Seperti yang pernah saya bilang, Wuling adalah penentu kesuksesan merek Tiongkok di Indonesia. Jika Wuling sukses, tidak menutup kemungkinan merek lain akan berani unjuk gigi.

Dan apakah Wuling sukses ? OK, ini pertanyaan yang sulit.

Jika kita hanya lihat angka penjualan saja, Wuling tidaklah spektakuler. Angka wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer) Wuling bulan lalu hanya mencapai 900-an unit. Sedangkan di bulan sebelumnya lagi mencapai sekitar 2.200an unit, mungkin juga efek dari GIIAS. Tapi sekali lagi, angka wholesales tidak menceritakan semua gambar utuh dari sukses atau tidaknya Wuling.

Mungkin angka 900-an unit sebulan jika diasumsikan semuanya laku terjual saja masih sangat kecil dibanding major brands, tapi kalau kita lihat beberapa fakta bahwa Wuling hanya menjual 1 jenis mobil dan hanya menawarkan opsi transmisi manual, angka tersebut merupakan angka yang reasonable. Let’s say jika ada Confero varian automatic dengan rasio 50:50 maka terjual 1.800 unit per bulan, dan itu adalah angka yang besar, untuk mobil pendatang baru dari brand yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya. Bahkan 900 unit Wuling di bulan lalu berhasil mengalahkan brand seperti Nissan yang menjual ragam produk lebih banyak.

So, apakah Wuling sukses ? Jika melihat trend pasar sekarang, tentulah bisa disebut sukses. Setidaknya sukses atau tidaknya brand otomotif di Indonesia bagi saya dimulai dari awareness calon konsumen… “ooo ada tho mobil yang mereknya Wuling” . 

Kedua, parameter kesuksesan Wuling lainnya adalah keberanian merek Wuling untuk memasukkan line-up selain Confero (yang terdaftar berikutnya adalah Wuling Cortez, atau dinamakan Baojun 370 di negara asalnya), sudah terdaftar di TPT tinggal kapan peluncuran. Medium MPV ini adalah calon pesaing Kijang Innova.

Wuling Cortez masih diberi camo (dealerwuling.id)

Ketiga, keberanian merek senegara yang lain memasukkan produknya. Dan kita akan mulai membahas pendatang baru dari Tiongkok ini, yang baru saja meluncurkan sebuah SUV medium yang diberi nama DFSK Glory 580.

(youtube)

Sebenarnya mobil ini sudah pernah dipamerkan di GIIAS 2017, mungkin jika anda hanya muter di bagian passenger cars, anda tidak akan menemukannya karena mobil ini justru dipamerkan di hall Truck. Karena mereknya juga berjualan mobil komersil.

DFSK Glory 580 sempat dipamerkan di GIIAS 2017 bulan September lalu (oto.com)

DFSK adalah singkatan dari DongFeng-Sokon Automobile, perusahaan otomotif asal Tiongkok yang merupakan gabungan antara DongFeng dan Chongqing Sokon Industry Group. Sebetulnya nama Dongfeng tidak asing di dunia otomotif karena mereka juga memproduksi mobil – mobil CDM (China Domestic Market) untuk merek – merek populer seperti Honda, Nissan, Renault, dll, yang merupakan hasil kerjasama antara Dongfeng Automobile dan merek – merek tersebut.

Salah satu produk Dongfeng Nissan yang sudah kita nikmati dari 2007 adalah Livina series.

Nissan Livina series, produk kerjasama antara Dongfeng Automobile dan Nissan. (nissan my)

Kembali ke DFSK, nama “Glory” sebetulnya adalah penanda bahwa ia adalah model passenger car. Selain Glory 580 (SUV) mereka juga punya Glory 370, 360, 330 yang semuanya berwujud MPV. Selain Glory 580, yang dikabarkan akan meluncur lagi adalah MPV Glory 330. Jika lihat dari ukuran sepertinya ini adalah penantang Wuling Confero.

DFSK Glory 330, calon penantang Wuling Confero. (DFSK)

DFSK Glory 580

To be honest, merek mobil Tiongkok perlu hire desainer dari Eropa sepertinya (like Hyundai-KIA, LOL).

Mobil ini tidak bisa dibilang cantik, proporsi desainnya seperti terlalu banyak jiplak mobil lain dan digabung – gabung.

Fascia depan mirip Volkswagen Tiguan, bagian samping agak niru Hyundai SantaFe, belakang mirip Audi Q5. Gado-gado sekali dan terkesan tidak original… Not something I call beauty.

(otomaniac)

(oto.com)

Tapi mengingat SUV Jepang sekarang juga suka gado-gado design… Rasanya ini jauh lebih baik daripada SUV Jepang tersebut… (if you know what I mean)

Ukuran aktual mobil ini lebih panjang hampir 100 mm dari CR-V Turbo (4.680 vs 4.584), sehingga mobil ini sebetulnya panjang (walaupun kalau lihat bentuk aslinya tidak terlihat panjang). Lebih sempit 10 mm dari CR-V Turbo (1.855 vs 1.845), dan lebih tinggi 36 mm dari CR-V Turbo (1.715 vs 1.679). Mungkin ukuran ini lebih dekat ke Hyundai SantaFe (4.690 x 1.880 x 1.690). Wajar karena ini adalah SUV 7 seater, ya semoga saja ruang belakangnya tidak terlalu sempit.

Bagian dalamnya juga sebetulnya tidak terlalu spesial, malah beberapa bagian terlihat mengadopsi desain dari Nissan X-Trail, contohnya di bagian layar head unit.

(otojourney)

Selain itu, peletakan switch power window juga mirip dengan Hyundai dan Mazda. Intinya tidak hanya bagian luar, dalamnya juga gado – gado. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena belum sempat lihat wujudnya.

Ya sempat sih, cuma sebentar waktu GIIAS 2017 lalu dan itupun udah lupa.

Yang menarik adalah bagian teknis mobil ini. Mobil ini tersedia 2 versi mesin bensin : SFG18 Naturally Aspirated dan SFG15T Turbocharged. Ya kurang lebihnya seperti Honda CR-V yang juga tersedia 2 Liter N/A dan 1.5 Liter Turbo. Transmisi tidak seperti kebanyakan mobil Tiongkok, ia tersedia opsi matik CVT (akhirnya ada mobil Tiongkok pake Automatic!). Manualnya pun 6 percepatan.

Mesin 1.8 Liter Bensin menghasilkan tenaga 130 HP / 187 Nm dan mesin 1.5 Liter Turbo nya menghasilkan 147 HP / 220 Nm. Sayang di website resmi DFSK tidak dicantumkan peak nya di putaran berapa. Tapi melihat figurnya, tenaganya lebih besar 7 HP dari Volkswagen Tiguan TSI dan torsinya kalah 30 Nm dari Tiguan (140 HP / 250 Nm). Dibandingkan All New CR-V ia masih kalah 43 HP dan 23 Nm (190 HP / 243 Nm).

Mesin SFG15T di DFSK Glory 580 (kompas otomotif)

Mobil ini berpenggerak front-wheel drive dan (sayangnya) suspensi belakangnya masih belum independent (torsion beam). Mungkin ini yang menjadi potensi drawback dibanding SantaFe maupun CR-V.

Tapi sekali lagi, kabarnya ia dibanderol harga 300 – 350 juta-an saja, setara dengan small SUV macam Honda HR-V dan Chevrolet Trax. Jadi dengan spesifikasi seperti itu rasanya tetap value for money nya tinggi.

(otodriver)

Mungkin salah satu dari anda berminat untuk meminang 1 unit ? Lumayan dapat mobil kelas CR-V harga HR-V.

Semoga saja pabrikan Tiongkok kali ini bisa benar – benar bersaing tidak sekedar ramai di awal saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *