Jagat otomotif Indonesia seminggu terakhir ini begitu ramai. Ramai karena akhirnya…. Setelah sekian lama… Produk Mitsubishi yang sudah dipamerkan dalam rupa konsep dimana – mana ini keluar juga versi produksi massal nya.

XM Concept, mobil ini memiliki konsep Crossover MPV seperti Honda BR-V, diperkenalkan sekitar 1 tahun yang lalu dan disinyalir akan menjadi kuda hitam di kelas small MPV.

Sumber : Otospirit

Mitsubishi Motors Kramayudha Sales Indonesia akhirnya mengungkap sosok Mitsubishi Small MPV – yang gosipnya akan diberi nama XPander. Publik penasaran karena Mitsubishi mengklaim bahwa bentuk asli mobil ini tidak akan berbeda jauh dari konsepnya.

Siluet yang dibocorkan beberapa hari sebelum peluncuran

Sumber : c-magazine

Mitsubishi belum secara official merilis nama asli dari produk ini, tapi menurut gosip yang beredar akan diberi nama Xpander. Mirip dengan konsep? Yep, memang bisa dilihat sendiri mobil ini tidak jauh dari konsepnya. 

sumber : liputanpedia

Sumber : Carscoops

Gambar bagian belakang mobil

Sumber : motor1.com

Bentuk mobil ini layaknya mini Pajero Sport dengan muka yang menonjolkan kesan futuristis seperti Pajero Sport. Lampu utamanya adalah yang besar di bawah bukan yang atas, mirip dengan Nissan Juke. Secara bentuk – tidak ada komplain, terlihat lebih mahal dari kelas harganya.

Tidak sampai di situ saja, interior pun masih menyerupai konsepnya.

Versi Konsep. 

Sumber : Solopos

Yep, layout nya mirip, hanya berbeda sedikit di setir, cluster, dan AC. Mitsubishi tidak main – main mengatakan mobil ini 80% mirip dengan konsepnya. 

Sumber : PerformanceDrive Australia

Well, so far, mobil ini membuat banyak sekali hype. Banyak orang yang berminat dan langsung menyukai mobil ini. Saya pribadi belum melihat aslinya, tapi memang saya akui bentuk mobil ini sangat menggoda.

Tapi begitu berlanjut ke spesifikasi teknis, berbeda dengan Pajero Sport yang dulu saya sangat antusias karena spek teknisnya begitu mengagumkan. Sudah modelnya keren, paling canggih di kelasnya pula. 4N15 Diesel MIVEC + 8-speed Automatic. Sampe Fortuner baru saja terasa obsolete karena secara spek dan kualitas Pajero Sport jauh di atas Fortuner baru.

Di mobil ini, tidak demikian. Entah kenapa speknya terasa biasa saja.

Oke, saya tidak meributkan soal kualitas atau fitur karena belum lihat sendiri, tapi kabarnya mobil ini akan menggunakan mesin 1.5 Liter DOHC MIVEC – belum keluar juga speknya seperti apa, tapi paling mungkin menggunakan mesin berkode 4G15.

Gambaran spek Mitsubishi Xpander 

Sumber : Mobil123

Hal lainnya dan ini mungkin akan membuat saya berpikir 2x untuk membeli mobil ini (kalo ada duitnya, yah saya bukan tipikal buzzer yang gak ada duit sok-sok bilang mending yang ini mending yang itu, jadi ngaku aja gak punya duit) adalah transmisinya. 4-speed konvensional… What in the world is this ?

Saya nggak akan mempermasalahkan mobil ini pakai 4-speed kalau dia mereknya Toyota atau Suzuki yang masih berkutat dengan transmisi zaman batu tersebut. Ini Mitsubishi loh, yang sanggup mengawinkan mesin diesel bertenaganya dengan transmisi 8-speed yang terdengar sophisticated (well, it actually is) dan menggunakan transmisi CVT yang canggih di mobil – mobil seperti Outlander Sport – Crossover SUV yang masih sanggup bikin malu CX-3 dan HR-V karena suspensi belakangnya multi-link di saat dua lawannya menggunakan torsion beam. Lalu mobil kutu seperti Mirage, produk termurah mereka – yang dipuja puji disini tapi dihujat semua belahan bumi lain karena driving dynamics yang buruk – well orang Indonesia gak akan terlalu peduli driving dynamics juga sih, penting iriiiit.

Tapi 4-speed di sebuah mobil yang berlogo tiga berlian, yang terkenal akan kecanggihan teknologi dan breakthrough nya, memberikan suatu kesan yang konservatif – jauh dari kesan canggih, kesan yang pertama muncul ketika melihat bentuknya. Oke banyak orang benci CVT, tapi saya akan lebih appreciate mobil ini jika dipadu dengan transmisi CVT – at least, CVT lebih relevan untuk mobil keluarga yang tidak butuh rasa “fun”. Aneh sekali rasanya mendengar sebuah Honda BR-V atau Mobilio punya transmisi lebih canggih ketimbang sebuah mobil dengan logo tiga berlian. CVT Mitsubishi tidak pelan, tidak buruk juga, dan bukannya pakai CVT akan lebih memudahkan Mitsubishi soal spare parts Xpander ? Jika orang selama ini memprotes CVT, saya justru minta CVT – karena alasan yang logis, bukan baper ngomong CVT gak ada rasa kencengnya dan gak spirited – ini MPV, bukan sports car.

Kelemahan transmisi gir 4-speed adalah rasio girnya yang tidak fleksibel. Karena gigi akhir (gigi 4) nya biasanya overdrive gear, sehingga yang terpakai buat akselerasi adalah gigi 1 – 2 – 3, pengaturan rasio harus benar – benar cermat antara mengejar torsi atau nafas. Dilemanya adalah mesin Mitsubishi biasa punya nafas yang panjang seperti mesin VTEC Honda. Jika diberi rasio gir rapat untuk mengejar torsi, potensi mesinnya akan terbuang percuma dan jadi boros karena hanya 4 speed, jika diberi rasio gir halus supaya nafasnya panjang, torsinya yang akan jadi korban.

Mungkin karena harga mobil ini hanya 1/2 nya Pajero Sport, jadi jumlah gigi nya juga dikurangi 1/2 dari 8 jadi 4 ?

Tapi kembali lagi, spek resmi belum revealed ke publik secara utuh, unit test drive juga pastinya belum ada. Ini hanya unek – unek saya dan prediksi saja, kesan saya tentunya bisa berubah jika sudah test drive. Tentu saja 4-speed di mobil ini bisa termaafkan apabila performanya baik, mampu memadukan antara torsi dan karakter mesin secara sempurna. Saya masih punya kepercayaan Mitsubishi adalah pembuat mobil yang baik, karena saya bukan tipikal buzzer asal ngomong yang baperan tanpa liat fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *