum salah menilai CVT, pelajari cara kerjanya, gunakan alat ukur supaya valid, cobalah beberapa launch, cobalah berpikir dari kacamata engineer mobil tersebut. Kita nggak lebih pinter dari mereka, mereka susah – susah belajar teknik sampai gelar Master dan Doktoral, ngitungnya jauh lebih kompleks dibanding kita yang matematika SMA aja masih mikir. Jangan berlagak lebih tau dibanding para engineer.

Disclaimer : Gambar – gambar di post ini bukan milik saya. Hanya ambil di Google saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *