Jagat persilatan otomotif Indonesia sedang diramaikan oleh satu (atau dua) pemain kuat baru (yang nggak baru – baru amat) : Daihatsu Terios dan Toyota Rush, yang baru saja soft-launching tanggal 23 November 2017.

Untuk produk larisnya, Toyota dan Daihatsu sepertinya punya kebiasaan life-cycle yang minimal 10 tahun, sama seperti yang terjadi di Avanza / Xenia, Innova, Fortuner, dan sekarang Rush / Terios. Mungkin ke depan Calya / Sigra dan Agya / Ayla juga life cycle nya 10 tahun. Nungguin konsumen bosan dan nungguin pesaing gerak dulu.

11 tahun sudah kita disuguhi Rush dan Terios yang bentuknya gitu – gitu aja dan naikannya gitu – gitu aja. Saya beberapa kali mencoba Rush maupun Terios, rasanya ya… Begitulah. Model boleh macho tapi performanya …..

(youtube)

Baiklah, akan saya bahas sekilas saja karena memang belum lihat unitnya. Di Surabaya masih belum launch. Ya, akhirnya setelah 11 tahun, kedua SUV ini mulai berubah tampang.

All New Terios (antaranews)

All New Rush (Okezone)

Gaya desainnya menjadi lebih ke-MPV MPV an, over fender besar yang jadi ciri khas Rush / Terios lama dihilangkan dan menjadi tipis. Hmm… Sama seperti Fortuner yang juga kehilangan kesan gagah karena tidak ada over fender besarnya.

Jujur saja, saya bukan penggemar desain Rush atau Terios lama, tapi menurut saya Rush / Terios lama terlihat lebih berkesan SUV dan desainnya lebih “original”.

Rush / Terios baru ini… Terlalu banyak mengambil unsur – unsur desain mobil lain. Sepertinya Toyota / Daihatsu pakem desainnya selalu ke Honda. Setelah Avanza / Xenia yang mulutnya seperti HR-V, sekarang Rush / Terios malah seperti CR-V.

Honda CR-V 2015… Mirip bukan ? (paultan)

Bagian sampingnya mmm… mirip…. (paultan)

All New Pajero Sport…. (oto.com)

Bagian belakangnya… kok rada mirip Wuling ya ? Dan kesannya lebih seperti MPV daripada SUV dari belakang. (Autonetmagz)

Hmmm…. (wulingjakarta)

Desainnya gado – gado, terkesan kurang original. Kesannya seperti krisis identitas antara mau jadi MPV atau SUV crossover. Mungkin niatnya kepengen bersaing dengan Honda BR-V yang tidak pure SUV tapi cuma “MPV” ditinggikan. Sehingga ornamen ke SUV SUV an di Rush / Terios lama dihilangkan. Atau malah bersaing dengan Mitsubishi Xpander ?

Nampaknya kemungkinan yang kedua lebih masuk akal.

Honda BR-V (cardekho)

Yup, sepertinya memang sengaja diperkenalkan untuk menghantam Xpander.

Untuk interior juga terkesan biasa saja, plus jahit – jahitan palsu di panel berwarna beige nya.

Interiornya terasa biasa saja, simpel tidak terlalu banyak ornamen (CarUserMagz)

Tapi keseriusan Toyota dan Daihatsu di All New Terios / Rush ini terlihat ketika kita lihat fitur – fiturnya, terutama safety nya.

Untuk Rush tersedia tipe G dan TRD, keduanya memiliki active safety seperti vehicle stability assist, hill-start assist, dan 6 buah airbag. 6 buah airbag! Di kelas ini pesaingnya semua memiliki 2 buah saja (Xpander dan BR-V). Fitur Rush bahkan lebih lengkap daripada kakaknya : Fortuner.

Sedangkan Terios, hanya 2 buah airbag tetapi dilengkapi around-view monitor atau biasa disebut bird-eye view. Fitur yang dulunya hanya ada di mobil mewah sekarang sudah ada di Daihatsu Terios. Rush tidak memiliki fitur ini. Yah, gantinya 4 buah airbag tambahan itu ya kamera – kamera ini. Mungkin kameranya mahal…

Lampu – lampunya pun sudah menggunakan LED baik lampu utama dan positioning lamp.

Well, langkah yang cukup tidak biasa dari Toyota dan Daihatsu. Setidaknya kali ini mereka memperhatikan aspek safety dengan baik. Maklum, di sebuah mobil SUV tinggi seperti Rush dan Terios fungsi fitur – fitur tersebut sangat vital.

Menyoal tinggi, mobil ini sekarang ground clearance nya 220 mm, tertinggi setelah Xpander (205 mm) dan BR-V (201 mm). Aman menerjang banjir, tapi sepertinya kabar buruk untuk pengendaliannya.

Untuk penggeraknya, menggunakan mesin 2NR-VE DOHC Dual VVT-i sama seperti Toyota Avanza Veloz. 1.500cc bertenaga 104 PS dan 136 Nm. Dan kabar buruknya tenaganya justru turun dari versi sebelumnya…

Mesin baru Toyota Rush dan Daihatsu Terios (oto.com)

Mesin ini dipadu transmisi 5-speed Manual dan 4-speed Automatic sama seperti sebelumnya. Yang sedih, performa mesin ini juga kurang baik di Toyota Avanza / Daihatsu Xenia terutama respon drive by wire nya yang kurang kontan dibanding mesin lamanya (3SZ).

Plus transmisi Automatic yang hanya 4-speed dan faktor bobot yang lebih berat dari Toyota Avanza sepertinya racikan rasio gir nya agak kurang maksimal, mungkin mengejar torsi dengan mengorbankan konsumsi bahan bakar akibat cruise RPM yang tinggi, mengingat itu yang terjadi juga di Rush / Terios lama. Dan lainnya, format mobil ini rear-wheel drive. Dan mengingat dimensinya cukup panjang, sepertinya bobotnya juga bertambah signifikan.

Untuk harga Toyota / Daihatsu masih belum merilis karena mobil ini baru akan dijual pada awal tahun 2018. Toyota / Daihatsu mengklaim akan berusaha meminimalkan kenaikan harganya. Prediksi sekitar 3 sampai 5 juta saja naiknya.

Harga hanya naik segitu dengan penambahan fitur segitu banyak … hmmm… jadi selama ini Toyota Rush dan Daihatsu Terios kemahalan (?).

Mari kita tunggu peluncuran resmi ke publik nya dan unit test drive nya. Bagaimanapun, Rush dan Terios baru ini sebuah breakthrough yang mungkin berpotensi akan menggerakkan Honda BR-V dan Mitsubishi Xpander untuk menambah jumlah airbag di facelift berikutnya.

Ya… Mungkin saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *