Hype Honda All-New CR-V di Indonesia sangatlah kuat, dan CR-V generasi kelima tidak terkecuali. Karena bertahun – tahun CR-V merupakan salah satu money maker terlaris dari brand berlogo H ini.

Ada banyak pro-kontra, termasuk soal engine dari All New CR-V ini. Salah satu yang sering dibicarakan adalah mesin turbo baru nya. Well, sebenarnya sudah dipakai oleh Honda Civic, tapi hype Honda Civic tidak sekuat CR-V.

Ada satu pertanyaan yang menggelitik muncul ketika saya bilang bahwa CR-V ini merupakan lompatan jauh dari generasi 3 dan 4 adalah : “Lompatan apa? Ini kan cuma mesin Jazz diturbo, apa yang spesial sih?” “Kan mesin lama bloknya sama, kok bisa lebih canggih? Spesialnya dimana? Fanboy Honda emang suka lebay”

Ok, sebelum saya mulai penjelasannya, ada beberapa fakta yang harus kita tau.

Tau Mitsubishi Pajero Sport? Tau BMW i8? Atau VW Golf TSI? Tolong jangan kaget dengan fakta – fakta ini :

  • Kode mesin Pajero Sport lama (Exceed / Dakar) dan baru (Exceed) adalah 4D56. Dan tau mobil apa lagi yang pakai engine 4D56? Yeap, Mitsubishi L300, itu loh pickup angkut sayur dari jaman 80an. Satu lagi ada Mitsubishi Kuda Diesel.
  • BMW i8, mesinnya berapa cc? 4000? 3000? Nope. 1500cc 3 silinder berkode B38. Dan tau mobil apa lagi yang pakai blok mesin serupa? Yep. MINI Cooper 1.5 Liter, BMW 2-series Tourer lineup, BMW X1.
  • VW Golf TSI MK.6 dengan VW Polo 1.4, mesinnya sama? Yep. Golf TSI MK.6 pakai mesin yang sama dengan Polo 1.4 yang diberi Supercharger dan Turbocharger. Dan ini hanya satu contoh. Banyak produk VW Group lain yang sharing engine.

Mungkin kaget gimana mesin sebuah pickup angkut sayur yang dulu gak sampe 100 hp, di tahun 2011 sudah bisa menghasilkan 178 HP dan 350 Nm? Gimana mesin B38 3 silinder bisa ngimbangin akselerasi sebuah BMW M4 bermesin 3000cc turbo?

Saya jujur sudah khatam nyetir Pajero Sport lama dan L300 minibus, dan walau dibilang punya basis mesin sama, yang saya rasa mirip cuma engine note saja. Secara karakter, oh beda sekali. Pajero Sport jelas lebih nikmat dan halus. Tentu, ngomongnya gak sesimpel mesin L300 dikasih Turbo.

Mesin 4D56 Pajero Sport (teambhp)

Disinilah yang saya sebut “Wonders of Engineering”. Bagaimana sebuah pabrikan bisa menggunakan satu basis mesin  untuk bertahun – tahun dan menghasilkan sensasi mengemudi yang berbeda.

Lalu bagaimana dengan Honda? Apakah sesimpel “mesin Jazz diturboin” ?

Well untuk anda yang tidak asing dengan dunia tuning, apakah masang turbo di mobil itu sesimpel ngomongnya? Apakah tuning sebuah turbo untuk dipakai harian nyaman tanpa ada turbo lag itu mudah? Tentunya tidak.  Saya yakin 100% tuner manapun perlu beberapa kali fine tuning supaya dapat setelan turbo yang pas. Belum harus ngitungin boost supaya engine kuat, dan part internal juga harus ganti.

Saya ada seorang teman dengan Honda Jazz GE8 bermesin L15A7 dengan boost turbo 0.8 bar, itu sudah memerlukan penggantian internal seperti stang piston / con-rod karena con-rod asli L15A7 tidak kuat dengan boost segitu, dan beberapa kali bolak balik bengkel buat fine-tuning. So, easy?

Sebuah video dari Temple of VTEC, menjelaskan seluk-beluk mesin L15B7 VTEC TURBO dengan chief engineer Civic 10th generation, Yuji Matsumochi.

Highlight dari mesin L15B7 VTEC TURBO adalah :

  • L15A7 / L15Z1 SOHC, L15B7 DOHC. Jadi ini berbasis mesin L15B-series terbaru Honda yang sudah dipakai oleh Jazz GK dan HR-V di Jepang. Mesin ini DOHC, Direct Injected. Yang lucu adalah walaupun diberi badge VTEC TURBO,  tapi di versi turbocharged tidak ada sistem cam-switching yang khas dari VTEC dari low-output cam ke high-output cam. Hanya ada VTC (Valve Timing Control) atau bahasa mudahnya VVT di intake dan exhaust cam. Mungkin akronimnya diubah menjadi Variable Valve Timing with Electronic Control – Turbo. Karena VTEC biasanya merupakan akronim dari Variable Valve Timing and Lift Electronic Control.
  • L15B1 dan L15B7 menggunakan Gasoline Direct Injection. L15A7 / L15Z1 menggunakan Multi-point Injection konvensional.
  • Cylinder Head with built-in water cooled exhaust manifold, fungsinya adalah menurunkan temperatur gas buang yang masuk ke turbocharger untuk mengoptimalkan kerja turbo.
  • Modifikasi intake port dan piston untuk menghasilkan tumble / vertical vortices untuk pembakaran lebih baik.
  • Selain itu piston di L15B-series memiliki coating / lapisan khusus yang berbeda dengan L15A/L15Z.

Hmmm… Doesn’t sound like “Mesin Jazz dikasih Turbo” doang. Disebutkan di video bahwa yang tersisa dari L15 di Fit (Jazz) hanyalah kemiripan bore dan stroke nya saja.

Dengan persaingan yang makin ketat, sangatlah wajar sebuah pabrikan menggunakan basic yang sama terus – terusan. Tentu akan sangat makan waktu mendesain sebuah mesin baru dari nol. L-series sendiri sudah ada sejak Honda Jazz generasi pertama (GD3). Ini sekaligus menunjukkan bahwa dari sebuah mesin L-series saja Honda sanggup menciptakan sebuah mesin yang nyaris seluruh isinya baru dan masih up to date sampai sekarang.

Sama kasusnya seperti Mitsubishi berhasil menciptakan sebuah mesin diesel bertenaga besar dari sebuah unit 4D56 di Kuda Diesel dan L300. Mesin jadul? I think not.

So, semoga tidak ada lagi yang mikir bahwa ini sekedar mesin Jazz dikasih turbo.

 

 

 

4 thoughts on “EarthDreams Technology : Honda 1.5 Liter VTEC TURBO Tech Overview.

  1. Nice article. Pls keep on writing. Bosan liat liputan portal2 berita besar yg isi nya cuma nerjemahin brosur atau kutip komentar sales nya. Ini baru membuka wawasan. Thx Chris!

  2. Christian, whats your opinion on Dongfeng Honda’s problematic L15B7 Turbo engine? Is that engine any different with those L15B7 Turbo engine sold in Indonesia?

    1. The Dongfeng Honda recall is related to the injection problem on low temperature condition which it won’t happen in Indonesia.

      I’m sure they use the same engine but I don’t know yet whether Dongfeng-Honda and Honda Indonesia’s CR-V shares the same part vendor.

      Another problem I found in the CR-V L15B9 is oil dilution problem (fuel leaked to the oilpan) which causes a sudden increase in oil volume, reported by users in various countries.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *