Mungkin sedikit dari kita yang tau bahwa Civic sejatinya adalah mobil dengan format hatchback di awal peluncurannya. Apalagi bagi kids zaman now yang tinggal di Indonesia, rata – rata baru kenal Honda Civic di generasi FD yang hanya tersedia model sedan di Indonesia.

Civic generasi FD, yang cukup populer di kalangan anak muda … (JM-Imports)

Generasi Civic pertama yang sejatinya adalah sebuah Hatchback (Honda Worldwide)

Civic sejatinya baru di generasi 3 “Wonder” (SB) mengeluarkan model sedan, saat itu ditawarkan dalam model hatchback 3-pintu dan sedan 4 pintu. Sayangnya, hanya sampai generasi 5 tradisi itu bertahan. Dilanjut generasi 4 Civic Nouva (Hatchback) dan Grand Civic (Sedan), lalu generasi 5 Civic Estilo (Hatchback) dan Civic Genio (Sedan). Generasi 6 sampai 9 tidak menawarkan versi hatchback lagi.

Mugen Motul Civic yang berbasis Civic hatchback generasi ketiga (japanese nostalgic car)

Civic generasi 3 “Wonder” sedan, pertama kali diperkenalkan dengan bentuk sedan (CarSpirit PK)

Civic “Estilo”, juga merupakan mobil yang legendaris di Indonesia, selain karena faktor Civic Hatchback terakhir, ia juga masih jadi jagoan arena balap drag race. Bahkan untuk sekarang mencari Civic Estilo full orisinil harganya sudah masuk ranah collector’s item. Sediakan minimal 150 juta untuk menebus sebuah Civic Estilo full original, dan harus sabar berburu karena barangnya sulit.

Honda Civic Estilo (Super Street Online)

Nah di generasi 10, sejatinya versi sedan sudah diluncurkan pada tahun 2016. Dan Civic generasi 10 bisa jadi merupakan produk yang spesial untuk Honda Indonesia, dan juga Honda Global.

Peluncuran Honda Civic Turbo Sedan pertama kali di Indonesia pada IIMS 2016 (antaranews)

Pertama adalah kembalinya ditawarkan versi Hatchback, meskipun sekarang formatnya hatchback 5 pintu. Selain bentuknya lebih sporty, harganya pun lebih murah jauh dibanding versi sedan karena pajak minibus.

Peluncuran Honda Civic Turbo Hatchback (Otospirit)

Kedua tentu saja, pertama kali Civic Type R diperkenalkan ke global market. Dulu Type R hanya eksklusif untuk market Eropa dan Jepang saja, Amerika hanya dapat Civic Si, dan Indonesia well…. Civic ekonomis. Sekarang, Type-R dimasukkan ke dalam skema global. How mad is that!

Peluncuran Honda Civic Type-R generasi terbaru di GIIAS 2017 bulan September (merdeka)

Dengan kata lain, setelah sekian lama Civic di Indonesia hanya sebagai salah satu lini produk, kali ini Honda ingin kembali menonjolkan Honda Civic sebagai ikon produknya.

Unit yang saya bawa ini adalah tipe S. Tipe entry level, dan menurut saya ini adalah tipe yang sangat value for money, terlepas dari kelengkapannya yang basic.

Pertama harus diingat bahwa harganya mepet dengan mobil B-segment (kelas Jazz), seperti HR-V 1.8 dan Mazda CX-3. Jadi value nya Civic Turbo Hatchback S ini karena harganya dekat dengan B-segment.

Civic Hatchback menyasar konsumen yang lebih muda, berdasarkan press release HPM, target marketnya adalah youngsters yang naik kelas dari Jazz. Sehingga tidak heran, gaya desainnya sangat berkarakter sporty. Berbeda dengan versi Sedan yang lebih terkesan elegant.

Styling

Bumper depan dan belakang diberi aksen seperti air dam berwarna hitam untuk menonjolkan kesan sporty nya, grill juga standar diberi warna hitam, sedangkan tipe sedan berwarna chrome.

Sloping dari atap bagian belakang melandai, terlihat compact, untuk selera saya lebih pas bagian belakang yang versi hatchback daripada sedan. Versi sedan terlihat bagian belakang agak terlalu besar.

Kalaupun ada kekurangan di desainnya, itu adalah knalpotnya yang disembunyikan. Sedikit mengurangi kesan sporty.

Intinya, sangat menarik membahas desain exterior mobil ini, karena Honda sendiri juga seperti me-marketingkan desain mobil ini dengan tagline “Drive Sexiness”.

Beberapa detail kecil :

Tail lamps nya berbeda dengan Civic Sedan, ini ujungnya tumpul tidak seperti sedan yang ujungnya tajam membentuk capit.

Entah kenapa desain spion Civic Turbo terlihat menyenangkan dan terkesan aerodinamis…

Side marker lamp bawaan, ciri khas mobil USDM.

Headlamp projector, tapi itu lampu LED bukan bawaan, sudah diganti… Aslinya lampu kuning biasa.

Interior

Interior nyaris mirip dengan Civic Sedan, sayangnya buat saya, interiornya terkesan terlalu monoton.

Bahan – bahan interiornya meningkat drastis, konsistensi antar panel baik, dan punya feel seperti mobil Eropa. Tidak bisa dipungkiri, interiornya sudah upclassed dibanding FD maupun FB. Sayangnya menurut saya seperti yang sudah saya sebutkan, kekurangan ada di desainnya yang terkesan monoton.

Penyebabnya adalah disunatnya layar LCD di speedometer yang canggih seperti di versi luar. Memang saya nggak peduli sih, tapi kesan unik nya tidak ada. Yang membuat Civic FD lebih menarik dibanding Toyota Corolla adalah karena desain interiornya yang tidak mainstream, two-layer multiplex dashboard dengan pendaran warna biru dan tachometer di tengah, Civic FB mempertahankan format sama dengan i-MID di samping speedometer digital.

Nah, apa yang membuat interior Civic Turbo terasa lebih unik dibanding Honda yang lain ? Tidak ada. Speedometer digital layar kalkulator, peletakan sama generiknya dengan mobil pada umumnya, lay-out dashboard yang mirip dengan produk Honda lain. MID nya malah penurunan dari layar full-resolution menjadi angka kalkulator biasa.

Windshield wiper model membuka ke kanan dan ke kiri pun sudah tidak lagi digunakan, kembali satu arah seperti wiper mobil pada umumnya. Pedal gas juga tetap menggantung tidak model organ seperti FD.

Lalu yang tidak saya suka lainnya adalah Electric Parking Brake, fitur ini jujur banyak mudharatnya dibanding menguntungkan. Secara fungsi, parking brake elektrik tidak lagi seperti parking brake manual. Ia tidak bisa digunakan sebagai emergency brake karena bergantung pada kelistrikan mobil.

Head unitnya juga tidak bisa diatur volume secara manual, harus lewat setir. Sehingga ketika anda ganti setir mobil racing, anda nggak bisa ngatur volume musik.

Tapi di luar segala kekurangannya, banyak hal yang meningkat dibanding Civic sebelumnya. Pertama kontur jok yang jauh lebih nyaman dan side support yang lebih besar, sehingga terkesan lebih supportive.

Posisi mengemudi juga dapat diset down-low / rendah sekali. Agak – agak mirip BMW seri 3 rendahnya. Sayangnya ini tipe S sehingga height adjuster nya masih manual. Sedikit merepotkan apabila orang sebelum anda suka posisi tinggi sementara anda suka posisi rendah.

Sayang posisi setir paling rendah tidak bisa mengakomodir posisi duduk paling rendah / agak kurang turun, sehingga anda mesti sedikit menaikkan posisi duduk.

Lalu dibanding Civic FB yang masih saya pakai, kontur pegangan setirnya lebih mengikuti genggaman tangan. Grip lingkar setir tidak terasa “gemuk” seperti di FB, tetapi berlekuk – lekuk mengikuti kontur tangan.

Kelebihan lain khas Honda adalah akomodasinya, terutama untuk bagasi karena ini tipe hatchback dan bukaan bagasinya sangat besar, sehingga kapasitasnya sangat luas. Setidaknya, menambah 1 penumpang extra berukuran agak kecil tidak masalah.

The Powertrain

Powertrain mobil ini sama persis dengan Civic Turbo Sedan :

1.5 Liter L15B7 DOHC VTEC TURBO bertenaga 173 PS @ 5.700 RPM dan torsi 220 Nm @ 1.700 – 5.000 RPM. Transmisi CVT with 7-speed Manual-mode.

Secara keseluruhan rasa berkendaranya tidak jauh berbeda dari yang sedan, wajar karena ia memiliki jantung pacu yang serupa. Tetapi ada banyak hal yang saya temukan ketika mengemudikan mobil ini selama beberapa hari :

  • Suara idle saat cold start yang begitu kencang, mungkin karena ini mesin berturbo yang harus bekerja dalam kondisi ideal, dan juga faktor mesin GDI (Gasoline Direct Injection) yang rata – rata lebih berisik daripada EFI biasa.
  • Saat di bawah rentang kerja turbo (di bawah 1.700 RPM), mobil akan terasa agak “boyo”, akibat kapasitas silinder yang kecil, sehingga raw power nya kecil. Ditambah penggunaan transmisi CVT yang juga mengakibatkan slip di awal. Sehingga sangat wajar orang sering merasakan bahwa mobil ini gak terasa “kencang” karena memang kebanyakan orang tidak menginjak gas terlalu dalam ketika mengemudi. Di sentakan awal ia bahkan kalah responsif dari Civic FD dan FB 1.8 .
  • Bukan mesin dengan torsi raksasa, mengingat Volkswagen Golf TSI 1.4 punya torsi 250 Nm, ia juga hanya lebih tinggi 20 Nm dari mesin 1.4 Liter Chevrolet Trax. Tetapi Honda tetap pada approach tradisionalnya : high-rev engine. Nafas mobil ini panjang untuk ukuran turbocharged engine, wajar karena horsepower nya juga yang terbesar (vs Golf 140 HP). Honda seperti ingin mempertahankan ciri khas mesin – mesin lamanya tapi menghilangkan kelemahannya pula, karena mesin N/A tradisional Honda sangat lemah torsi putaran bawahnya. Torsi flat dari 1.700 RPM sampai 5.000 RPM membuat mesin Civic terasa begitu linear, begitu balanced, tanpa harus terkesan meledak – ledak, tetapi nafasnya panjang sampai putaran atas. Mencapai 160 km/h dengan mobil ini bukan perkara sulit.
  • Transmisi CVT nya meskipun terasa sangat responsif dan dapat melakukan virtual shifting, ia tetap tidak bisa menyembunyikan ciri khas CVT : dengung / whinning ketika berakselerasi khas CVT masih ada.
  • Transmisi nya meskipun punya mode sport (S) dan ia punya paddle shift, tapi ia tetap berpindah secara otomatis. Jadi, ngapain dong dikasih paddle shift ? Dengan kata lain, ini adalah salah satu kelemahan fatal dari transmisi CVT Honda bermesin Turbo : tidak bisa dimainkan secara murni manual, baik Civic maupun CR-V.
  • Saya tidak mau sok tau mengatakan mesin turbo dan CVT nggak cocok, mungkin karena tester yang ekspektasinya berlebihan tentang mobil ini dan ngarep Civic “biasa” harus sporty, tapi jika mobil ini diperlakukan seperti mobil untuk family, sebagai GT car, CVTnya adalah hal yang positif. Tidak lagi meraung – raung di tanjakan karena torsi maksimal sudah ada di 1.700 RPM dan karakter CVT yang dapat mempertahankan putaran mesin. Di saat cruising di 100 km/h putaran mesinnya hanya 1.700 RPM, sehingga mobil ini sangat tenang. Ketika dari cruising ingin berakselerasi pun ia langsung merespon dengan cepat, walaupun tetap terasa whinning CVT nya.

Handling and Drivability.

Di bagian inilah saya bingung sama orang – orang yang bilang All New Civic nggak terasa sporty. Justru sebaliknya, All New Civic ini sangat terasa sporty di sisi handlingnya.

Fakta menarik, suspensi Civic Hatchback ini dibuat sedikit lebih keras dibanding Civic Sedan. Walaupun saya kurang tau ini karena faktor mobil masih break-in sehingga suspensinya masih agak kaku atau bagaimana, tetapi di beberapa sumber memang disebutkan versi hatchback memiliki suspensi lebih kaku.

Sama seperti Civic Sedan, yang saya takjub adalah steering nya, dan disini rasa sporty nya muncul. Feedback setirnya memang agak minim, tapi steering ratio nya terbilang agresif. Sedikit flick setir saja mobil langsung berubah arah dengan cepat. Seperti nyaris tidak ada delay antara putaran setir dengan gerakan roda.

Didukung dengan fakta bahwa sasisnya kaku dan suspensi agak dibuat keras, minimnya bodyroll dan chassis flex , di setiap perpindahan jalur mobil ini terasa seperti lalat : begitu lincah.

Bahkan ini juga dibantu oleh remnya yang sangat responsif, ia tidak perlu seperti rem Suzuki SX4 yang dapat melemparkan seisi kabin mobil, respon remnya halus tapi kita dapat merasakan gaya – G yang dihasilkan dari pengereman begitu kuat dan menghentikan mobil seketika.

Ban orisinil mobil ini menggunakan Yokohama Advan dB, yang nampaknya sudah jaminan mutu ban Yokohama Advan series selalu punya performa baik. Ban ini turut membuat Civic terasa lengket di jalan raya, sekaligus minim gejala skidding ketika digunakan mengerem mendadak dari kecepatan tinggi sekalipun. Seakan ban mobil ini memang diciptakan khusus untuk Civic, karena terasa begitu balanced dan harmonis.

Steering yang direct, sasis kaku, suspensi keras, rem, dan ban yang mendukung, mengapa mobil ini masih saja dibilang kurang sporty ?

Menyoal kenyamanan, mobil ini memang terasa keras, lewat jalan bergelombang terasa cukup kaku. Tapi feel yang didapatkan berbeda dengan feel di Civic FD atau FB, jika di Civic FD atau FB kita merasakan suspensi yang berisik di jalan tidak rata dan terkesan “glodakan”, tidak di Civic Hatchback terbaru ini. Satu hal yang saya appreciate dari platform baru Honda di New Civic dan New CR-V adalah karakter suspensinya yang tidak lagi berisik, mungkin juga karena penggunaan fluid-filled bushings. Karakter damping / redaman pun mengingatkan akan mobil – mobil Eropa ketimbang mobil Jepang. Good job Honda!

Suara angin teredam dengan baik, meskipun suara roda masih samar – samar. Tetapi jauh lebih baik dibanding Civic FD maupun FB.

Fun fact : ground clearance mobil ini cukup pendek (145 mm), dan wheelbase mobil ini sebenarnya cukup panjang (2.700 mm) tetapi saya beberapa kali naik ke ramp yang cukup curam dengan tekukan belum pernah sekalipun gasruk / natap. Entah apa yang membuatnya seperti ini, masih misterius.

Fuel Consumption ?

Metode full-to-full sekitar 9 – 10 km/l dalam kota, rute banyak macetnya daripada lancarnya. Jika lebih lancar tentu bisa lebih irit lagi. Bahan bakar rekomendasi dari Honda minimal RON 91 sesuai yang tertera di tangki.

Adapun hal yang bisa membuat konsumsi BBM menjadi boros adalah penggunaan remote engine start. Fitur ini unik dan bisa membuat tukang parkir atau siapapun yang ada di sekitar mobil anda kaget, bahkan saya ketagihan pakai fitur ini karena keren. Tapi jika digunakan terus – menerus, akan menjadi sangat boros karena di saat fitur ini aktif, blower AC dikondisikan di posisi paling kencang.

Conclusion

Mobil yang sangat balanced, terasa sporty di saat yang sama juga nyaman. Kencang tapi halus. Ia tidak perlu menjadi Toyota Corolla untuk menjadi nyaman, atau menjadi Mazda3 untuk menjadi sporty. Mobil ini telah menemukan perfect balance antara keduanya.

Lalu faktor desain yang memang subjektif, tapi menurut saya sangat seksi dan ini juga salah satu faktor mobil ini menjadi favorit saya. Jika disebelah – sebelahkan dengan Mazda3 ataupun Toyota Corolla, Civic akan terlihat lebih mewah dan terkesan mahal. Desainnya juga eye-catching, mudah memancing perhatian, bahkan petugas SPBU pun penasaran dengan mobil ini.

Ditambah hanya menambah sekitar 10 juta dari adiknya (HR-V Prestige) kita mendapatkan teknologi terbaru Honda yang seketika membuat HR-V tertinggal beberapa tahun. Memang minus 2 airbag dari HR-V Prestige, tapi yang kita dapatkan jauh lebih banyak secara teknikal.

Lebih worth it mana, tipe S atau tipe E ?

Keduanya worth it, tapi dalam artian berbeda.

Tipe S worth it karena kita hanya menambah sekitar 10 juta dari mobil seperti Honda HR-V dan Mazda CX-3 yang notabene mobil kelas B – segment , menjadi Civic yang kelas C – segment alias lebih tinggi levelnya. Untuk rasa berkendara juga mirip – mirip dengan saudara nya yang 40 juta – 80 juta lebih mahal.

Tipe E worth it karena kita mendapatkan extra airbags – sisanya seperti lampu, jok kulit, dll, itu nggak terlalu esensial.

Tapi semua active safety yang ada di tipe E sudah ada di tipe S juga, jadi secara value, tipe S lebih worth it. Tapi jika ada budget, sangat saya sarankan untuk ambil tipe E karena extra airbags nya.

 

3 thoughts on “The Civic Heritage – 2017 Honda Civic Hatchback Turbo S (FK4)

  1. Saya lihat video civic turbo sedan, memakai chip. Mohon saran chip apa, harga dan pasang dimana kalau di surabaya? Apa tidak menggugurkan garansi?
    Chip hondata apa ada di surabaya?

    1. RaceChip pak… Di Surabaya ada salah satu kenalan saya di Mulyosari jual, Winst Autostore.

      Itu chip plug and play kok pak, tinggal colok aja… kalo gak mau gugur garansi ya dilepas waktu claim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *