Singkatnya pada awal tahun ini keluarga kami ingin memensiunkan sebuah Kijang Kapsul Diesel 2001 yang sudah mulai banyak masalah (bahkan terakhir kena sistem pendinginan hingga blok melenting).

Pada awalnya sempat galau pilihan antara Grand New Kijang Innova atau All New Kijang Innova, yang selisihnya tidak terlalu jauh karena diskon. Sebetulnya kegalauan ini tidak lain diakibatkan karena kasus transmisi dan turbo di All New Kijang Innova yang sedang marak.

Pada akhirnya yang terpilih adalah Grand New Kijang Innova berakte lahir 2013 dengan odometer : 1184 Km! Ya, saya nggak kurang nulis angka nol. Mobil ini memang angka odometernya 1184, dan itu asli bukan hasil puteran. Kondisi mobil jelas masih sangat mint dan bagus luar dalam, orisinil semua, walaupun harga yang kami dapat agak tinggi untuk Kijang Innova tahun segini dan bukan tipe tertinggi (V).

img-20170111-wa0016

Kijang Innova generasi awal merupakan mobil yang sangat-sangat dikenal – bahkan oleh banyak user sampai disembah layaknya dewa oleh beberapa usernya karena terkenal indestructible, reliabel, dan mudah ditune. Sampai pernah di sebuah forum orang nanya MINI Cooper dijawab Kijang Innova Diesel oprekan.

Ini dikarenakan spek awal Kijang Innova Diesel lama dengan kode mesin 2KD yang dari pabrikan memang diset underspec untuk menyesuaikan dengan kualitas solar di Indonesia. Sehingga dengan ulikan piggyback saja mobil ini bisa meng-extract 80% hingga 100% dari tenaga standarnya sampai dibanding – bandingkan dengan mesin bensin yang kalau diberi piggyback hanya naik 10% saja. Perbandingan yang sungguh…. Tidak relevan. Turbo vs N/A, kapasitas lebih besar, underspec pula. Well, tentu di review kali ini saya tidak akan bicara soal oprek-mengoprek Kijang Innova, walaupun memang Innova Diesel yang baru kami dapatkan ini juga sudah dioprek ringan.

imv-7

IMV – Generasi Pertama

Kijang Innova merupakan buah dari proyek IMV (Innovative Multi-purpose Vehicle) yang berbasis dari sasis Toyota Hilux lalu dibuat 2 model MPV dan SUV : Innova dan Fortuner. Mobil ini practically tidak punya saingan di Indonesia. Mazda Biante/Nissan Serena bukan saingan dari Innova karena layout dan peruntukan yang beda. Lawan sebandingnya adalah Isuzu Panther – yang teknologi dan interiornya abadi alias enggak berubah dari 10 abad yang lalu, dan Mitsubishi Kuda – yang sudah dipensiunkan dini.

Exterior

1

Enam Generasi Toyota Kijang

Kijang, si mobil keluarga tangguh dan tiada duanya, selama empat dekade lahir dengan tampang seadanya, mengutamakan praktikalitas kabin dan ketangguhan. Tapi mulai keluarnya generasi Innova (2004) membuat Kijang mulai pandai bersolek dan tentunya makin mahal. Bagi saya, generasi Innova generasi awal (2004-2015) merupakan model yang lebih elegant dibanding pendahulunya, dan terlihat lebih rapi juga dibanding Innova generasi kedua (All New Kijang Innova).

Yang mendarat di garasi keluarga kami adalah Kijang Innova facelift ke…. 3, lanjutan dari generasi Grand New Kijang Innova awal (GNKI) yang mendapatkan revisi model lampu ke Alphard-Alphard an dan grill yang menurut saya lebih elegant. Di versi ini mendapat grill yang ke-Landcruiser Landcruiser-an dengan model seperti tameng dan garis-garis tegas. Elegant enggak, macho juga enggak. Bagian belakangnya juga dikasih banyak ornamen (yang later diikuti oleh Suzuki Ertiga Facelift).

32348632750_a096e513b4_c

31885431514_3051c84af7_c

Makanya banyak yang de-facelift GNKI model ini ke model sebelumnya yang jauh lebih elegant.

grandnewinnova

GNKI versi sebelumnya, terlihat lebih elegant apalagi di versi dress-up ini.

Mungkin dengan grill besar harapannya supaya lebih memberi ruang kepada para tuner untuk instalasi intercooler supaya enggak perlu bongkar bemper? Ya mungkin saja.

31914820483_09724bd29d_c

Yeah, fits well…

Fakta unik :

Mungkin banyak dari kalian yang berpikir Innova ini mobil tinggi, punya kapabilitas setara SUV atau lebih. In fact, no, Ground Clearance Innova ini bahkan lebih pendek dari adiknya, Toyota Avanza yang 200 mm. Innova hanya 155 mm alias setara dengan Honda Odyssey RB. Tidak terlihat ceper karena mobil ini ladder frame.

Interior

Semua bagian di interior Kijang Innova lawas ini sangat mengutamakan praktikalitas. Di versi G ini terutama, sangat minim ornamen kemewahan. Speedo optitron? Nope. Wood panel? Nope. Bahkan Airbag dan ABS saja tidak ada di tipe G ini. Seperti membeli Kijang Kapsul yang di facelift saja. Sayangnya harganya jauh lebih mahal dari Kijang Kapsul.

32605235331_20133b2efb_k

Sudah jalan sekitar 300km dari awal dapet… 

 

32348640590_a9900dffce_k

Posisi nyetir mobil ini, well, tinggi. Dan joknya sangat tidak supportive. Pernah saya mengemudikan milik seorang rekan dari Trawas-Surabaya rasanya badan capek semua karena nggak supportive, naik Mobilio yang joknya tipis pun nggak se capek ini.

Dan saya sayup-sayup menemukan bunyi – bunyian / rattling kecil di beberapa bagian di interior mobil ini.

Tentang keluasan dan kepraktisan kabin, semua orang tentu sudah tau seberapa baik Kijang generasi manapun sebagai mobil keluarga. Hanya saja baris ketiganya bukan yang terbilang luas, dan posisi duduknya bukan yang terenak karena tinggi akibat layout Rear Wheel Drive.

Engine

32575207172_ff81b5f27d_k

Seperti yang kita semua tahu, Innova lama disenjatai mesin legendaris 2KD-FTV D-4D (Direct Injection- Four cylinder commonrail Diesel) dengan output yang underspec, 102 HP / 200 Nm untuk manual dan 102 HP / 260 Nm untuk matic. Baik versi manual maupun matic sekalipun, mobil ini dalam kondisi standar tidak memiliki tenaga yang memadai, alias pas-pasan. Lebih kencang dari 2L Kijang lama? Jelas. Tapi tetap underspec untuk ukuran 2500cc Diesel Commonrail dan kenyataannya memang seperti itu. Mobil ini memang diciptakan untuk diobrak – abrik mesinnya.

Di mobil keluarga kami ini, beberapa upgrade ringan (tidak sampai level dastek) dilakukan untuk mengoptimalkan performance nya :

  • Downpipe local-made
  • Intercooler
  • Piggyback Plug and Play Diesel Max
  • Throttle Module merek “Throttle Max”
  • Pit Bull Genius Voltage
  • EGR Delete
  • Turbo Boost Controller 1.1 Bar.
  • APEX Power Flow Air Filter
  • Oil Catch Tank

32687979586_152589c739_k

Penampakan Downpipe Lokal

246985854_1_644x461_piggy-back-diesel-max-throttle-control-throttle-max-semarang-kota

Piggyback DieselMax & Throttle Controller “ThrottleMax”

Belum dilakukan dyno, tapi estimasi power sekitar 150-160 Hp menurut tuner nya. Dan memang terasa demikian. Kebetulan juga pernah merasakan Kijang Innova D-4D dengan Dastek bertenaga 200 HP dan standarnya.

Untuk yang tidak mengincar performa tinggi / sekedar untuk harian, piggyback plug-and-play DieselMax ini cukup baik dengan cost yang lebih ramah kantong, walaupun peningkatannya tidak bisa terlalu banyak, dan powerband nya tetap terasa sempit (hanya sekitar 1500 – 2500 RPM saja). Di atas 2500 RPM mulai ngempos karena turbo bawaan. Jadi seakan – akan piggyback ini hanya meningkatkan torque standar tanpa ada perluasan powerband dari asalnya. Cukup untuk penggunaan harian, tapi kurang bagi yang menginginkan performa lebih. Ya wajar, karena harga piggyback Plug and Play ini hanya 1/2 nya Dastek Unichip.

Pertanyaan lainnya adalah biasanya Innova Diesel dengan power tidak terlalu besar (dibawah 200 hp) ini sangat rawan turbo lag kalau dipasang intercooler, makanya banyak orang memilih tidak memasang. Nyatanya, tidak. Mobil ini tetap terasa tokcer dan mantap walaupun terpasang intercooler. Intercooler kalau didesain dengan baik memang enggak akan membuat lag, kalau intercooler kebesaran baru bikin lag.

Well, dan hal menyenangkan adalah walaupun dengan tuning sederhana seperti ini siulan turbonya terdengar ketika mobil di revved up.

Transmission

Kijang Innova menggunakan jenis transmisi Aisin A340 4 percepatan yang konon sangat badak karena merupakan transmisi yang sama dengan milik Toyota Supra.

Dengan karakter powerband 2KD yang sempit ini, transmisi ini cenderung tidak pernah lock-up – in some cases terasa seperti CVT. Dan itu lebih baik. Revnya bisa diam beberapa saat di 2500 RPM sambil jarum speedometer terus naik karena torsi dari mesin yang kuat. Throttle hanya perlu diinjak sedikit dan diurut perlahan saja – karena percuma di kickdown, malah ngempos nggak ada tenaganya.

Perpindahan giginya halus kalau tidak mau dibilang lemot, dan transmisi ini akan selalu mengkondisikan mobil untuk berjalan di kondisi overdrive (gear 4). Tipikal transmisi 4-speed Toyota pada umumnya. Bahkan sebisa mungkin jalan di dalam kota pakai gear 4. Yang bagusnya, ini adalah mobil diesel. Jadi torsinya cukup kuat meskipun tidak di-kickdown dibanding bensin seperti Toyota New Yaris yang terasa lemot karena harus kickdown untuk nyalip untuk mendapatkan torsi. Meskipun harus diakui – torsi bawaan Innova Diesel standar ini sangat loyo untuk ukuran Diesel, dan transmisi bisa upshift cepat bahkan sebelum masuk ke powerband.

Piggyback DieselMax ini cukup membantu mem-backup loyo nya tenaga yang disebabkan oleh karakter transmisi seperti ini, dan ThrottleMax juga membantu untuk meningkatkan respon gas sehingga untuk mencapai powerband tidaklah sulit. Keunikan dari ThrottleMax ini memiliki 10 level throttle mapping yang bisa di-adjust sesuai selera, walaupun baru terasa bedanya jika ekstrim misal dari level 1 ke level 5 atau level 10. Jika hanya level 1 ke level 3 tidak terlalu berasa bedanya.

Handling, Suspension, Brakes

Tentu saja salah kalau ngomong handling di sebuah mobil keluarga yang berorientasi ke kenyamanan. Titik berat mobil ini tinggi akibat ladder frame, suspensi juga memiliki travel panjang, dan lock-to-lock setir yang cukup besar sekitar 2.5x sehingga ruins the handling, dan goyangan saat kecepatan tinggi juga sangat terasa sekali jika muatan kosong. Saya pun sempat iseng membelokkan mobil ini dengan cara yang sama seperti Honda Civic, bodyroll nya mengerikan dan lebih mirip sensasi mengemudikan sebuah kapal besar. Beda dengan adiknya, Avanza yang lebih mirip speedboat.

Suspensi mobil ini empuk dengan karakter sedikit mengayun, tapi ban bawaannya bikin keras. Ban asli dari Innova ini adalah Bridgestone B390. Guncangan ketika melewati jalan tidak rata sangat terasa di keadaan kosong akibat ban yang keras dan tidak sanggup meredam. Tetapi ketika dimuati oleh 8 orang penuh, guncangannya lumayan banyak berkurang. Sesuai kodratnya sebagai mobil keluarga.

Mobil ini karena memiliki rem yang belum dilengkapi ABS, ukuran disc depan yang kecil dan tromol belakang, jadilah sempurna….. Sempurna ngeloyornya di kondisi standar. Pada Innova ini telah dilakukan upgrade di sektor selang rem dengan Pro RS Safebrake yang cukup signifikan mengurangi sensasi ngeloyor sehingga walaupun sudah upgrade performance remnya tetep ngatasin.

Conclusion

Well, sejujurnya Innova bukan mobil yang spesial. Sebuah MPV ber platform pick-up, dengan tampilan sederhana dan cenderung seadanya, tenaga standarnya yang memble, driving dynamics yang buruk, kenyamanan yang biasa saja untuk level sebuah mobil keluarga.

Mudah di tuning karena asalnya under spec, tapi bukan berarti ia mobil balap. Driving dynamics nya tetaplah ala sebuah mobil keluarga berbasis pick-up yang memiliki titik gravitasi yang tinggi. No, seriously, untuk membuat Innova menjadi mobil balap yang proper butuh banyak effort dimana tidak semua orang mau, even itu hanya untuk drag race. Drag race pun membutuhkan ulikan di sektor lain seperti suspensi dan chassis. Mobil ini biaya tuningnya murah hanya kalau naikin dari standar ke 200 – 250 hp, di atas itu cukup mahal karena banyak yang harus diganti, misalnya Turbo.

Satu hal yang membuat orang Indonesia melirik Innova adalah karena nama besar Kijang nya, dan reputasi mobil ini sebagai mobil serbaguna yang tahan banting dan mudah dirawat (karena nama besar Toyota). Kijang memang dari dulu diciptakan sebagai mobil yang biasa – biasa dengan teknologi sederhana, bukan mobil dengan kenyamanan superb atau driving dynamics yang baik.

 

Kijang tetaplah pilihan paling aman untuk keluarga Indonesia dengan kemampuan angkut dan daya tahan nya, plus nama besar Toyota.

Disclaimer : beberapa gambar adalah properti pemiliknya masing – masing.

Credit to Tuner :

KENJI Auto Station

Talang 114, Sisingamangaraja, Semarang

083842430100 / 5A5142D6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *