Beberapa minggu yang lalu saya menemukan sebuah video menarik dari CBC Marketplace, media di Kanada yang sering melakukan investigasi terhadap produk – produk barang maupun jasa yang isinya cukup menarik.

Video tersebut membahas tentang scam / trik yang digunakan oleh dealer mobil (atau di sini disebut bengkel resmi), untuk mencari untung dari konsumennya.

Yang lucu, sudah jadi rahasia umum bahwa tidak hanya di Kanada, bahkan di seluruh dunia praktek seperti ini sudah sangat umum. Well, sebagai orang yang aktif di forum diskusi otomotif saya sering mendengar hal seperti ini.

Salah satu praktek yang dibahas adalah upselling. Apa itu upselling ?

Upselling adalah menawarkan produk barang / jasa yang sebetulnya tidak diperlukan oleh konsumen tersebut. Di beberapa orang yang mengeluhkan servis merek tertentu mahal, saya minta yang bersangkutan menunjukkan bill service nya, dan saya langsung paham kenapa begitu mahal : ada beberapa item yang sebenarnya tidak diperlukan, tapi karena ditawarkan oleh sang service advisor dengan lip service yang begitu menjanjikan, maka si konsumen pun langsung meng-iyakan.

Praktek seperti ini sudah umum, dan konsumen seringkali tidak sadar, tapi ada juga yang berakhir tidak mau membeli brand tertentu karena terkenal servisnya mahal. Padahal jika mengikuti panduan servis resmi, tidak mahal sama sekali.

Ilustrasi Buku Panduan Servis, selain buku owner manual juga disertakan  buku panduan servis kepada pemilik mobil (autoevolution)

Berikut beberapa tips untuk menghindari praktek serupa. Tidak hanya di bengkel resmi, bengkel non-resmi pun juga mesti diwaspadai.

  1. Buku Servis itu bukan hiasan, bacalah ! 

Panduan servis berisi tentang interval dan apa – apa saja yang mesti dikerjakan. Contoh manual servis dalam bahasa inggris, I berarti Inspect (Periksa) dan R berarti Replace (Ganti). Di Indonesia biasa menggunakan inisial P (Periksa) dan G (Ganti) (nirogue.com)

Setiap pabrikan mobil memberikan buku manual dan buku panduan servis setiap anda membeli mobil. Buku itu di sana bukan tanpa maksud. Buku tersebut dirumuskan oleh yang membuat mobilnya, sehingga panduan maintenance nya pasti sudah sesuai dengan standar, buku itu ada supaya dibaca oleh pemiliknya! Simple logic, kalau buku itu cuma perlu dibaca oleh staff bengkel, buku itu tidak akan diberikan kepada anda.

2. Periksa Work Order 

Contoh form work order di bengkel, berisi daftar pekerjaan dan permasalahan yang dikeluhkan oleh konsumen untuk segera ditangani pihak bengkel (rabitah.com)

Setiap bengkel yang bekerja dengan sistem memiliki form work order yang mana anda akan diberikan salinannya. Cermati setiap detail di sana, karena lewat form work order tersebut kita bisa tau apa yang akan dikerjakan. Work order juga biasanya tercantum perkiraan biaya, sehingga dapat dibandingkan ketika sudah melakukan pembayaran.

3. Kenali kondisi mobil anda

Penting untuk mengerti kondisi mobil anda secara menyeluruh, selain fluida – fluida juga kondisi elektrikal, ban, pengereman, dll. Jika tidak ada yang abnormal percayalah mobil anda baik – baik saja! (aviva)

Jika segala sesuatunya normal dan anda tidak merasakan keanehan, percayalah mobil anda tidak apa – apa. Sering tiba – tiba dibilang disc brake bergelombang padahal performa pengereman masih sangat oke, busi dibilang sudah jelek padahal masih sanggup dipakai sampai servis berikutnya, shock absorber dibilang bocor padahal nggak ada rembesan. Seringnya ini adalah trik yang dipakai bengkel supaya anda membayar lebih.

Panel indikator juga membantu anda mengerti kondisi mobil secara menyeluruh. (Recoil OffGrid Magazine)

Tetapi ada kalanya memang yang dikatakan oleh bengkel ada benarnya, karena pemakaian setiap orang bisa jadi berbeda – beda, untuk itu kita masuk ke tips berikutnya.

4. Amati setiap pengerjaan mobil anda.

Penting untuk mengerti apa yang dikerjakan di lapangan. Luangkan sedikit waktu anda di bengkel untuk memeriksa dan jangan sungkan bertanya pada mekanik atau service advisor (torque5)

Pengecekan lapangan sangat diperlukan saat servis. Memeriksa apakah yang dikerjakan oleh mekanik sesuai dengan work order yang di instruksikan di awal atau tidak.

Saya adalah orang yang lebih betah di dalam bengkel daripada harus menunggu di waiting room, sehingga setiap detail pengerjaan mobil saya ngerti. Secara berkala misalnya setiap 30 menit sekali ada baiknya kita mengamati mobil kita supaya paham dan tidak serta – merta mendengarkan apa yang dikatakan oleh Service Advisor.

Ruang tunggu bengkel dilengkapi banyak fasilitas seperti koran dan televisi, tapi tidak ada salahnya untuk sesekali beranjak mengamati langsung pengerjaan mekanik di ruangan bengkel. Konsumen punya hak untuk tau, manfaatkan kesempatan itu. (katsauto)

Intinya kalau bengkel anda melarang konsumen melihat langsung pengerjaannya – lebih baik pindah bengkel. Adalah hak konsumen untuk tau kondisi mobilnya dan memutuskan yang akan dilakukan pada mobilnya. Bila ada komponen yang mesti diganti, mintalah kepada mekanik untuk menunjukkan komponen yang diganti, bila perlu mintalah untuk dibawa pulang sebagai bukti komponen tersebut sudah diganti.

Bila diperlukan tes jalan, mintalah untuk ikut supaya anda bisa menjelaskan pada mekanik atau foreman yang bertugas masalah mana yang anda maksud, karena seringkali mekanik asal tes jalan tanpa konsumen tidak paham apa yang dimaksud konsumen, akhirnya menyimpulkan tidak ada masalah.

5. Periksa bill saat membayar

(cartoonstock)

Jika tagihan meleset jauh dari estimasi biaya yang diberikan di awal, tanyakan kepada Service Advisor dan bandingkan dengan salinan Work Order yang anda dapatkan di awal. Jangan lupa selalu simpan semua bukti servis sebagai bukti ketika ada masalah di kemudian hari.

6. Referensi

(lenteraSEO)

Tidak semua yang berlabel resmi itu baik, dan tidak semua yang tidak resmi itu tidak baik. Mintalah referensi kepada kawan atau komunitas mobil bermerek serupa.

Ada baiknya juga membandingkan hasil pengecekan dua atau lebih bengkel, terutama jika keduanya sama – sama berlabel “resmi”, tidak jarang biaya nya bisa berbeda bahkan sangat jauh dan yang dikerjakan juga jauh berbeda.

Kuncinya adalah mesti teliti dan berhati – hati, meskipun anda awam dengan otomotif, itu bukan alasan. Informasi sekarang tersebar sangat luas di internet dan anda bisa cari tau sendiri aktivitas ganti oli seperti apa, aktivitas tune-up itu seperti apa, dll.

Perawatan mobil adalah pekerjaan bengkel, tapi sebagai konsumen juga mesti cermat. Punya mobil memang nggak mudah, karena itu saya sering bilang kalau tidak mau repot lebih baik nggak punya mobil. Buku servis dan buku manual diberikan oleh pabrikan sebagai panduan kepada pemilik, jadi cermati setiap kali mobil anda terkena masalah, atau ketika melakukan perawatan rutin, supaya tidak terjebak dengan hal – hal demikian.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *