Honda CR-V merupakan salah satu kisah sukses Honda di Indonesia. 18 tahun dan 4 generasi sudah Softroader dari Honda ini menghiasi jalanan Indonesia dan menjadi market leader di medium – crossover / softroader.

CR-V selalu bersaing ketat dengan SUV dari merek lain seperti Nissan X-Trail, Suzuki Grand Vitara, Chevrolet Captiva, dan tentu saja sang penantang baru Mazda CX-5. Tetapi kompetisi terberat tentu datang dari Nissan yang sempat membuat Honda kewalahan di generasi kedua (tahun 2003) karena Nissan datang dengan X-Trail (kode bodi T30) bermesin 2.500cc yang lebih bertenaga.

X-Trail Generasi Pertama, yang mengacak – acak Honda CR-V generasi kedua. (bestsuv)

Tetapi, kejayaan X-Trail segera sirna setelah Honda mengeluarkan CR-V generasi ketiga (kode bodi RE) di tahun 2007 yang bentuknya lebih seperti bloated hatchback / hatchback gemuk ketimbang SUV. Hilang sudah kesan macho dari sebuah CR-V dan digantikan oleh model yang lebih maskulin. Tidak buruk, karena CR-V generasi ketiga mencetak penjualan yang cukup sukses dan diminati oleh banyak orang…. Khususnya kaum ibu – ibu.

CR-V generasi ketiga (Auto Show by Auto Trader)

Secara angka penjualan dan popularitas, CR-V terbilang sukses, dan mobil ini terkenal sangat reliabel. Ok ada beberapa problem seperti AC di generasi kedua dan ketiga yang sering kena magnetic clutch nya atau engine mounting yang berumur sebentar, tapi nggak ada masalah berarti yang membuat CR-V sampai harus mangkrak di bengkel berbulan – bulan… Ya tentu kalau dirawat dengan baik. Mesin K series (dan R series) terkenal bandel, walaupun sedikit haus BBM. Ditambah reputasi merek Honda yang baik di Indonesia, terkenal sebagai “second-tier” luxury brand, Mercy nya Jepang, dianggap lebih berkelas dibanding Toyota atau Suzuki.

Rahasia reliabelnya CR-V adalah : karena format yang digunakan sama terus. Dari generasi pertama sampai keempat, CR-V menggunakan format yang sama terus menerus. Tidak ada ubahan berarti selain refinement di sisi kenyamanan dan efisiensi, suspensi tetap double-wishbone, dan ground clearance yang malah makin turun karena mengejar Center of Gravity rendah. Jadi ibaratnya mengemudikan CR-V dari generasi pertama (kode bodi RD1) sampai keempat (kode bodi RM) mungkin hanya seperti ganti kulit, atau lebih tepat mungkin kita membandingkan generasi kedua sampai keempat yang mesinnya sama-sama K series. Tidak ada lompatan berarti selama 15 tahun.

CR-V generasi ke-4 (kode bodi RM)

Mungkin ya orang akan bilang generasi ke-4 lebih nyaman dan punya power 190 PS yang jelas lebih tinggi dari generasi ke-2 dan ke-3, tapi tentu dari sisi feel mengemudi tidaklah seperti mengemudikan mobil yang berbeda. Saya sendiri pernah menggunakan CR-V generasi ketiga dan keempat. Mengemudikan keduanya memang terasa generasi keempat lebih nyaman dan lebih refined, tapi sudah. Itu saja. Tidak ada signifikansi membeli CR-V generasi keempat jika hanya ingin upgrade dari generasi ketiga atau kedua.

Berbeda dengan Nissan yang dalam satu generasi X-Trail sudah menggunakan format yang berbeda dengan mengaplikasikan XTronic CVT – pelopor transmisi CVT di kelas ini. Atau Mazda, dengan teknologi SKYACTIV yang revolusioner. Apalagi ketika Mazda CX-5 pertama kali diterjunkan ke medan peperangan, semua hal mekanikal di Honda terlihat sangat out-dated, mungkin Honda sendiri bingung mau nulis apa di brosurnya selain fitur keselamatan yang sudah improved dengan Stability Assist dan Hill-start Assist.

Mazda CX-5, rival berat CR-V dalam hal teknologi (CarAdvice)

Tetapi sejak munculnya Honda Accord generasi ke-9 (CR2), merupakan tabuhan genderang perang Honda yang kembali menyemarakkan pertarungan. Honda Accord generasi ke-9 membawa angin segar dengan menggunakan a whole new platform.  Not to mention Honda Civic generasi ke-10 yang kita kenal dengan nama Civic Turbo yang juga revolusioner. Lalu bangkitnya Civic Type-R FK2 dengan mesin Turbo yang dilanjutkan ke Type-R FK8 berbasis Civic Generasi ke-10, plus tentu saja NSX.

Civic Type R FK8, saat ini memegang rekor mobil Front-wheel drive tercepat dan bersaing dengan hot-hatch Eropa. (Hondatech)

Dan saudara se-platform Civic, CR-V, tentu saja menjadi produk Honda lain yang revolusioner.

CR-V generasi kelima adalah Honda CR-V yang paling istimewa, dan mungkin membawa suasana baru bagi pecinta maupun pengguna Honda CR-V.

  • Pertama tentu saja penggunaan platform baru dengan format suspensi belakang tidak lagi menggunakan Double-Wishbone seperti di 4 generasi lalu, lantas diganti dengan Multi-link, dengan fluid-filled bushings.
  • Lalu seperti kita tahu juga, dipensiunkannya resep lama mesin K24 series (well not really, karena di Thailand masih tersedia opsi 2.4 Liter dengan mesin K24 EarthDreams bertenaga 184hp) dan digantikan oleh mesin 1.5 Liter L15B7 DOHC Turbo. Transmisi juga dipensiunkan dari 5-speed Auto menjadi CVT. Di beberapa negara juga tersedia opsi Diesel 1.6 Liter i-DTEC dengan transmisi 9-speed.
  • Sebanyak 56.5% body mobil ini menggunakan high-tensile steel, dengan 37% di antaranya memiliki kekuatan 780, 980, bahkan 1500 MPa.
  • Berbagai macam teknologi seperti Active grille shutter, dan Honda Sensing yang penjelasan singkatnya – mirip dengan i-ACTIVSENSE di Mazda. Adaptive cruise, Collision mitigation braking, Lane Keeping Assist. Sayang fitur ini tidak tersedia di Indonesia. Padahal jika dimasukkan akan membuat CR-V sangat bersaing dengan Mazda CX-5 secara fitur.

Well jika Civic sudah membuat anda terpukau, CR-V lebih lagi.

Di Indonesia peluncuran generasi ke-5 CR-V ini dilakukan pada perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 pada tanggal 27 April kemarin. Sedangkan global launch di daerah tanggal 28 April. Dan saya berkesempatan melihat mobil ini di kota Semarang.

Tanpa berlama – lama, mari kita lihat apa saja yang ditawarkan mobil ini. CR-V generasi ke-5 dengan kode bodi RW.

The Looks

Sekilas bagi banyak orang Generasi ke-5 CR-V ini tidak banyak berubah. Secara dimensi, CR-V generasi ke-5 ini lebih panjang 60 mm, lebih lebar 35 mm, dan lebih pendek 6 mm dari CR-V generasi ke-4. Pertambahan panjang dan lebar yang signifikan, karena mobil ini didesain untuk 3 baris penumpang. Wheelbase melar dari 2620 mm menjadi 2660 mm. Semua menurut data dari Honda Indonesia ( www.honda-indonesia.com ). Tidak ada data ground clearance di website Honda Indonesia, tapi mengacu pada versi luar ground clearance meningkat dari 6.7 inch atau 170 mm menjadi 8.7 inch atau 200 mm. That’s what I call a proper softroader.

Emblem semua masih distiker karena belum officially launch saat saya ke sana.

Bicara soal styling, bagian depan menganut bahasa desain terbaru Honda, punya kesan yang lebih bold dibanding CR-V generasi 4 dan headlamp full LED juga menjadi daya tarik. Agak terkesan seperti Ford Everest baru, walaupun bagi saya CR-V lebih ganteng dan proporsional. I’m not a fan of Ladder SUVs, though.

LED headlights, mungkin akan jadi signature Honda. Kebayang 10 taun lagi Honda Brio dikasih LED headlights juga.

Fog lamp juga LED

Secara keseluruhan styling CR-V generasi ke-5 ini lebih menonjolkan kesan tough dibanding feminim seperti generasi ke-3 dan 4, yang menjadi idola para ibu – ibu, walaupun sekarang keliatannya sudah bergeser trend nya ke HR-V. Sedangkan idola para bapak – bapak biasa SUV dengan kesan “petualang” seperti Fortuner, Pajero Sport… Walaupun yah akhirnya juga sama – sama dipakai di dalam kota atau ngemall atau ngantor. Tapi ya itu masalah selera sih.

Anyway, bagi saya CR-V berhasil memadukan kesan tough dan maskulin sekaligus. Dan bagian yang saya suka adalah bagian bahu dari mobil ini, dibuat agak keluar supaya nggak lagi keliatan seperti mobil ibu – ibu.

Spion mobil ini masih mengambil bentuk dari CR-V generasi ke-4. Hemmm… Males design? Atau cost cutting? Setidaknya kalau kita apes beli mobil ini di hari pertama udah disenggol motorist, kita tau spare partsnya udah ready karena sama persis.

Wheels? 235/60/18 Bridgestone Dueler H/L. Tidak lagi pakai Dunlop SPSportMaxx. Model di Prestige jujur lebih terlihat gagah ketimbang model bawahnya (1.5 non-Prestige dan 2.0L base trim) yang lebih mirip velg BR-V.

Bagian belakang juga layak mendapat standing applause. CR-V dari generasi ketiga dan keempat selalu gagal membuat bentuk belakang yang sedap dipandang. Generasi ketiga kalo nggak pakai spoiler jadi keliatan gemuk sekali, generasi ke-4 even worse, kayak pantatnya orang obesitas. Jelek banget. Bagi saya generasi kedualah terutama setelah facelift yang merupakan desain bokong terbaik, itupun bukan favorit saya.

Lampu belakangnya model LED bar seperti di Civic, kebayang betapa cantiknya ketika nyala di malam hari.

Tapi di generasi ke-5 ini, they done it far better. Lampu dibuat memanjang ke samping sedangkan bagian vertikalnya dibuat tipis, mengurangi kesan bagian belakangnya “hambar”. Lalu bagian favorit saya : Twin Mufflers! CR-V dari generasi pertama sampai ke-4 seakan nggak mau expose bentuk mufflernya, tapi di generasi kelima justru seperti sengaja di-expose untuk menarik perhatian. Tentu ini juga sepertinya memberikan kesan kompetitif dengan Mazda yang juga mengekspos bagian muffler CX-5.

Yang jelas, desain mufflertip nya tidak fail seperti di Civic…

 

Inside

Bagian kabinnya sangat identik dengan Civic Turbo. Walaupun disini, Honda masih lebih kreatif dibanding Mazda yang tinggal copy-paste setiap panel CX-5 ke Mazda6.

Dasbor masih menggunakan format sama dengan generasi sebelumnya, tuas transmisi di dasbor, lalu adanya panel kayu memanjang walaupun kali ini panel kayu nya hanya di doortrim dan dasbor sebelah kiri. Ditambah beberapa elemen dari Civic seperti cluster meter digital, yang sayangnya, disunat jadi layar kalkulator di Indonesia. Tidak seperti di negara lain yang full TFT dengan tacho digital.

Sayang, audio steering switch nya tidak dilengkapi swipe volume seperti di versi Thailand, gak penting sih.

Head unit dan AC mirip dengan Civic, hanya dilengkapi tombol Nano-E di samping kiri.

Shifter peletakan masih sama dengan CR-V lama, kualitas bahannya lebih baik dan terasa lebih solid. Peletakan tombol – tombol ECON dan parking brake mirip Civic.

Honda juga tidak pelit bahan kali ini, bagian atas dasbor diberi material soft-touch walaupun bagian bawahnya plastik. Whatever, di Nissan dan Mazda juga masih ada beberapa panel plastik, so why bother?

Ada beberapa bagian di mobil ini yang masih nyomot generasi sebelumnya ataupun produk Honda lain :

Panel switch power window yang masih sama persis dengan CR-V sebelumnya. Hanya ada sentuhan black glossy.

Konsol tengah juga masih mirip dengan CR-V generasi 4, walaupun diberi finishing kayu.

Overhead compartment dan LED cabin light depan yang nyomot dari Honda HR-V Prestige.

Yang jelas, doortrim nya sekarang juga berubah lebih mewah dan nggak seperti di generasi 4 yang terkesan murahan.

Tapi bagian favorit saya adalah : kursinya! Sebagai mantan pengguna CR-V generasi 3 dan 4, sangat heran dengan Honda yang pelit sekali dengan memasang kursi setipis itu untuk mobil sekelas ini. Di generasi ke-5 ini kursinya tebal dan juga supportive, tapi seperasaan saya posisi drivingnya tidak serendah CR-V lama. Semoga saya salah.

Badan saya 175cm / 83 kg. Di baris kedua seperasaan saya tidak selega CR-V terdahulu, mungkin faktor kursi yang makin tebal? Atau karena kapasitas 7 penumpang? Atau saya yang salah…

Premium touch di lampu kabin bagian belakang. Personally bagian favorit saya juga.

Vent AC baris kedua.

Opini seorang rekan yang berbadan lebih jangkung dari saya (183 cm), headroom hanya sisa sedikit di CR-V ini. Mungkin karena terpangkas untuk panoramic roof.

Baris ketiga mobil ini, dibilang sempit… Yah masih agak masuk untuk anak kecil walaupun sebenernya lebih direkomendasikan kalau dilipet aja deh, buat bagasi. Kasian yang duduk. Untung kepalanya bisa agak adem karena ada blower tambahan disini, dibanding Nissan yang tidak diberi blower tambahan.

Ketika kondisi terlipat mobil ini bisa rata, walaupun di gambar tidak rata karena partisi di bagasi tidak dipasang.

Tapi kekurangan lain, sistem pelipatan baris keduanya tidak one-touch tumble. Sehingga mengurangi sisi kepraktisan. Baris ketiga pun enggak smart 3rd row seperti di Odyssey RB jaman dulu… Sayang sekali.

Bagi pemilik CR-V Prestige generasi 4 facelift terakhir yang sudah dilengkapi power back door, di bagian dalam bagasi kiri ada tempat untuk motor listrik penggerak Power back door… Yang terlihat dipaksakan karena design aslinya tidak pakai power back door. Di CR-V generasi 5 ini tidak. Disamarkan dengan baik.

Features and Convenience

Secara safety features CR-V generasi ke-5 ini tidak berbeda jauh dari CR-V generasi ke-4. Sayang sekali Honda Sensing tidak masuk.

  • 6 buah Airbag untuk type Prestige
  • ABS EBD BA
  • VSA + HSA
  • Electric Parking Brake + AutoHold
  • Brake Override System
  • ISOFIX + Tether

Sedangkan untuk pecinta fitur… Sepertinya juga nggak bisa berharap banyak…

  • Panoramic Sunroof
  • 8 Speakers
  • Cruise Control + Steering Switch + Hands-free telephone
  • Nano-E
  • Power Tailgate
  • Paddle Shifters
  • Power seat (8 way driver, 4 way passenger)
  • ECON button
  • Auto AC with Dual Zone Climate Control

Tombol Panoramic Sunroof…

Nano-e

Paddle Shifters

Intinya buat kalian yang masa bodo sama teknologi atau platform baru, pasti kecewa dengan CR-V generasi 5 karena fiturnya nggak terlalu banyak berbeda dari generasi 4. Mending cari generasi ke-4 diskonan.

Engine and Drivetrain

Yap, inilah nilai jual sesungguhnya dari CR-V generasi ke-5.

Mesin 1.5 Liter Turbocharged L15B7 DOHC. Sejatinya ini adalah unit yang sama dengan Honda Civic Turbo, tapi di CR-V sepertinya dilakukan beberapa penyesuaian seperti posisi air intake lebih tinggi (Akhirnya!) dan termasuk filter udara yang juga di atas.

Sayang belum hidrolik… and finally! Peredam kap mesin.

Di CR-V untuk mengkompensasi bobot yang lebih berat, juga di-tuning supaya outputnya lebih besar.

  • Civic 174 PS @ 5600 RPM dan 220 Nm @1700 – 5000 RPM.
  • CR-V 190PS @ 5600 RPM dan 240 Nm @ 2000 – 5000 RPM.

Asumsi saya boost nya yang dinaikkan karena rentang powerband nya terlihat sekali CR-V di Rev / putaran lebih tinggi.

Loh, CR-V lama kan juga 190 PS?

Ya, memang angkanya sama. Tapi di CR-V generasi 4 angka itu diraih di revband yang tidak wajar. 7000 RPM! For God sake, berapa banyak orang yang akan ngabisin mobil ini sampe 7000 RPM? Saya yakin mayoritas kaum ibu – ibu tidak. Sedangkan di CR-V generasi 5, angka itu sudah tercapai di 5600 RPM, tentu lebih reasonable dan lebih terasa di pengendaraan sehari – hari.

Lalu transmisinya… Tidak lagi menggunakan 5-speed tapi CVT. Well, pasti banyak yang teriak “mobil Turbo kok pake CVT gak cocok”. Saya pernah ngepost tentang kenapa CVT akan menjadi transmisi yang populer di masa depan. Tapi gak apa lah, saya kasih penjelasan singkat buat yang masih bingung kenapa ‘sih kok mobil sekarang banyak pake CVT, kok enggak 6-speed, kok enggak DSG.

Salah satu kelebihan CVT adalah bisa menahan rev untuk tetap di powerband, di CVT kita tidak mengenal istilah shifting karena practically cuma sebuah pulley / sabuk baja yang berubah – ubah rasionya. Sehingga kita nggak ada jeda oper gigi, nggak ada powerloss, transmisi bisa nahan di rev tertentu sesuai keperluan, jika butuh akselerasi tinggal injak gas dalam – dalam. Dan karena rasio yang sangat fleksibel dari rendah ke tinggi, Rev / putaran mesin saat cruise bisa sangat rendah.

Nah sekarang kenapa nih kok mobil udah pake turbo tapi pake CVT ? Kalo temen – temen bilang gak cocok, salah besar. Justru CVT dan Turbo itu teman baik. Turbo itu “musuh” utamanya adalah turbo lag. Terutama kalau kita setting turbo tersebut di high-boost. Sedangkan pada kondisi mengemudi normal, kita kepengen nih transmisi bisa nahan rev di range operasi Turbo supaya nggak kewalahan untuk nyalip. Dan CVT adalah transmisi yang cocok untuk itu. Geared transmission suffer di hunting gear saat heavy load. Which is sering saya alami ketika menanjak sehingga harus di override dengan paddle shifters. Di mobil berturbo, gear hunting bisa mengakibatkan kehilangan boost terutama di Rev rendah.

Oke, buat ngurangin jeda atau powerloss mungkin ada transmisi Dual-Clutch. Tapi berapa besar biaya untuk bikin Dual-Clutch?

‘Kan Honda punya i-DCD atau Dual-clutch untuk line-up Hybrid di Jepang? Ok here’s some explanation.

Pertama, Dual clutch, kita tau bukan transmisi yang terkenal punya reputasi bulletproof. Komponennya sangat kompleks. Juga biaya nya akan mahal.

Kedua, i-DCD adalah transmisi yang terintegrasi dengan motor listrik di Hybrid Honda, fungsi clutch di i-DCD tidak hanya memindahkan gigi tapi juga untuk engage-disengage motor listrik dan engine. Which is impossible untuk diaplikasikan di lineup non-hybrid. Berikut video tentang i-DCD.

Dan terakhir, Honda melakukan recall untuk unit yang menggunakan i-DCD terkait dengan masalah di transmisinya sendiri. Kebanyakan soal programming di i-DCD nya sendiri. Sehingga soal transmisi ini sebenarnya juga belum terlalu refined.

http://www.greencarcongress.com/2014/02/20140210-honda.html

Memang, CVT bisa menyebalkan ketika transmisinya tidak refined. Saya tidak menyangkali ada banyak mobil bertransmisi CVT yang menyebalkan. Tapi itu masalah fine tuning saja. Dan sekarang kebanyakan pabrikan men-setting CVT supaya bisa bertindak “seakan-akan” ngoper gigi di rev limiter. Seperti di Nissan juga begitu. Sehingga tidak menimbulkan suara dengung yang menyebalkan ketika sedang akselerasi.

Tokh priority di CR-V (dan Civic) adalah untuk kenyamanan dipakai sehari – hari, sehingga CVT merupakan jenis transmisi yang cocok karena halus dan nyaman, plus tidak suffer gear hunting. Di US keduanya classified as Family SUV dan Family Sedan. Kalau mau yang sport, Civic Type-R FK8 terbaru masih pakai transmisi manual, tenang saja. Nabung dulu tapi biar bisa beli.

Saya belum dapat data berapa final gear di CVT nya CR-V generasi 5 ini. Seharusnya lebih kasar dibanding Honda Civic yang 4.8 sekian.

Jadi yah tinggal tunggu saja kapan kita bisa mencoba mobil ini… Semoga dalam waktu dekat.

Initial Conclusion

Honda membanderol CR-V seharga 432 juta Rupiah (2.0 CVT), 466 juta Rupiah (1.5 Turbo), 506 Juta rupiah (1.5 Turbo Prestige) OTR Jakarta, harga bisa berbeda – beda setiap daerah.

Best deal tentu saja tipe Prestige, selain faktor kenaikan harga yang tidak banyak, peningkatan kualitas nya jauh terasa dibanding CR-V sebelumnya, dan fitur yang jauh lebih lengkap dibanding tipe di bawahnya.

CR-V akan sangat cocok bagi anda yang menghargai kemajuan teknologi ketimbang fitur. Memang absennya Honda Sensing membuat CR-V ini seakan tidak punya fitur spesial yang bisa dibanggakan, tapi dengan new platform, new engine, new transmission, tentu itu semua adalah peningkatan yang pesat dibanding sekedar menambah fitur. Apalagi setelah tau kenyataan bahwa mekanikal di CR-V generasi ke-4 itu sudah berusia 15 tahun… Very old.

Rival Honda di kelas ini adalah Nissan X-Trail T32 and his glorified brother… Renault Koleos maksud saya, Mazda CX-5, Hyundai SantaFe, Chevrolet Captiva.

Sedangkan secara harga, ia juga bersaing dengan All New Fortuner VRZ 4×2, All New Pajero Sport Dakar Ultimate 4×2, dan Chevrolet Trailblazer LTZ.

Tentu saja ke depannya persaingan di kelas ini akan makin ketat dengan hadirnya All New Mazda CX-5, tapi Honda sepertinya ingin curi start terlebih dahulu sebelum konsumennya digerogoti oleh Mazda.

All New Mazda CX-5. (Car Magazine)

Plus, masih ada mobil Honda lain yang akan diluncurkan dengan platform serupa : Honda Civic Turbo Hatchback yang kabarnya akan lebih murah dibanding versi sedannya.

Civic Turbo hatchback (Paultan)

2 thoughts on “2017 Honda CR-V 1.5 Prestige CVT : The Most Innovative Thing Honda Accomplished in 15 Years.

  1. Preview yg sangat bagus dan bergizi, enak dibaca, informative dgn gambar2. Setelah sekian lama, rasanya baru tertarik sm CRV yg gen 5 ini untuk gantikan T31 yg sdh uzur. Sdh sering TD CRV gen sblmnya tp teknologi dan kenyamanan terasa kurang. Sy sngt setuju dgn transmisi CVT yg sangat nyaman dgn kehalusan, Rpm yg stabil saat menanjak panjang dan low rev saat cruising diluar kota. Ditunggu reviewnya setelah TD

    1. Hallo pak, terima kasih apresiasinya.

      Memang lompatan teknologi dari generasi-4 ke generasi 5 tidak main-main, semua serba baru, karena itu CR-V terbaru ini menarik. Ketimbang CR-V generasi sebelumnya yang kayak setengah niat bikinnya.

      Semoga bisa segera saya dapatkan unit test nya ya pak… Hehehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *