Mobil China… Terkenal dengan stereotype mobil kualitas rendah (maaf, memang kenyataan seperti ini). Modal harga murah meriah dengan kualitas….. mengenaskan. Tidak jarang saya membaca keluhan penggunanya seputar kualitas barang yang menyedihkan. Mulai dari kesalahan assembly hingga kesalahan design yang super fatal…

Tidak hanya itu, produk mobil China pun selalu identik dengan plagiasi design. Mobil China kebanyakan mengambil unsur – unsur design dari mobil Jepang atau Eropa.

Chery QQ, mobil China yang sempat ngetren di Indonesia, merupakan “tiruan” dari Daewoo Matiz / Chevy Spark generasi pertama.

Sumber : Paultan

Land Rover RR Evoque dan Land Wind X7 … *sigh*

Sumber : IndiaCarNews

MINI Cooper dan Lifan Panda … Errr

Sumber : NBC News

Geely Merrie 300 dan Mercedes – Benz C-Class W203… *speechless*

Sumber : Barry Thomas

Di Indonesia sendiri…. Ummm… Prestasinya sangat tidak memuaskan. Merek asal Tiongkok di Indonesia tidak pernah bertahan lama. Sebut saya Chery, Geely… terakhir ada ZNA yang merupakan copycat dari Serena.

ZNA Succee… kopian dari Serena generasi C24. 

Sumber : camargus

Nissan Serena C24

Sumber : carspecsguru

Minimnya prestasi mobil China disebabkan oleh image produk nya sendiri yang kurang baik, terutama sejak serangan motor cina (mocin) di tahun 2000an yang laku keras karena murah lalu tiba – tiba hilang karena banyak komplain pengguna yang kecewa.

Menyusul kabar ditutupnya pabrik General Motors Indonesia di Pondok Ungu, beredar kabar pula bahwa fasilitas perakitan tersebut akan digunakan oleh merek Wuling. Wow. Siapa lagi nih?

Berbeda dengan brand Cina lain, Wuling seakan serius menggarap pasar di Indonesia. Dimulai dari perkenalan produk di GIIAS 2016 dengan model Kh**g Gu*n… eh maksudnya Hong Guang dengan model MPV dan harga lebih murah dari Toyota Avanza. Wow!

Wuling Hong Guang… Modelnya seperti tidak main – main, berbeda dengan mobil China kebanyakan yang modelnya tasteless…

(Sumber : RushLane)

Wuling merupakan perusahaan kerjasama dengan SAIC Motors dan GM di bawah nama SAIC-GM-Wuling Automobile. Perusahaan ini establish di tahun 2002. Dan produk Hong Guang diperkenalkan untuk mendapatkan “hati” masyarakat  Indonesia dulu. Yang mengejutkan lagi, kualitasnya tidak lagi seperti prakarya anak SD, terlihat bagus, seperti yang dipaparkan oleh Otodriver.com di video first impression berikut ini.

Well, saya belum liat unitnya sekalipun karena tidak ada di Surabaya, jadi nyomot punya Om Fitra dulu, yak.

Mungkin untuk menghindari kekacauan akibat kemiripan nama dengan biskuit, Wuling Motors mengubah nama Hong Guang menjadi Confero S sebagai model pertamanya.

Wuling Confero S

Sumber : Viva.co.id

Modelnya sedikit berbeda? Yep. Karena Hong Guang di negara asalnya punya banyak varian.  Melihat desain luarnya, terlihat agak sedikit kurang proporsional… Tapi entah kenapa… Lebih nikmat dilihat dari Avanza Veloz dan terasa lebih premium dari rivalnya tersebut. Yang jelas desainnya orisinil. Bukan nyomot unsur desain mobil lain lalu asal ditempel – tempel jadi mobil.

Engine? 1.500cc D-VVT 107PS di 5800 RPM dan torsi 142 Nm di 3800 – 4400 RPM. Konon menggunakan mesin buatan GM. Diberi pilihan transmisi manual 5-speed saja. Sayang sekali tidak ada matiknya. Masih lebih rendah dari Honda Mobilio yang paling bertenaga disini, tapi seimbang dengan Avanza Veloz…

 

 

Emmm yah… tipikal mesin Chevrolet.

Sumber : modifikasi.com

Yang mengagetkan lagi adalah harganya, hanya 130 juta-an. Wow. Padahal Honda Mobilio dan Toyota Avanza entry level saja sudah menyentuh 200 juta-an. 130 juta itu setara dengan harga LCGC, lebih murah dari Agya 1200 cc.

Well, harapan saya semoga Wuling tidak mengulangi dosa – dosa leluhurnya pabrikan Cina yang sempat bersaing disini, apalagi membawa nama GM. Dan masuk ke kelas MPV murah merupakan langkah awal yang baik, artinya Wuling betul – betul paham selera konsumen Indonesia.

Lalu menyoal customer service ? Berikut berita yang dikutip dari Ototaiment.

Untuk mendukung hal tersebut, Wuling tak mau gegabah dan mengaku telah memikirkan rencana hulu ke hilir yang matang. Mereka tentu tak ingin bernasib sama seperti produsen asal China lainnya yang nasibnya kini entah kemana. Salah satu yang menjadi prioritas Wuling adalah dengan menyiapkan jaringan dealer dan service center yang memadai di 50 titik sebelum Confero S resmi meluncur. Melalui komitmennya ini, Wuling berharap agar masyarakat tidak perlu ragu untuk membeli produk Wuling, karena layanan purnajual tersedia di banyak lokasi. – Ototaiment

http://www.ototaiment.com/2017/05/26/20560/yakinkan-calon-konsumen-wuling-akan-bangun-50-dealer-resmi-sebelum-menjual-confero-s/

One thought on “Another Chinese Auto : WuLing ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *