5-series merupakan midsize executive sedan yang juga salah satu andalan BMW untuk bertarung di kelas luxury-car di Indonesia. Lawan sepadan mobil ini adalah Mercedes Benz E-Class, Jaguar XF, dan Audi A6.

Kelas midsize-executive meskipun tidak se-kacang goreng kelas compact-executive seperti 3-series dan C-Class, tapi kelas midsize-executive ini cukup populer di kalangan para bos. Walaupun masih ada 7-series dan S-Class, tapi bagi banyakan bos, midsize executive sudah lebih dari cukup untuk sekedar mendongkrak status sosial.

Selain itu kelas ini juga masih ideal untuk disetir sendiri maupun disupirin karena memiliki ruang kabin luas tapi dimensi tidak terlalu bongsor seperti kelas large-executive sedan semacam S-Class dan 7-series.

Kali ini yang akan kita bahas adalah generasi terbaru dari BMW seri-5. Baru saja diluncurkan di Indonesia pada gelaran GIIAS 2017 kemarin dan di kota Surabaya tanggal 4 September kemarin. Sebetulnya saya agak kurang semangat membahas mobil Jerman zaman sekarang karena…. terlalu generik. Terutama BMW dan Mercedes-Benz.

Styling

5-series terbaru ini pun tidak terkecuali. Tampilan tidak mudah di-notice. Generik, sulit dibedakan secara sekilas dari model BMW lainnya. Meskipun lebih baik dari Mercedes-Benz karena masih bisa dibedakan.

Well, generik tidak selalu buruk. Saya tidak bilang desain BMW seri-5 terbaru berkode G30 ini buruk. Tetap terlihat ganteng. Sekilas terlihat seperti seri-7 G12 versi lebih kecil. Grill depannya memiliki fitur shutter seperti seri-7 juga, untuk mereduksi hambatan udara / drag di kecepatan tinggi.

Bagian belakang seri-5 terkesan seperti seri-3 versi bongsor. Errr yes… Terlihat generik dan sulit dibedakan jika dari jauh.

 

Ventilasi pendingin rem, saya rasa ini ngambil dari seri-7 juga.

G30 5-series selain ditawarkan dalam versi bensin 530i juga ditawarkan versi diesel 520d. Perbedaan paling kentara di luar adalah desain velg nya. Baik versi bensin dan diesel menggunakan velg 225/55/17 dibalut ban Pirelli Cinturato P7.

Desain velg versi bensin

BMW 520d, perbedaan di luar ada di velg.

Desain velg milik versi Diesel.

Tapi rasanya, generasi E60 racikan mbah Bangle jauh lebih berkarakter desainnya. Generasi mbah Bangle memang penuh kontroversi – tapi saya jujur lebih suka BMW era itu, penuh dengan karakter desainnya.

BMW 5-series E60, generasi BMW seri-5 favorit saya. Terlihat sangat berbeda dan berkarakter. (carthrottle)

Interior

Interiornya plek… sangat plek dengan seri-7 nya. Hanya dengan finishing tombol – tombol yang tidak sehalus seri-7. Sesuai dugaan saya bahwa semua design cue di seri-7 terbaru akan diadopsi oleh seri – seri BMW yang lain, sudah terbukti di seri-5 terbaru ini.

Display LCD TFT yang juga meniru seri-7.

Controller iDrive dan tuas transmisi bentuk joystick yang sama. Sistem iDrive nya juga sama persis dengan seri-7.

Monitor besar untuk penumpang belakang yang nampaknya ngambil dari seri-7 (lagi)

Vent AC di pilar supaya para bos tidak kepanasan.

Speaker dengan harman/ kardon.

Posisi duduk baris kedua, surprisingly cukup nyaman dibanding generasi F10 

Engine and Powertrain

Seri-5 terbaru baik diesel dan bensin berkapasitas 2.000cc dengan TwinPower Turbo.

Mesin bensin berkode B48B20 bertenaga 248 hp @ 5200 – 6500 RPM dan torsi sebesar 350 Nm rata dari 1450 sampai 4800 RPM. Melihat figurnya saja nampaknya mobil ini memiliki powerband yang cukup luas. Mesin ini juga dipasang di BMW 330i dan BMW 730Li. Seperti kebiasaan merek Jerman menggunakan mesin sama di semua lineup (walaupun Jepang juga sudah mengikuti sekarang). Dipadukan dengan 8-speed Steptronic buatan ZF.

Sayangnya, ini mesin 4 silinder bukan 6 silinder segaris yang ikonik khas BMW. Versi 6 silinder segaris bernama 540i bermesin B58B30 3.000cc bertenaga 335hp @ 5.500 – 6500 RPM dan torsi 450 Nm @ 1380 – 5200 RPM masih belum dimasukkan oleh BMW Indonesia. Well, rasanya kalaupun masuk juga tidak akan pengaruh ke penjualan karena pembeli segmen ini tidak terlalu peduli dengan tenaga dan driver excitement.

Tampilan mesin B48B20

Sedangkan mesin Diesel diberi kode B47 bertenaga 188 hp @ 4000 RPM dan torsi 400 Nm @ 1750 – 2500 RPM. Mesin Diesel ini nampaknya kurang cocok bagi yang suka injak gas dalam karena figurnya biasa saja. Tapi lebih cenderung ke orang yang kalem – mungkin figur tenaga ini lebih cocok dibandingkan dengan 520i daripada 530i, tapi 520i belum dimasukkan oleh BMW Indonesia.

Tampilan mesin B47 Turbodiesel

dan di kap mesin juga terdapat chassis reinforcement seperti di seri-7.

 

BMW seri-5 menggunakan kombinasi material aluminium dan ultra-high tensile steel yang diproses secara deep-drawing dan multiphase sehingga membuat mobil ini memiliki bobot total lebih ringan 100 kg dari pendahulunya walaupun tidak menggunakan Carbon Core seperti seri-7.

Material Ultra-High Tensile Steel di G30 (youwheel)

Material Aluminium di G30 (youwheel)

Suspensi depan F10 maupun G30 tetap sama menggunakan double-wishbone. Desain masih tetap sama.

Desain suspensi depan BMW 5-series F10 (youwheel)

Desain suspensi depan G30, masih sama (youwheel)

Perbedaan ada di belakang, di G30 menggunakan 5-link design, lebih tradisional dibanding H-arm design di F10 yang lama.

H-arm design di F10 (youwheel)

5-link di G30 (youwheel)

Perbedaan desain suspensi belakang F10 (kiri) dan  G30 (kanan). (youwheel)

Pertimbangan BMW mengganti suspensi H-arm design yang lama ke 5-link adalah fleksibilitas untuk mengatur geometri roda untuk memaksimalkan handling. Kekurangannya, jelas 5-link membutuhkan ruang lebih banyak.

Sumber artikel lengkap ada di http://youwheel.com/home/2016/10/21/technical-analysis-the-all-new-2017-bmw-5-series-g30/ .

Initial Conclusion

Secara sekilas, mobil ini terlihat sangat generik dengan seri BMW lain terutama seri-7. Terlihat seperti seri-7 versi kompak dan paket hemat. Sisi positifnya, anda tidak perlu beli seri-7 untuk mendapatkan “tampilan” dan fitur seri-7 karena nyaris semua fitur utama seri-7 sudah ada di sini. Fitur seperti kunci yang mirip smartphone juga sudah tersedia, walaupun kunci ini agak ribet karena harus di-charge. Setidaknya bisa dibawa untuk pamer supaya disangka bawa seri-7.

Entahlah, apakah generik itu sesuatu yang positif atau negatif, hanya anda yang mampu beli yang bisa jawab.

Harga mobil ini adalah sekitar 1,2M – 1,3M OFF. Cukup tinggi, tapi sekilas melihat teknologinya sepertinya sangat layak diberi harga segini.

Belum sempat dilakukan pengetesan, semoga saja unit testnya segera tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *