Mitsubishi Motors Kramayudha Sales Indonesia (MMKSI) memanfaatkan momen pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show kemarin tanggal 10 sampai 20 Agustus 2017 dengan meluncurkan small-MPV terbarunya.

Yak, MPV yang tidak diketahui namanya ini pun akhirnya resmi diboyong dengan nama : Xpander. Kemunculan makhluk ini pun seketika membuat booth Mitsubishi di GIIAS seketika berubah menjadi seperti…. pasar tumpah. Ibarat kaum ibu – ibu liat tulisan SALE 90% di pusat perbelanjaan, yah, seperti itu. Salesperson pun ikut senang karena kebanjiran SPK.

Sebenarnya mengapa sih Xpander begitu populer ? 

Mungkin kita ingat dengan mobil konsep yang selalu diboyong oleh Mitsubishi ini.

Mitsubishi XM Concept (indiansautoblog)

Menghadiri pameran besar dimanapun, Mitsubishi selalu membawa mobil ini untuk diperkenalkan ke publik sebagai konsep MPV-Crossover, dan janji akan dimunculkan pada tahun 2017 ini, tapi belum ada satupun orang yang tau bentuk aslinya.

Memanfaatkan rasa penasaran konsumen, di tengah pertarungan 3 brand besar untuk tahta small MPV : Toyota (Daihatsu), Honda, dan Suzuki yang semakin lama semakin menjenuhkan, lalu studi pasar yang dilakukan terus menerus, akhirnya versi produksi diperkenalkan di awal sebagai “Mitsubishi Next Generation MPV” .

Mitsubishi belum merilis nama resmi nya waktu awal unveiling kepada awak media (oto.com)

Sampai pada tanggal 10 Agustus, mobil ini resmi diluncurkan dengan nama : Xpander. Sekaligus world premier dari MPV Mitsubishi yang ini. Pertama kali mobil ini dirilis ke publik dan bahkan dunia.

World Premier Mitsubishi Xpander (youtube dapurpacu.com)

Diperkenalkan dalam 6 trim : GLX M/T, GLS M/T, Exceed M/T, Exceed A/T, Sport A/T, dan Ultimate A/T. Harga dari 189 juta sampai 243 juta on-the road DKI.

Kombinasi tampang yang keren dan rentang harga yang cukup luas dan bersaing serta spek yang memadai, plus nama besar Mitsubishi yang terkenal sebagai mobil yang tangguh. Jelas saja publik begitu bersemangat melihatnya. Bahkan konon sampai hari ini Xpander sudah mengantongi lebih dari 10.000 SPK !

Well, saya termasuk orang yang agak skeptis melihat ini hanya overhype saja, dan dengan rasa penasaran pada tanggal 18 Agustus saya ke pameran GIIAS pukul 11 pagi langsung mendatangi booth Mitsubishi dan melihat benda yang bisa dibilang fenomenal ini.

Meskipun Mitsubishi memajang produk lain seperti Pajero Sport CKD, Mirage, dan Outlander Sport Action, ketiga lineup tersebut “dikacangin”.

And I do really impressed. Berikut beberapa pengamatan saya terhadap Mitsubishi Xpander.

Styling

Gaya desain Xpander mengikuti kakaknya, Pajero Sport. Jika dipajang bersebelahan Xpander terlihat seperti mini Pajero Sport. Walaupun tentu saja Pajero Sport terlihat lebih gagah. Lampu menggunakan format seperti Nissan Juke : bagian atasnya lampu posisi, yang di bawah baru lampu utama. Desain yang cukup unik…

80% mobil ini sangat mirip dengan versi konsep, termasuk bagian belakang yang terlihat sangat mirip dengan SUV merek sebelah : X-Trail. Tapi saya pribadi sangat menyukai styling bagian belakangnya.

Velg mobil ini berukuran 16 inch dengan warna two-tone seperti Avanza Veloz dan Mobilio RS. Ban berukuran 205/55/16. Terbesar di kelasnya.

Secara styling jelas mengungguli rival yang manapun,  terlihat gagah dan mungkin lebih layak disebelahkan dengan Kijang Innova baru ketimbang Avanza Veloz. Melihat exteriornya sudah merupakan daya tarik tersendiri.

Interior

Jujur saja saya tidak terlalu banyak mengamati bagian interiornya, yah sekali lagi, ramai sekali. Susah cari angle foto yang cocok.

Ini adalah interior Xpander tipe Ultimate, untuk tipe Sport diberi warna hitam. Di tipe Ultimate ini cukup cantik desainnya, dengan beberapa sentuhan panel kayu di doortrim dan dasbor. Memberikan kesan lebih mewah ketimbang lawan – lawannya.

Plastik – plastiknya terlihat sangat berkualitas, padat ketika disentuh. Cukup takjub juga pertama melihatnya walaupun ada jait – jaitan palsu.

Blower AC belakangnya rapi dan switchnya terasa cukup bagus dipegang.

Untuk baris kedua saya nilai cukup ruangnya, dan baris ketiga standar saja tidak terlalu luas maupun terlalu sempit. Tidak ada fotonya.

Powertrain & Test Drive

Xpander diberi jantung berkode 4A91 dengan tenaga 104 hp @ 6000 RPM dan 141 Nm @ 4000 RPM. Mobil ini berpenggerak Front-wheel Drive. Perbandingan dengan lawan – lawannya :

Honda Mobilio / BR-V 118 hp @ 6600 RPM dan 146 Nm @ 4600 RPM. FWD.

Toyota Avanza Veloz 1.5 104 hp @ 6000 RPM dan 136 Nm @ 4200 RPM. RWD.

Suzuki Ertiga 1.4 bensin 92 hp @ 6000 RPM dan 130 Nm @ 4000 RPM. FWD

Suzuki Ertiga 1.3 Diesel 90 hp @ 4000 RPM dan 200 Nm @ 1750 RPM. FWD

Wuling Confero S 1.5 107 hp @ 5800 RPM dan 142 Nm @ 3800 – 4400 RPM. RWD.

Jadi on paper figur performanya bisa dibilang biasa saja. Tidak terlalu spesial, tapi ideal untuk perkotaan ketimbang Honda Mobilio yang memiliki mesin khas Honda : punya rev limit tinggi.

Mesin ini dipadukan dengan transmisi 4-percepatan Automatic konvensional. Di kelas ini memang hanya Honda Mobilio yang menggunakan CVT, baik Avanza dan Ertiga bensin masih menggunakan 4-percepatan dan hanya transmisi manual 5 percepatan di Suzuki Ertiga Diesel dan Wuling Confero S.

Sayangnya belum ada data rasio gir dari Mitsubishi Xpander.

Antrian test drive Mitsubishi Xpander begitu ramai, saya awalnya datang pukul 11 pagi saat sepi, tapi salesperson menyarankan saya kembali pukul 1 siang karena itu bertepatan dengan hari Jumat sehingga test drive baru dilaksanakan setelah shalat jumat. Saya kembali ke booth Mitsubishi pukul 3 sore karena terlalu asik berkeliling. Salesperson mendaftarkan saya dan saya mendapatkan nomor antrian 109, di saat antrian baru jalan sampai nomor 73. Wow!

Okelah… Daripada dilewatin mending saya nunggu di sana. Hampir sejam nunggunya. Ada 2 unit yang dipakai untuk test : Tipe Sport berwarna merah dan tipe Ultimate berwarna silver. Saat dapat antrian saya kebagian tipe Sport.

Rintangan di area test drive berupa ramp naik tanjakan dan speed trap cukup tinggi, lalu putarbalik lurusan panjang. Cocok untuk menguji kapabilitas mobil ini.

Masuk mobil dan setel paling rendah, ternyata masih tidak bisa rendah. Defaultnya mobil ini cukup tinggi, tapi pandangan luas dan bagusnya : setir bisa tilt dan teleskopik. Tidak menyiksa seperti Avanza yang tinggi tapi tidak bisa diapa – apain. Preference pribadi, lebih suka posisi mengemudi di Mobilio. Krn saya pengguna sedan.

Setir cukup ringan, nyaman untuk penggunaan sehari – hari. Tetapi hal yang paling saya salut adalah ketika melewati gundukan. Jika ini adalah Toyota Avanza atau Suzuki Ertiga, mungkin penumpang akan terguncang-guncang di kabin karena lembut. Jika ini adalah Honda Mobilio, mungkin akan terasa melompat – lompat karena keras. Intinya setting suspensi di mobil seperti ini akan sangat susah menemukan yang paling ideal. Mitsubishi berhasil memadukan keduanya. Xpander begitu tenang melewati gundukan – gundukan tersebut. Bahkan menurut butt-o-meter saya lebih tenang daripada All New Kijang Innova.

Mengapa bisa seperti itu ? 

Penyebabnya adalah teknologi shock absorber valve yang diaplikasikan baik di suspensi depan maupun belakang. Shock absorber valve ini berfungsi untuk menyerap guncangan berlebih dan membuat rebound suspensi menjadi lebih halus, sehingga tidak membuat mobil terguncang – guncang di jalanan tidak rata sekaligus membuat mobil lebih stabil di kecepatan tinggi.

Teknologi Shock Absorber Valve di Xpander, konon diadopsi dari milik Lancer Evolution X. (Mitsubishi bintaro)

Pertama saya pikir, heboh amat koar – koar teknologi suspensi Evolution. Saya pikir pakai multi-link, kok canggih sekali mobil seperti ini suspensi belakang multi-link. Ternyata hanya shock absorber valve nya saja.

Pengujian performa, tenaga mobil ini biasa saja, cukup untuk perkotaan. Karakter tenaganya cukup rata sampai 6000 RPM. Mobil bahkan terkesan agak berat. Tapi tentu performa bukan tujuan utama orang beli mobil keluarga.

Bagi kaum berkaki berat yang menyukai performa tinggi nampaknya akan lebih puas mengemudikan Mobilio yang memiliki tenaga lebih besar.

Initial Verdict

Bukan kesimpulan akhir, masih belum sempat melakukan pengujian secara lengkap.

Secara overall, Xpander bisa dibilang yang terbaik di kelasnya untuk saat ini. Tapi sekarang kembali lagi sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen.

Xpander punya tampang dan kualitas yang overall sangat baik, Mobilio punya mesin dan pengendalian yang seperti sedan, Ertiga punya varian mesin diesel, Wuling Confero S punya harga paling murah dan spek paling lengkap, Toyota Avanza/Daihatsu Xenia….. Mungkin merek dan harga jual kembali ?

Secara sekilas memang cocok dikatakan next-generation family car… Semoga saja bukan sekedar overhype semata. Untuk konsumsi bahan bakar masih belum ada data lengkap karena belum dilakukan pengujian secara komprehensif.

Sekedar informasi bahwa Xpander baru mulai produksi pada bulan September 2017 dan delivery sekitar bulan Oktober – November. Dengan antrian indent yang sedemikian, nampaknya konsumen harus bersabar. Semoga saja tidak sekedar over-hype dan semoga saja membludaknya pesanan tidak mengorbankan quality control mobil ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *