Pasar Small Sedan merupakan pasar yang unik. Karena pembelinya sangatlah segmented. Jarang ada orang yang sengaja beli small sedan karena butuh mobil. Karena dengan harga lebih murah bisa dapat hatchback atau MPV dengan daya angkut lebih besar.

Tidak heran kelas ini begitu sepi, hanya pemain besar yang masih menjual small sedan. Dulu kita sempat ingat ada Suzuki Baleno, Mazda2 Sedan, Ford Fiesta Sedan, melawan hegemoni dua pabrikan raksasa Honda dengan City dan Toyota dengan Vios. Sekarang?

Mazda2 Sedan, tidak ubahnya versi hatchback yang diberi buntut, dan desainnya jelas tidak memikat mata seperti versi hatchback nya. (Paultan)

Ford Fiesta Sedan, even worse… (carguide.Ph)

Neo Baleno… Based on SX4. Konsep memadukan sedan dengan crossover. Ide yang terdengar brilian tapi (lagi-lagi) gagal… (mobilmo)

Sebetulnya tidak salah juga mereka tidak laku karena entah kenapa – desain small hatchback yang diberi buntut itu tidak akan pernah bisa masuk ke selera banyak orang. Sehingga desainnya jadi aneh dan kehilangan karakter asli mobilnya. Makanya tidak salah jika Honda sadar dan di tahun 2008, mereka total mendesain City dari nol, bukan memberi buntut ke Honda Fit/Jazz GE. Karena seperti yang udah kejadian di City GD8, bentuknya jadi aneh sekali…

City/Fit Aria… Jazz GD yang diberi bokong, terlihat aneh sekali. (MIK Autos)

Honda City (GM2) 2009, dimana Honda mulai insaf dan mulai membedakan desain City dan Jazz, dilanjutkan ke generasi sekarang (GM6). (NRMA)

Tapi faktor selain bentuk, tentu saja karena kelas ini juga sudah tidak populer dari awal. Ford ATPMnya kabur sehingga Fiesta Ecoboost Sedan tidak masuk. Mazda antara ya dan tidak memasukkan Mazda2 Skyactiv Sedan, tapi saya rasa juga banyak enggak nya karena peminatnya nggak banyak. Suzuki Baleno? Sempat digantikan oleh Suzuki Ciaz di 2015 lalu, hasilnya? Nihil. Ciaz pun bertekuk lutut di bawah kedigdayaan City dan Vios.

Suzuki Ciaz, sempat diperkenalkan di Indonesia tapi tidak laku. Padahal secara tampilan tidak kalah keren dari Honda City. (New Car Prices in Pakistan)

City dan Vios sendiri tidak mencetak penjualan yang cemerlang, kedua mobil ini pun struggle. Vios – seperti kita tahu mobil ini merupakan mobil yang paling standar digunakan oleh taksi.

Toyota Limo, spec-down dari Vios untuk kelas Taksi. (Otodriver)

Untuk kelas taksi pun Nissan punya amunisi sebetulnya : Nissan Almera yang berbasis Nissan March K13. Sayangnya tidak dijual untuk umum, yah walaupun dijual juga tidak akan laku karena bentuknya ….. aneh.

Nissan Almera. Berbasis Nissan March. (Borneo Post)

Honda City, well, mobil ini biasa hanya laku dibeli oleh perusahaan untuk mobil dinas di level manager. Untuk pemakaian pribadi sebetulnya cukup banyak… walaupun saya nggak tau alasan orang beli untuk pemakaian pribadi apa, mungkin alasan bentuk lebih cakep dibanding Honda Jazz yang terlalu keliatan anak muda atau Honda Mobilio yang terlalu seperti family-man… Mungkin alasan mereka kebanyakan sama seperti saya : penggemar sedan. Tapi budget belum sampai untuk membeli Honda Civic FC1 Turbo.

Dan bulan Maret kemarin Honda baru saja meluncurkan Honda City Facelift. Mobil yang penjualannya ah berapa sih paling per bulan… Tapi mungkin bisa jadi jawaban bagi yang mengimpikan Honda Civic Turbo cuma belum kesampean (?) karena harganya jauh dibawah Civic Turbo, dengan tampang yang… mirip-mirip.

Peresmian Honda City Facelift oleh Mr. Wendy Miharja (paling kiri), perwakilan dari Jawa Pos Group (saya lupa namanya, pardon.) dan Mr. Ang Hoey Tiong (paling kanan) dari Honda Surabaya Center (IMSI). 

Honda City berkode bodi GM6 ini dipasarkan dengan 1 tipe dan 2 pilihan transmisi : type E saja dengan pilihan Manual atau CVT. Dimana sebelumnya memiliki 3 trimlevel dengan 2 pilihan transmisi : S M/T dan CVT, E M/T dan CVT, lalu ES CVT dengan fitur keselamatan terbaik : 6 airbag. Yang sayangnya tidak lagi dilanjutkan di versi facelift.

Honda City GM6, small sedan pertama dengan 6 buah airbag. Sayang sekali tidak dilanjutkan. (Paultan)

Mungkin seperti sabda seorang personil dari ATPM besar bahwa orang Indonesia memang belum butuh fitur keselamatan… Orang dikasih airbag lebih aja masih protes “kok nggak ada sunroof nya?” dikasih airbag dan sunroof teriak “MAHAL, OVERPRICE“. Miserable hoomans…

Yups, seperti Honda Civic versi mini apalagi saat lampunya dinyalakan seperti ini. 

Detail yang menarik, lampu kota di samping seperti ini. Seperti ciri khas Honda zaman sekarang.

Bagian samping tidak kalah menarik walaupun kalau dilihat frontal, mobil ini terlihat seperti ikan kembung, karena bagian kabin nya terlihat “bantet”. Mungkin karena keterbatasan dari sharing platform dengan Honda Jazz. Tidak ada ubahan kecuali velg nya yang bentuknya mirip kembang… Lucu dan aneh…

Bagian belakang yang sangat menarik dan terlihat seperti BMW seri-5. Sangat upclassed. Sayangnya itu kit Modulo nya terlihat ricey…

Interior practically tidak ada yang berubah. Kecuali Head Unit raksasa model floating yang nggak muat di frame sehingga harus dipaksa melayang gitu.

Ummm… Speaker?

Cluster yang “nyontek” dari Jazz. *pardon my lousy phone camera*

Dalam kondisi “deployed”, HU ini akan menutupi sebagian dari vent AC. Untungnya berkat kecanggihan teknologi sekarang anda nggak perlu sering – sering gonta-ganti CD, karena sudah ada teknologi namanya flash disk dan di City ini tentu saja sudah support USB Flash Disk. 

Bagian belakang mobil ini yang legaaaa… Surprising untuk mobil sekecil ini. 

Vent AC belakang juga ada walaupun sebenarnya nggak terlalu kepake juga karena mobilnya kecil… But nice to have. 

Honda… Seriously…?

Engine dan Drivetrain… Masih sama. L15Z1 dengan 118hp dan 145Nm… Transmisi CVT dan 5-speed Manual.

Mirip dengan Civic ‘kan. Cuma nggak pake Turbo aja. Dan setelah ini keluar CR-V Turbo 1.500cc. Kebayang nanti Accord juga pake 1.500cc Turbo. Semua lineup Honda pakai engine L15 series, penghematan yang luar biasa. Kalo harganya masih naik banyak sih ter-la-lu.

Honda City mungkin mobil yang sepi peminat dan pasarnya sangat segmented, tapi Honda masih memperhatikan dan mempertahankan sedan kecil tercinta nya ini. Pilihan yang proper untuk mereka yang suka sedan tapi on a limited budget dan nggak suka mobil seken, karena honestly dengan harga 330juta-an, sudah bisa dapat Honda Accord tahun 2013 atau Honda Civic tahun 2015 generasi FB yang juga dilengkapi 6 buah airbag di type 2.0 Liter.

City juga di kelasnya memiliki fitur keselamatan terlengkap dengan ABS + EBD + BA dan VSA, walaupun tidak lagi memiliki trim dengan 6 buah airbag tapi masih bisa termaafkan. Mungkin masyarakat Indonesia yang khilaf merasa nggak butuh fitur keamanan. Karena hukum ekonomi selalu berlaku : jika demand rendah maka supply juga rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *