“Plat body mobilnya tipis, nggak aman nih!”

Begitu sering kita mendengar argumen tersebut di kehidupan sehari – hari. Tidak hanya orang awam, tapi juga ada beberapa jurnalis otomotif lokal yang masih membahas ketebalan plat bodi di review nya.

Hal ini bahkan terlampau sering jadi perdebatan di forum – forum otomotif, membahas mobil berdasarkan plat body nya dan langsung menyimpulkan aman atau tidaknya.

Oke oke… Mari kita bahas, sesuai janji saya di postingan sebelumnya.

Saya mungkin tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan, tapi mari kita renungkan video berikut.

Video tersebut adalah hasil uji tabrak yang dilakukan oleh lembaga berwenang di Eropa (Euro NCAP). Setiap pengujian tabrak tujuannya adalah menguji standar keamanan baik pasif maupun aktif.

Yang diuji adalah bagaimana perlindungan mobil terhadap occupants (penumpang / pengemudi) dan pedestrian safety (pejalan kaki).

Pertanyaan saya, does it have something to do with “plat body tebal” ?

Oke, supaya memudahkan, mari kita analogikan frame / rangka mobil sebagai “tulang” dan plat body sebagai “kulit”. Akan sangat mudah jika kita pakai analogi tubuh sendiri.

Saat kita semisal jatuh dari tangga dan patah tulang, apakah itu ada hubungannya dengan berapa tebal lemak di kulit anda ? Jika analogi yang sama kita terapkan, buktinya orang gemuk tidak lebih aman dari patah tulang ketimbang orang kurus. Malah terkadang sebaliknya (sekali lagi saya bukan orang kedokteran, tolong dikoreksi).

Mengapa seseorang bisa patah tulang saat jatuh dari tangga ? Apakah karena lapisan lemaknya kurang tebal ? Kan aneh sekali kalau logika seperti ini kita gunakan.

Orang patah tulang ya karena impak yang dia alami melebihi batas kekuatan tulangnya.

Hal seperti itu berlaku pula di keamanan mobil. Plat bodi tebal TIDAK ADA KAITANNYA dengan unsur safety baik penumpang maupun pejalan kaki. Kulit yang tebal nggak menjustifikasi kalau tulangnya lemah.

Simpelnya, mengapa orang lansia mesti minum susu yang banyak ? Kan mereka butuh kalsium buat kekuatan tulang, karena kekurangan kalsium berakibat osteoporosis, bukan disuruh makan lemak yang banyak biar gemuk dan gak gampang patah tulang.

Plat body tebal hanya ada kaitannya dengan safety dompet a.k.a gak keluar biaya repair besar kalo low-speed collision seperti terantuk batu, ditoel mobil lain, nyenggol mobil orang, nyenggol tiang listrik, which is tidak mengandung unsur membahayakan penumpang sama sekali (kecuali pohon atau tiang listriknya roboh).

Kalo kecelakaan head-on crash di kecepatan medium – high, yang berperan besar jelas rangka mobilnya. Tidak peduli seberapa tebal kulitnya, kalau rangkanya lemah ya go bye – bye. Untuk itulah diperlukan yang namanya crash test. Crash test menguji seberapa kuat rangka yang peranannya diremehkan ini, padahal sangat krusial.

Jadi, Seperti apa mobil yang aman itu ? 

Teknologi penyerap benturan

Untuk struktur rangka mobil modern, biasanya dibagi menjadi crumple zone dan passenger cell, seperti gambar di bawah ini.

Rangka mobil modern dibagi menjadi crumple zone dan passenger cell (hk-phy.org)

Seperti namanya, crumple zone adalah bagian yang memang sengaja untuk di “crumple“, atau sengaja “dihancurkan” saat kecelakaan untuk menyerap benturan. Sedangkan main frame atau passenger cell adalah bagian yang perlu dilindungi.

Energi benturan di mobil – mobil lama biasanya tidak diserap, akibatnya diteruskan ke passenger cell dan menyebabkan entah patah tulang bahkan sampai kematian karena penumpang merasakan energi benturan tersebut.

Crash Test Frontal bertujuan untuk menguji seberapa efektif crumple zone bekerja menyerap benturan dan kekuatan rangka utama dalam melindungi penumpang (NDTV.com)

Selain tabrakan frontal penuh, juga diuji tabrakan frontal separuh / small overlap test. Ini adalah menabrakkan 1/2 bagian depan mobil untuk mengetahui seberapa jauh rangkanya kuat menahan benturan tersebut, karena energi yang dihasilkan saat small overlap / tabrakan 1/2 lebih terpusat ketimbang full frontal.

Small overlap test (IIHS)

Bahkan sekarang penggunaan bahan komposit dan high-tensile steel mulai marak untuk meningkatkan kekakuan dan kekuatan rangka utama mobil.

Mazda merupakan salah satu pabrikan yang sudah menerapkan penggunaan high-tensile steel di bodi mobilnya (wards auto)

Side-impact beam

Selain tabrakan frontal, bagian samping juga perlu dilindungi, karena tidak jarang kecelakaan T-bone atau ditabrak dari samping oleh pengemudi lain yang juga berisiko kematian. Setiap mobil modern mesti dilengkapi dengan fitur ini untuk melindungi penumpangnya ketika ditabrak dari samping.

Bahkan, sempat ramai isu salah satu mobil paling populer di Indonesia tidak memiliki fitur ini.

Side Impact Beam berguna untuk melindungi dari tabrakan samping, biasanya diletakkan di frame pintu. (the tech journal)

Ini menyebabkan mobil yang ditabrak dari samping biasanya tekstur platnya akan seperti kertas kusut, karena impak tersebut ditahan oleh side impact beam nya.

Uji tabrakan samping berguna untuk mengetahui seberapa baik perlindungan rangka dan side impact beam di mobil anda. (IIHS)

Passive Safety

3-point seatbelts, SRS Airbags, ISOFIX. Hampir semua mobil bahkan LCGC sekarang sudah dilengkapi oleh fitur – fitur ini, terutama 3-point seatbelts dan SRS Airbags.

Active Safety

ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Brake Distribution), BA (Brake Assist), VSC (Vehicle Stability Control), HSA (Hill-start Assist), Auto brake, etc. Tidak perlu dijelaskan karena kebanyakan dari kita sudah banyak yang tau istilah – istilah ini.

Pedestrian Safety

Nah, ini yang menarik. Selain aman untuk penumpangnya, mobil juga mesti aman untuk yang ditabrak. Mungkin konsep ini terdengar absurd, tapi pedestrian protection jadi salah satu poin yang penting bagi lembaga – lembaga NCAP.

Pedestrian protection (sae.org)

Bahkan, sudah beberapa pabrikan membuat inovasi seperti airbag untuk pedestrian :

Volvo mengembangkan airbag untuk pedestrian (daily mail)

Tapi ya jangan sampe nabrak orang lah…

Jadi, apa fungsi plat body tebal di mobil mewah ?

Pasti banyak pertanyaan bahwa mobil mewah plat body nya lebih tebal, berarti lebih aman. Jawabannya jelas bukan masalah aman dan tidak aman.

Menurut saya ketebalan plat body hanya berkaitan dengan kenyamanan dan insulasi kabin. Untuk plat body mobil modern sekarang bahkan tidak terlalu tebal, tapi insulasinya yang tebal. Terkadang, fungsinya juga memberi ruang untuk instalasi speaker high-end.

Selain itu, biasanya mobil – mobil seperti ini memiliki mesin besar sehingga tidak masalah diberi bodi yang cukup tebal.

Sedangkan mobil citycar biasanya tipis karena mengejar ringan. Mesin kecil diberi bodi tebal – tebal justru berisiko tidak bertenaga dan boros. Tetapi tenang saja, sekali lagi, tidak ada hubungan dengan safety. Jadi jangan kuatir dengan isu – isu di luar sana. Ya mungkin cuma gampang penyok kalo kapnya diduduki atau disenderin. Tapi tenang saja, diet lebih murah daripada beli mobil mewah.

Sekali lagi, plat body tebal / tipis hanya terlihat perbedaannya di saat low-speed collision (yang tebal lebih tidak rawan penyok) dan kekedapan kabin. Body tebal kalau frame nya langsung terdeformasi saat tabrakan juga tidak ada gunanya. Seperti video di bawah ini :

Video tabrakan dari Chevrolet Malibu dan Chevrolet Bel Air, cukup menjawab pertanyaan mengapa mobil zaman sekarang “kempyeng” atau “kaleng” tapi lebih aman daripada mobil jadul yang terdiri dari besi baja.

Fakta menarik : di forum otomotif luar maupun jurnalis luar negeri, saya sempat iseng search keyword “car body plate” dan nyaris tidak ada yang membahas hal tersebut berkaitan dengan safety mobil. Review luar negeri pun jarang ada yang membahas ketebalan plat bodi.

Lalu, bagaimana dengan armoured vehicle ?

Armoured vehicle seperti mobil – mobil kepala negara biasanya dibuat dengan plat tebal dan beberapa bagian diberi bahan kevlar. Kaca pun harus lolos uji kaliber sekian milimeter. Tujuannya bukan supaya aman waktu tabrakan. Tujuannya supaya mobil tersebut tidak tembus peluru sehingga sang kepala negara tetap aman dari ancaman oknum pemberontak.

Bagi teman – teman yang penasaran dengan uji tabrak mobil modern, bisa kunjung website seperti EuroNCAP, Japan-NCAP, Global-NCAP, dan IIHS. Masing – masing institusi memiliki standar yang berbeda – beda untuk mobil yang dipasarkan di region tertentu, tetapi poin penilaiannya tetap sama : adult occupant protection, child occupant protection, pedestrian protection, dan safety assist.

https://www.euroncap.com/en

http://www.nasva.go.jp/mamoru/en/

http://www.iihs.org/

Kalo memang terobsesi dengan body tebal, boleh pasang peredam kabin 3 layer di semua sisi yang bisa menyebabkan bobot bertambah dan mobil makin boros, atau ditumpuk dempul aja. Kan tebel tuh.

Atau, nabung beli tank saja.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *