Sehari sebelum menghadiri pameran GIIAS, seorang rekan yang juga aktivis di E46 Indonesia menawarkan untuk mencoba mobilnya dan mobil salah seorang rekan lain.

Well, saya pun menerima tawarannya untuk mencoba, kebetulan salah satu generasi BMW lawas yang merupakan favorit saya. Walaupun yah sayangnya bukan E46 bermesin 6 silinder, keduanya 4 silinder, padahal penasaran juga dengan E46 bermesin 6 silinder seperti 325i, karena sempat merasakan seri sebelumnya E36 323i bertransmisi manual dengan kondisi sangat bagus.

Satunya facelift dengan mesin berkode N42 dan non-facelift dengan mesin berkode M43.

Sebelum masuk, saya akan menjelaskan dulu apa bedanya N42 dan M43.

M43 Engine

Mesin ini merupakan penerus dari M40 engine, berteknologi SOHC, 4 silinder, belum dilengkapi VANOS. Mesin ini berkapasitas dari 1.600cc sampai 1.900cc. Yang dipasang di E46 adalah M43TU berkapasitas 1.900cc.

Tampilan mesin M43TUB19 di 318i E46 non-Facelift (E46 Blogger)

Power rating di 118 HP @ 5500 RPM dan torsi 180 Nm @ 3900 RPM. Sangat kecil jika dibandingkan dengan mesin sekarang.

M43 teknologinya masih tergolong konvensional, dan menurut beberapa pakar BMW, M43 ini bisa di upgrade / bore up sampai 2.200cc. Berbeda dengan N42 yang tidak bisa dilakukan bore-up karena memiliki jalur pendingin di luar blok silindernya.

N42 Engine

N42 adalah penerus dari M43 yang sudah lebih advanced, mungkin masih layak dibandingkan dengan mesin mobil Jepang modern. Mesin ini sudah DOHC, dilengkapi VANOS dan Valvetronic, berkapasitas 1.800 sampai 2.000 cc.

BMW N42B20 Engine (australian car review)

318i E46 versi Indonesia menggunakan N42B20 2.000cc bertenaga 141hp @ 6000 RPM dan 200 Nm @ 3750 RPM. Figur power dan torque nya masih layak disandingkan dengan mesin mobil Jepang modern. Ambillah contoh Honda Civic 1.800cc saya yang punya power 141 hp dan 174 Nm, power boleh sama tapi torsi di 318i jauh lebih besar, mungkin ini juga mengantisipasi karena E46 punya gerak rear-wheel drive sehingga drivetrain loss lebih besar. Tapi untuk mobil tahun 2000an awal, ini cukup besar.

Driving it

318i M43

Sesuai saran dari rekan saya, “lu mending coba yang M43 dulu”, saya langsung melompat ke E46 M43. Atur posisi duduk dan langsung berjalan. Saat itu pukul 12 malam di daerah sekitar ICE – BSD sehingga kondisi cukup kondusif untuk merasakan performance nya.

Power di low-end tergolong cukup linear karena torsi 180 Nm sudah didapat di 3900 RPM, tapi ketika dibejek full throttle, rasanya mobil ini enggak ngejambak. Datar-datar saja, serasa naik Toyota Yaris – dibejek dan enggak dibejek rasanya ya begitu, dan gearing mobil ini yang panjang – panjang memberikan kesan mobil ini agak “lemot”. Pikir saya, ah mungkin ini karena mobilnya seri 318i jadi ya wajar lemot.

Transmisi mobil ini menggunakan 4-speed buatan GM – yang entah kenapa juga salah satu faktor pendukung “lemot” nya mobil ini. Transmisi ini sangat malas kickdown ditambah mesin yang tidak terasa apa – apa ketika di kickdown…

Pengendalian mobil ini rasanya sangat khas BMW lama, padat dan mantap, sayangnya entah karena belum di spooring oleh pemiliknya atau memang rack steernya bermasalah, setirnya agak terasa melayang dan ada speleng cukup besar – terutama di kecepatan rendah sangat terasa. Setup suspensi E46 nampaknya lebih soft ketimbang E36 sehingga bodyroll lebih terasa, walaupun diklaim kekakuan chassis di E46 ini 70% lebih kaku ketimbang E36.

Sayang karena tenaga mesin yang pas – pasan mobil ini tidak dapat melakukan powerslide.

318i N42

Selesai saya mencoba 318i M43 dan menyeruput kopi sambil nongkrong di pinggiran ICE BSD, saya akhirnya berpindah ke 318i facelift N42.

Secara spec sheet tenaga lebih besar 23hp dan torsi lebih besar 20Nm berkat teknologi valvetronic dan VANOS, membuat E46 bermesin N42 jauh lebih bersemangat ketika dipacu kencang.  Perbedaan lain dari E46 M43 dan N42 lainnya adalah di N42 sudah menggunakan throttle-by-wire. Memang “feel” nya tidak se-direct M43 tapi secara performa keseluruhan N42 jauh lebih memuaskan. Sebagai pengguna Honda, mungkin rasa N42 ini seperti mobil ini punya VTEC switchover – walaupun sebetulnya cara kerja valvetronic jelas berbeda dengan VTEC yang sangat kentara switchover nya. VTEC menggunakan secondary cam (high-profile cam, atau economy cam di versi VTEC “Eco”), sedangkan Valvetronic menggunakan suatu mekanisme yang jauh lebih rumit – sekaligus lebih fleksibel. Sedikit penjelasan tentang Valvetronic, saya gak punya cukup kualifikasi untuk menjelaskan, jadi biarkan video ini berbicara.

Engineering Explained – What is Valvetronic ?

Jelaslah dari sistem kerjanya Valvetronic jauh lebih advanced dari VTEC – walaupun punya prinsip yang sama. Plus VANOS di kedua sisi intake dan exhaust. Perbedaan VANOS dan Valvetronic – kalau Valvetronic mengatur besaran lift (bukaan katup) sedangkan VANOS itu semacam Variable Valve Timing (VVT) – mengatur timing bukaan sesuai kebutuhan.

Mesin N42 karakter tenaganya cukup merata, bawah kuat atas juga masih ngisi. Walaupun tenaganya mirip dengan Honda Civic 1.8 tapi mesin ini tidak kalah bersemangatnya. Mengubah pandangan saya yang awalnya meremehkan BMW bermesin 4 silinder. Yah walaupun tetap saya akan mengincar versi 325i – kalau punya kesempatan untuk beli. Deruman 6 silinder sulit tertandingi – apalagi di era sekarang dimana mesin 6 silinder N/A semakin langka. Well… Mendengar 330i bermesin 4 silinder turbo itu sangat aneh…

Transmisi mobil ini menggunakan 5-speed buatan GM, dan walaupun bukan transmisi yang cepat tapi setidaknya dibandingkan dengan Honda Civic 1.8, transmisi 5-speednya lebih cekatan.

Soal pengendalian… well saya tidak bisa compare keduanya karena suspensi E46 facelift ini standar sedangkan yang non-facelift sudah ceper. Tapi jika dibandingkan dengan E36, tetap sama – terasa set suspensi E46 lebih ke empuk dibanding E36 323i yang pernah saya coba sehingga bodyroll lebih terasa, tapi sasis terasa lebih solid di E46. Steering, E46 facelift ini setirnya lebih “waras”, tidak terlalu banyak speleng walaupun ada narik ke kiri sedikit.

Keunikan lain dari E46 facelift ini adalah remnya seakan punya 2 level injakan – level pertama ketika kita injak setengah dia akan ngerem halus, dan level kedua ketika kita injak dalam seakan booster rem memberikan daya lebih untuk menghentikan mobil. Fitur safety yang cukup baik.

Mobil ini tetap tidak bisa sliding… Mungkin tenaganya kurang kuat…

 

 

Problems 

Menurut pemiliknya, problem di E46 318i hanya kebocoran – kebocoran di paking (gasket) saja. Tidak ada problem serius yang membuat mobil ini terkesan sangat rewel – karena image mobil Eropa lawas itu “rewel”. Asalkan dirawat dan dipakai tiap hari mobil ini sama kuatnya dengan sedan – sedan Jepang, and i’m serious about this. Kebanyakan sedan Eropa yang banyak trouble justru yang jarang dipakai. E46 ini keduanya dipakai beraktivitas sehari – hari oleh pemiliknya dan jarang sekali trouble.

Problem kedua di interior yang jadi sarang serangga – padahal pemiliknya tergolong bersih dan tidak ada sisa makanan di mobil. Konon banyak sekali yang mengalami problem ini.

Used Prices

Harga bekas E46 berkisar antara 80 sampai 130 juta tergantung versi dan pemakaian. Versi yang paling umum adalah 318i dan 325i dan semuanya bertransmisi automatic. Sedangkan versi langka seperti 330i dan 330Ci harganya cukup gelap pastinya. Apalagi M3.

Conclusion

Salah satu generasi BMW lama yang layak untuk dikoleksi. Bentuknya masih layak disandingkan dengan sedan – sedan modern, bagi saya secara subjektif styling E46 ini sama abadinya dengan styling Honda Civic FD1 yang simpel tapi terlihat mewah dan berkelas. Salah satu proyek dimana mantan chief designer BMW Group yang terkenal akan kontroversinya dalam mendesain mobil – Christopher Edward Bangle a.k.a “Chris Bangle” ikut terlibat. Mobil ini layak untuk dikoleksi – hanya karena desainnya saja.

Tapi bagi penikmat BMW sejati, tentu versi 6 silinder seperti 325i dan 330i akan lebih menggoda untuk dikoleksi.

Hanya saja harus berhati – hati ketika berburu unit, karena mobil ini usianya sudah cukup tua dan rata – rata jarang digunakan sebagai kendaraan harian.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *