Di akhir 2016 kita dikejutkan dengan kabar bahwa Mazda Motor Indonesia (MMI) melepas kepemilikan merek Mazda di Indonesia. Well, tentu setelah serangkaian kisah pilu mulai dari GM Indonesia menutup pabrik, Ford hengkang, Mabua Harley-Davidson juga hengkang. Mazda menjadi bagian dari cerita suram otomotif Indonesia.

Tapi para penggemar Mazda masih bisa bernafas lega karena Mazda berstatus hanya ganti kepemilikan ke Eurokars Group. Eurokars Group sebetulnya sudah dari lama memegang kepemilikan dari beberapa jaringan dealer Mazda.

Setelah resmi dipegang oleh Eurokars Group (with the name Eurokars Motor Indonesia / EMI), Mazda melakukan langkah agresif dengan soft-launching 5 model sekaligus : Mazda CX-3, Mazda6 Estate, Mazda5, Mazda MX-5 Fourth Generation, dan New Mazda3 Hatchback.

Satu produk yang menarik adalah CX-3, karena di GIIAS tahun 2016 kemarin sempat dipamerkan oleh MMI hanya untuk display unit saja, mengundang kecewa para pengunjung yang sudah mengidam – idamkan mobil ini sejak lama. Akhirnya impian mereka terjawab …

Or no?

Karena Eurokars mematok harga yang sangat tinggi untuk CX-3. Sebagian orang sudah bosan dengan jalanan yang didominasi oleh Honda HR-V dan berharap CX-3 bisa memberi persaingan ketat dengan harga tidak jauh. Tapi ternyata harus dibayar dengan harga sangat mahal. 399juta untuk tipe Touring dan 459juta untuk tipe Grand Touring. Well, 459 juta. Lebih mahal dibanding sebuah Nissan X-Trail 2.5 CVT yang berada di kelas atasnya.

Terakhir mereka mengadakan revisi harga untuk harga peluncuran di bulan April, 388 juta untuk Touring dan 435 juta untuk Grand Touring. Masih mahal. Di Surabaya harganya 394juta tipe Touring dan 441.75 juta tipe Grand Touring. Sebagai perbandingan Honda HR-V Prestige ada di 385.65 juta.

Menurut informasi yang ada, sekarang model yang diedarkan oleh EMI ke seluruh jaringan dealer Mazda di Indonesia adalah Touring. Grand Touring masih belum diedarkan.

Dan beberapa hari yang lalu saya sempat menyambangi dealer Mazda untuk melihat langsung unit CX-3. Sayangnya, belum sempat test drive karena diantri banyak orang.

The Looks

Errr discount Mazda CX-9…?

Ganteng! Tidak ada kata lain yang pantas menggambarkan mobil ini selain kata itu. Seperti CX-5 versi kecil, dengan tampak depan yang lebih tajam. Ke depan, CX-5 terbaru juga akan menggunakan wajah seperti ini juga.

 

 

Mobil ini sekilas terlihat besar, padahal aslinya mobil ini kecil karena mobil ini berbasis dari Mazda2. Ketika bersebelahan dengan CX-5 di showroom, semakin terlihat imut mobil ini.

CX-3 (P x L x T in mm) : 4.275 x 1.765 x 1.550

HR-V (P x L x T in mm) : 4.294 x 1.772 x 1.580

CX-5 (P x L x T in mm) : 4.540 x 1.840 x 1.710

Mazda2 (P x L x T in mm) : 4.060 x 1.695 x 1.495

 

Setiap bagian seakan ingin menunjukkan betapa atletisnya mobil ini dibanding HR-V yang cenderung kalem. Overfender besar dan kekar seakan memberikan kesan tidak main – main. Velg 18 inch yang dipakai dengan warna two-tone juga memiliki design sangat sporty.

Di bagian belakang mobil ini memiliki kesan gemuk dan berisi, seperti Mazda2 on steroid karena bagian belakangnya mirip terutama di lampu. Lalu yang menjadi daya tarik lain adalah : twin mufflertip! HR-V, Juke, maupun Trax yang merupakan kompetitornya belum dibekali dua buah muffler tip.

 

Inside

Karena sharing platform dengan Mazda2, bagian dalamnya sangat identik. Pembeda ada pada setir model baru yang sepertinya nanti akan digunakan oleh semua line-up Mazda. Setir ini mmm… Mengingatkan pada model – model Porsche

Cluster meternya berbentuk mirip dengan Mazda2 tipe GT dengan takometer besar di tengah, lalu juga terdapat head-up display di mobil ini.

Semua panel memiliki bahan berkualitas dan tidak main – main. Beberapa bagian masih plastik kelas, tapi bisa dimengerti karena lawan – lawannya juga mayoritas menggunakan plastik keras. Bagian tengah dasbor diberi layar MZD Connect seperti lazimnya Mazda.

Semua tombol – tombol juga didesain dengan rapi. Bahkan benda sesimpel pembuka tangki bensin dan kap mesin.

Tentu, dengan finishing sebaik ini kita tidak akan expect lebih banyak, tokh harganya juga paling mahal dibanding lawan – lawannya. Sudah sepantasnya diberi kualitas lebih. Walaupun ada bagian yang terlihat murahan… seperti lampu kabin.

Doortrim mobil ini memiliki aksen berwarna merah, seturut dengan beberapa panel yang juga memiliki aksen warna merah. Memberikan kesan sporti di bagian dalam kabin.

Hampir semua bagian di dalam mobil ini dibungkus dengan bahan berkualitas baik. Sayangnya, jika anda ingin memilih mobil ini sebagai family car, rasanya perlu pertimbangan lebih lanjut karena ruang kabinnya sangat kecil.

Akan terasa pegal untuk perjalanan jauh karena baris keduanya cukup sesak.

Bagasi mmm… Tidak terlihat terlalu luas juga.

Engine and Drivetrain

Mazda CX-3 yang masuk ke Indonesia hanya diberi satu opsi mesin yaitu 2.0 Liter SKYACTIV-Gasoline berkode PE-VPS. Bertenaga 148.2 HP @ 6000 RPM dan 196 Nm @ 2800 RPM. I am not joking nor this is a typo, 2800 RPM it is. Kebayang betapa luasnya powerband dan nonjoknya mobil ini di perkotaan, dengan total bobot hanya 1.279 kg, lebih ringan 27 kg dari Honda HR-V Prestige yang 1.306 kg, dan lebih berat 241 kg dari Mazda2 (1.038 kg).

Basically the same engine with Mazda CX-5 2.0 Liter. yang di-retune. Mesin fenomenal dengan rasio kompresi 13:1. Tapi tenang saja, mobil ini bisa menenggak setidaknya Pertalite (minimum RON90).

Mesin ini dikawinkan dengan transmisi 6-Speed SKYACTIV-DRIVE, dengan crawl ratio 15.36, dibandingkan dengan HR-V 12.26 dan Outlander Sport. Yang lucu HR-V punya final gear 5.436 sedangkan Mazda 4.325 , tapi rasio gear terendah HR-V cuma 2.256 dan Mazda gear 1 3.552.

Transmisi Mazda terkenal sangat seamless dan cekatan, sehingga tentunya membuat penasaran akan rasa berkendara mobil ini. Sayang waktu itu belum sempat mencoba karena ramai antrian. Maklum barang baru.

Conclusion

Sayangnya mobil ini harganya cukup tinggi. Walaupun sebanding dengan apa yang diberikan, package nya terbilang bagus, semua teknologi baru, tetapi orang yang membeli CX-3 mungkin hanya Mazda-purist atau penggemar Mazda, atau sekelompok orang berduit yang naksir dengan bentuknya. Sangat sulit orang untuk memandang CX-3 sebagai mobil yang sensibel karena harga. Little will appreciate the technology inside this car.

HR-V akan tetap lebih laku karena punya varian bermesin 1.5 Liter yang jauh lebih murah, plus faktor brand Honda, dan sensibel sebagai mobil keluarga dengan kargo dan ruang penumpang luas. Tetapi tidak menyembunyikan fakta bahwa CX-3 adalah mobil yang lebih baik secara package.

Real beater? Yes this car is a real beater. Not mentioning the price, though.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *