Berbicara tentang duo SUV kembar Astra yang baru saja diluncurkan, nampaknya sudah bikin banyak orang penasaran. Mobilnya sudah open indent dan dibuka untuk umum tetapi baru delivery awal tahun 2018.

2018 Toyota Rush & Daihatsu Terios (Youtube)

Nah, katanya nih… Mobil ini bakal mengganggu si anak baru yang baru lahir sekitar 3 bulan, tidak lain yaitu Mitsubishi Xpander.

Dengan banyaknya claim yang dibuat Toyota maupun Daihatsu, plus beredar selebaran perbandingan All New Rush dengan Xpander yang isinya menyudutkan Xpander (ya nampak jelas sih itu dari buletin internal), saya jadi tertarik membandingkan “beneran” – sekali lagi saya tidak terafiliasi dengan merek manapun.

Posting ini juga bersifat hanya overview, bukan first impression (karena belum lihat barang) apalagi review lengkap.

Selain Xpander, Toyota Rush / Daihatsu Terios juga punya lawan dari kubu H : Honda BR-V, yang merupakan Mobilio yang dibawa latian intens ke fitness center plus dikasih suplemen sehingga lebih kekar.

Honda BR-V (Kompas Otomotif)

Soal exterior-interior, sesuai pepatah : beauty is in the eyes of the beholder. Jadi biarkan mata anda yang menentukan siapa yang paling cantik. Saya belum akan membahas itu karena belum melihat barang aslinya Rush / Terios.

Rancang Bangun

Toyota Rush / Daihatsu Terios

Produk kembar ini menggunakan sasis ladder frame, meskipun setau saya tidak full ladder, tetapi monokok yang diberi support chassis seperti ladder frame. Karena seingat saya naik Terios rasanya tidak setinggi naik Innova atau Fortuner, dan ditambah mobil ini berbagi basis dengan Avanza dan Xenia. Untuk saat ini ground clearance nya paling tinggi, 220 mm.

Penggerak roda yang digunakan masih mempertahankan seperti di versi lamanya : front engine, rear wheel drive. Suspensi depan menggunakan jenis McPherson Strut dan belakangnya 5-link.

Tapi jangan berpikir full-independent karena roda belakang Terios dan Rush masih menggunakan gardan belakang rigid axle.

5-link rigid axle pada Daihatsu Terios / Toyota Rush (superpro)

Sisi positif dari penggunaan gardan model rigid axle adalah tentu saja kemampuan di medan off-road yang lebih baik.

Mitsubishi Xpander

Menggunakan sasis monokok, front-wheel drive. Mirip dengan Honda BR-V. Tetapi punya suspensi belakang yang katanya mengadopsi dari Lancer Evolution, semacam double-action shock absorber untuk meredam guncangan berlebih.

RISE body Technology di Xpander (MMKSI)

Shock Absorber model double-action dengan valve yang katanya mengambil dari Lancer Evolution (mitsubishigo)

Ground Clearance Xpander adalah 205 mm, tertinggi di kelasnya sebelum All New Rush dan Terios.

Suspensi depan menggunakan McPherson Strut dan belakang Torsion Beam, khas mobil – mobil front wheel drive kebanyakan di bawah 300 juta-an.

Honda BR-V

BR-V menggunakan sasis monokok, berbagi basis dari citycar Honda Brio dan LMPV Honda Mobilio. Dengan kata lain, ini adalah Mobilio yang “ditinggikan”. Atau seperti kata youtuber bertopeng “Brio Rasa suV” dengan format penggerak sama seperti saudara – saudaranya : front-wheel drive.

BR-V menggunakan teknologi body G-CON + ACE sama seperti Honda Brio dan Mobilio (honda)

Ground Clearance BR-V adalah 201 mm, tertinggi juga sebelum muncul kedua rivalnya, sehingga kali ini justru yang paling pendek. Ia lebih tinggi 12 mm dari Honda Mobilio yang menjadi basisnya. Sisi positifnya, BR-V punya titik gravitasi dan posisi duduk paling rendah.

H-shaped torsion beam (hondanews)

Suspensi depan menggunakan McPherosn Strut dan belakang H-Shaped Torsion Beam, sama seperti Mobilio. Tetapi sepertinya konstruksinya sedikit berbeda dengan Mobilio karena BR-V menggunakan PCD 5 lubang, sementara Mobilio 4 lubang.

Engine and Drivetrain

Toyota Rush / Daihatsu Terios

Daihatsu Terios dan Toyota Rush menggunakan mesin 1.5 Liter NR-series serupa dengan Toyota Avanza Veloz (otojourney)

Mesin Toyota Rush dan Daihatsu Terios serupa dengan Toyota Avanza Veloz, 2NR-VE bertenaga 104 PS @ 6.000 RPM dan torsi 136 Nm @ 4.200 RPM berteknologi Dual VVT-i. Menggantikan unit 3SZ-VE yang lama.

Kabar buruknya, mesin ini punya figur tenaga lebih rendah 5 PS dan torsi lebih rendah sekitar 5 Nm dari figur sebelumnya.

Selain itu mesin ini juga dipadu dengan transmisi 5-speed Manual dan 4-speed Automatic yang sama seperti generasi sebelumnya dan dengan gear ratio maupun final gear yang sama persis. Terdengar kurang baik … Karena impresi mesin dan transmisi Rush / Terios generasi sebelumnya juga kurang positif. Tapi yah mari berharap mesin baru ini lebih baik dari mesin lamanya.

Sayang karena belum ada unit test dan belum ada media yang menguji, belum ada bayangan Rush / Terios baru ini bisa menempuh 0-100 km/jam dalam berapa detik dan bagaimana figur torsinya untuk pengendaraan sehari – hari, apakah seperti Rush / Terios lama atau cukup jauh berbeda. Pengalaman dengan mesin NR Toyota di Avanza, getaran sih jauh lebih baik dibanding mesin 3SZ lamanya ya.

Mitsubishi Xpander

Unit 4A91 di Mitsubishi Xpander

Xpander menggunakan mesin 4A91 berteknologi MIVEC dengan tenaga 104 PS @ 6.000 RPM dan 141 Nm @ 4.000 RPM. Dipadu dengan transmisi 4-speed Automatic.

Secara spesifikasi tentu Xpander tidak berbeda jauh dari Rush / Terios, tapi ia menggunakan penggerak roda depan / front wheel drive yang mana bisa jadi lebih efisien, meskipun figur tenaganya biasa saja. Mungkin terlihat “cukup” saja figur tenaganya.

Menurut beberapa media test 0-100 bisa diselesaikan dalam 13 detikan, sangat “biasa”, dan walaupun menurut saya tidak sesuai tampangnya yang sangar seperti datang dari masa depan, tapi 0-100 figure tentunya tidak terlalu penting untuk sebuah MPV (atau SUV). Meskipun jika terlalu lambat juga akan sangat mengesalkan.

Honda BR-V

Unit L15Z1 di Honda BR-V serupa dengan Honda Mobilio, Jazz, dan HR-V 1.5. (kompas otomotif)

Di sektor mesin, Honda BR-V punya output terbesar : 120 PS @ 6.600 RPM dan 146 Nm @ 4.600 RPM. Angka yang besar, sayangnya diraih di putaran mesin yang cukup tinggi. Dengan kata lain tingginya tenaga BR-V hanya dapat dirasakan ketika kita menginjak gas sampai mentok.

Ditambah ia menggunakan transmisi CVT, memang yang paling canggih, tapi berpotensi memberikan rasa selip dan lag di putaran bawah yang cukup besar. Positifnya, soal konsumsi BBM seharusnya lebih baik.

Menurut beberapa media test 0-100 km/jam selesai dalam 11-12 detikan, sehingga soal performa sudah jelas yang paling unggul.

Kesimpulan

Well… Secara teknikal boleh dibilang All New Rush dan Terios tidak terlalu spesial dibanding lawan – lawannya. Tapi sekali lagi, ini masih jauh dari kesimpulan akhir karena belum dilakukan test drive.

Tetapi All New Rush dan Terios setidaknya membawa sebuah gebrakan di sisi fitur dan keamanan, sehingga mungkin kalaupun dibilang nilai plus, ya fitur ini yang menjadi kelebihan Rush dan Terios baru. Meskipun hal ini tentunya akan membuat Honda dan Mitsubishi juga bisa menyajikan fitur serupa di facelift berikutnya.

Yang mana pilihan anda ?

 

2 thoughts on “Technical Overview : All New Rush / Terios against Rivals

  1. Halo om….
    Sy ada minat ambil rush a/t..
    Kalau mobil ini di remap, kira2 bisa ga naik sekitar 10% dr tenaga awal..
    Dan kalau di surabaya yg om sarankan di mana, soalnya sy d blitar…
    Mau ke jkt males kalau cm buat reflash ecu, mohon masukan om.

    1. Surabaya coba ke GUT Motorsport Semolowaru, ketemu dengan ko Agus tunernya 😀

      Naik 10% mungkin ya maksimal naik 10% ya om… stock 104 jadi 114hp ya, coba optimalisasi ganti filter udara yang lebih plong, lalu exhaust (ganti header/downpipe) abis itu baru di remap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *