Ah Amerika… Selain terkenal dengan glamornya kehidupan di sana, Amerika juga punya sisi romantis : countryside. Jalan – jalan di pinggir kota yang lebar membentang di antara padang rumput yang hijau, dan panjang untuk dinikmati sambil bersantai mendengar lagu – lagu klasik.

(pinterest)

Di jalan – jalan seperti ini, terbayang kita bisa melakukan apapun dengan mobil bermesin besar maupun kecil, dari sports car sampai SUV besar sekalipun. Jalan yang begitu sepi, panjang, dan tenang.

Dan Honda seakan menggunakan jalan – jalan di countryside Amerika ini untuk mengembangkan CR-V terbaru.

Jadi, saya tidak akan mulai dengan hal – hal baru di Honda CR-V generasi 5 karena sudah terlalu banyak dibahas. Tetapi jika sebelumnya kita membahas Renault Koleos yang terasa sangat Eropa, kini kita akan membahas mengapa Honda CR-V terbaru, meskipun ia merek Jepang, tapi terasa sangat Amerika.

Tidak salah kita menyebut Honda CR-V terbaru ini sangat Amerika sekali, karena memang pengembangan Honda sekarang kebanyakan dilakukan di Amerika – sama dengan yang mereka lakukan dengan Honda Civic dan Honda Accord.

Styling

Bukan kesan metroseksual lagi yang ingin ditonjolkan oleh Honda. CR-V terbaru terlihat berotot dan maskulin, jika logo Honda nya ditutup, saya yakin banyak yang mengira mobil ini adalah sebuah Chevrolet atau Ford.

Tampak depannya cenderung mengotak, dengan lampu LED signature Honda yang begitu cantik di malam hari. Tidak terlihat terlalu berlebihan seperti Renault Koleos.

Sebuah unit CR-V Prestige milik salah seorang rekan, berwarna hitam.

Profil wheel arch yang besar dan roda yang lebar membuatnya sangat kekar. Ia tidak bermain clean lines seperti di Koleos, ataupun sporty seperti di Mazda. Desainnya tidak clean, tapi juga tidak sporty.

Di bagian belakang terlihat begitu cantik, dan tidak terkesan gemuk seperti CR-V sebelumnya. Lampu belakangnya pada saat menyala mengingatkan pada Lexus RX200t terbaru.

Roda mobil ini menggunakan ukuran 18 inch, sama dengan CR-V lama, tetapi profil roda lebih lebar 10 mm. Ukurannya 235 / 65 / 18, cukup mengisi ruang fender yang besar dengan offset velg yang sesuai sehingga tampilannya gagah. Tapi akan lebih gagah lagi dengan velg 20 inch.

Perbandingan dengan CR-V lama. Terlihat jauh lebih mewah dan berkarakter.

3 generasi CR-V bertemu di jalan.

Interior

Interior CR-V seakan dibuat untuk menonjolkan kesan┬ásantai … Gaya interiornya begitu elegan, meskipun masih menggunakan layout yang sama, dan itu bukan hal yang buruk karena dasbor CR-V terkenal sangat convenient dan praktis.

Diambil dari Honda Indonesia karena kualitas foto saya kurang baik (Honda Indonesia)

Seluruh bagian dari interior Honda CR-V ini diberi detail – detail baru yang menarik, diberi panel kayu terang, bahan – bahan yang digunakan juga berkualitas dibanding generasi lamanya.

Panel Kayu juga ada di konsol tengah. Desainnya masih mirip dengan generasi sebelumnya.

Panel yang masih sama dengan CR-V sebelumnya, tetapi diberi aksen piano finish

Sudah dilengkapi dengan Electric Parking Brake dan fitur Brake Hold seperti di HR-V dan Civic

Perbedaan cukup besar terletak pada kursinya, kini punya kontur yang berbeda dengan support paha lebih baik dan busa lebih tebal.

Setir, dan cluster meternya mirip dengan Civic Turbo, sayangnya versi Indonesia tidak menggunakan versi full resolution.

Hmmm…. Versi luar negeri. Jauh lebih modern tampilannya. (motortrend)

Untuk tipe tertingginya dilengkapi dengan Panoramic Sunroof

(Honda Indonesia)

Lampu kabin dan kompartemen kabin atas, seperti mengambil langsung dari Honda HR-V.

Lampu kabin tengah menggunakan LED dengan desain cukup mewah.

Di CR-V terbaru ini sayangnya terdapat beberapa glitch, cacat minor yang kurang wajar seperti :

  • Mobil ini harga 500 juta tetapi belum dilengkapi dengan intermittent wiper, dan ternyata selama ini CR-V memang tidak pernah dilengkapi intermittent wiper.
  • Mobil ini masih tidak memiliki lampu di vanity mirror nya.
  • Tidak ada auto lamp, auto wiper, Honda memang selalu pelit soal ini.

Meskipun begitu ini bagi beberapa user yang jarang menggunakan (seperti saya), tidak jadi terlalu masalah. Tetapi tetap saja ini mobil 500 juta bo’…

Untuk akomodasi mobil ini cukup baik, tetapi terkesan lebih kecil dibanding yang lama. Mungkin akibat format 7-seater dan karena adanya panoramic sunroof cukup menyita headroom.

Bagasi yang cukup bisa diandalkan apabila baris ketiga direbahkan, dan lebih baik memang begitu karena tidak cukup ruang untuk orang dewasa. Di foto ini terkesan tidak rata, tapi jangan khawatir itu karena separator di ruang bagasi nya tidak dipasang. Jika separatornya dipasang akan rata, dengan ekstra kompartemen.

Nilai minus lain : sistem pelipatan jok tidak one-touch tumble. Kalah dengan adiknya sendiri, Mobilio…

Mengenai baris ketiganya mmmm… Lebih baik dilipat saja atau sekalian dilepas. Kasian yang duduk di sana. Kalaupun dipakai sebaiknya untuk anak kecil karena sangat terbatas, tapi cukup tolerable dibanding Nissan X-Trail.

Driving it

Selling point dari CR-V terbaru adalah teknologi yang disematkan di mobil ini. Jjika fitur – fitur kurang memuaskan anda, mungkin di balik kulitnya CR-V ini menyimpan potensi…

or not ?

Mesin tidak lagi menggunakan K24 i-VTEC DOHC lama, diganti dengan unit baru 1.5 liter Turbo berkode L15B7.

Tunggu, mesin 1.500cc di sebuah SUV besar ?

Yeap, Honda are damn serious, memasukkan mesin 1.500cc Turbo ke dalam sebuah CR-V yang terkenal dengan mesin besar dan haus BBM.

Unit 1.500cc terbaru yang identik dengan Civic Turbo.

Ini adalah unit yang sama dengan Honda Civic, tetapi dengan tuning berbeda. CR-V bertenaga lebih besar 16 PS dan torsi lebih besar 23 Nm. Rated 190 PS @ 5700 RPM dan torsi 243 Nm @ 2000 – 5.500 RPM.

Tenaganya tidak berbeda dengan CR-V 2.4 Liter generasi sebelumnya, sama – sama 190 PS, tapi CR-V lama dicapai di RPM sangat tinggi yaitu 7000 RPM, khas mesin N/A Honda yang cinta high-revving. Masalahnya : mesin lama CR-V tersebut dikawinkan dengan girboks 5-speed Automatic Honda yang rada o’on… Sehingga sempurna sudah, mesin yang harus ditarik-tarik supaya dapet tenaga dan transmisi Automatic rada blo’on…

Di generasi terbaru, ia dikawinkan dengan transmisi CVT. Wait, CVT ? Bukannya CVT lemot ya ? Mesin Turbo koq pake CVT ? Sudah pernah saya bahas di pembahasan tech mesin ini. Tapi okelah, nanti saya jelaskan mengapa mobil ini begitu cocok dengan transmisi CVT.

Yang lebih menarik : Honda akhirnya memindahkan posisi air intake ke atas kap mesin. Salah satu kelemahan Honda CR-V generasi sebelum – sebelumnya dibanding para rival seperti Nissan X-Trail, Mazda CX-5, dan Suzuki Grand Vitara, adalah posisi air intake terlalu di bawah. Keluarga kami sempat memiliki Honda CR-V 2.4 2008 yang menjadi korban banjir sehingga harus overhaul total akibat water hammer.

Duduk di kursi pengemudi, cukup nyaman karena joknya memang berubah, posisi duduknya lebih rendah dan lebih terasa seperti sedan daripada SUV. Sayangnya pandangan ke depan yang luas khas CR-V terdahulu disini agak kurang baik karena kap mesinnya agak tinggi dan lebar.

Mengendarai CR-V baru, jangan berpikir ini adalah CR-V yang sama dengan yang pernah kita kenal, tidak sama sekali. Bahkan sangat jauh dibanding CR-V yang pernah kita kenal. CR-V terkenal dengan suspensi yang keras, kaki – kaki yang terkesan gladak-gluduk setiap kena jalan bergelombang, dan peredaman kolong yang payah.

Kesan pertama adalah mobil ini hening, untuk standar sebuah Honda, CR-V terbaru berkode RW ini hening sekali. Jauh dari kesan berisik, bahkan kaki – kaki tidak lagi gladak-gluduk, dan yang menjadi kejutan bagi saya : mobil ini empuk, jauh lebih nyaman daripada sebuah Nissan X-Trail yang terkenal akan kenyamanannya.

Bantingan CR-V terasa sangat mature, spesial, dan seperti mengendarai sebuah mobil Eropa. Begitu nikmat. Konsekuensinya ia memiliki bodyroll yang lebih besar dibanding CR-V lama, tapi itu bukan kabar buruk, malah kabar baik karena CR-V akhirnya sadar bahwa ia tidak perlu menjadi sporty. Ia hanya perlu menjadi sebuah SUV yang enak dikemudikan untuk jarak jauh bersama keluarga.

Bukan saya katakan handlingnya buruk, justru urusan handling, CR-V malah membaik. Ia boleh punya bodyroll yang lebih besar, tapi steering lock-to-locknya lebih pendek walaupun tetap terasa agak ringan di beberapa kesempatan, tapi feedbacknya jauh membaik dari CR-V generasi lama, sehingga CR-V terbaru ini justru terasa lebih lincah karena lock-to-lock yang hanya 2.2x . Sasis juga terasa lebih kaku, sehingga tidak menyebabkan mabuk penumpang karena rolling yang berlebihan akibat flexing chassis. Semua di mobil ini begitu terkontrol dan menyenangkan. Bukan dalam level sporty seperti Mazda CX-5, tapi kurang lebihnya ia punya karakter sendiri – karakter sebuah CR-V yang malah lebih condong ke SUV Amerika daripada Jepang, karena seluruh bagian dari mobil ini seakan memang dibuat supaya pengemudi maupun penumpang tidak cepat lelah.

Subframe suspensi belakang Honda CR-V (pressfrom)

Rahasia dari kenyamanan CR-V ini adalah platform baru Honda. Honda menggunakan suspensi baru multi-link di roda belakang, dengan fluid-filled bushings sama seperti di Civic. Entah tuning suspensi seperti apa yang membuat CR-V begitu nyaman. Suspensi yang lebih empuk juga membuat brake diving lebih terasa, tapi dalam taraf normal.

Lalu bicara soal mesinnya, performa 2.400cc yang lama jelas lebih raw, torsi putaran bawahnya lebih kuat di mesin 2.400cc lama dan suaranya lebih menggugah. Di CR-V baru ini sedikit terasa lag, tapi begitu melewati 2.000 RPM, ia jauh meninggalkan CR-V lama untuk akselerasi. Jika ada yang bilang CVT lemot, tidak sama sekali di CR-V. CVT nya begitu responsif dan menyenangkan, malah kelebihan dari transmisi CVT ini ia tidak ada gejala gear hunting ketika high-load seperti tanjakan, untuk cruising pun 2.000 RPM sudah torsi maksimal, sehingga tidak merepotkan ketika perlu menyalip. Jauh lebih pintar daripada transmisi 5-speed lama Honda. Masih jauh dari kesan sporty seperti SKYACTIV gearbox di Mazda, tapi Mazda dan Honda merupakan total different animal.

Sayangnya bagi pengemudi antusias, mesin 1.5 Liter turbo ini bukan mesin yang menggugah, karena suaranya kurang padat. Tapi fakta bahwa tarikannya jauh meninggalkan CR-V sebelumnya, rasanya bisa kita maafkan.

Saya tidak akan naif seperti orang – orang yang bilang “Honda koq nyaman, Honda kan seharusnya sporty”, harus diakui Honda versi “jinak” seperti Civic dan CR-V terbaru, atau mungkin Accord terbaru nanti juga tidak terasa sporty, tapi Honda sekarang lebih cenderung ke grand tourer, mobil untuk long-haul trip. Cukup wajar mengingat Honda sekarang melakukan Research and Development lineup utama seperti Civic, CR-V, dan Accord di Amerika. Toh jika anda ingin sporty, ada Honda Civic Type-R, dan All New NSX.

Honda modern memiliki karakter sendiri, dan mungkin beginilah seharusnya sebuah Honda modern. Mobil yang sensibel dan all-rounder, sekaligus memiliki refinement sangat baik di sisi engineering. Bahkan, Honda modern jauh dari kata membosankan seperti Honda di medio 2012 – 2016. Begitu menyenangkan, punya karakter sendiri, dan begitu “Amerika”.

Conclusion

CR-V yang terasa sangat Amerika. Diciptakan untuk kenyamanan tapi tidak melupakan sisi refinement di suspensi dan drivetrain nya. Sehingga seperti perpaduan Jepang-Amerika yang sangat harmonis. Meskipun Amerika terkenal dengan mesin besar, well, Ford pun banyak yang sudah beralih ke Ecoboost bermesin kecil.

CR-V terbaru, terasa seperti mengingatkan kepada CR-V generasi pertama. Mobil Honda yang tidak mencoba menjadi sporty, tapi tampil apa adanya, sesuai fungsi. Kembali menjadi sebuah “Creative Recreational Vehicle“, mobil yang tidak perlu berusaha sporty karena bukan mobil sport, cukup menjadi suatu SUV keluarga yang nyaman untuk “rekreasi”.

Lawan dari mobil ini adalah Mazda CX-5 dan Renault Koleos / Nissan X-Trail. CR-V dipasarkan dalam 3 tipe : 2.0 N/A CVT, 1.5 Turbo CVT, dan 1.5 Turbo Prestige CVT dengan rentang harga 430 sampai 508 juta rupiah OTR DKI. Sejauh ini ia sedikit lebih mahal dari Renault Koleos Panoramic dan lebih murah dari Mazda CX-5 Grand Touring sekitar 15 juta-an.

Didukung dengan jaringan dealer Honda yang luas, CR-V merupakan mobil yang sempurna bagi mayoritas konsumen terutama yang tinggal di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *