Xpander atau Toyota Rush / Daihatsu Terios ?

Mending nerusin indent Xpander atau ganti ke Rush / Terios ?

Nampaknya SUV kembar Astra ini berhasil membuat galau seantero jagat nusantara yang sedang menanti Xpander idaman masuk ke garasi rumah, atau bahkan galau mau indent Xpander tapi antrian sudah sangat panjang sampai bulan April (mungkin sekarang udah sampe bulan Mei 2018).

Jujur, saya juga penasaran. Bukan apa – apa, saya dari awal keluar ngga pernah tertarik dengan duo jagoan Toyota-Daihatsu ini. Tapi hype nya begitu kuat bahkan sampai membuat bingung para calon pemilih Xpander. Jadi penasaran, se-wow itu kah ?

Di beberapa post sebelum ini saya membahas duet ini 2x melalui foto yang beredar dan spesifikasinya. Kali ini akhirnya sempat juga melihat mobil ini langsung di kota Surabaya (ya karena baru diluncurkan juga, sih). Lihat model dan spek bagi saya pribadi nggak wow, tapi mungkin lihat langsung mobilnya bisa mengubah pendapat saya ?

Unit yang dipajang adalah Terios tipe R Deluxe bertransmisi Matik. Untuk unit Rush nya baru dikeluarkan Januari nanti menurut salah satu sumber.

IMG_20171206_213013

Muka depan jika dilihat frontal sebetulnya nggak jelek – jelek amat. Kesan gagahnya ada, walau kap mesinnya keliatan kurang tebel dan terlalu membulat jadi keliatan agak aneh, tapi ya, ya sudahlah, mungkin berusaha biar aerodinamis. Grill hard-line nya juga keren, ngasih kesan bold di mobil ini. Dari depan terkesan seperti mobil seukuran Fortuner. Kalo anda dikasih foto tanpa bagian samping dan belakangnya, anda akan ngira ini Fortuner baru. (percayalah ini bukan sarkasme)

IMG_20171206_212923

IMG_20171206_214141

Tetap bertabur krum, ciri khas produk kembar Astra.

Lampu depan agak ke CR-V CR-V an, kalo dibandingin sama size nya keliatan kecil banget lampunya, agak kurang digedein ke bawah dikit. Tapi nilai plus sudah pakai LED, ya, ini salah satu kelebihannya dari Xpander maupun BR-V.

IMG_20171206_213435

Begitu liat samping baru keliatanlah anehnya mobil ini (yep, ini sudah diperhalus pake amplas 100 kata-katanya). Honda BR-V yang menurut saya udah aneh proporsi sampingnya, ini lebih aneh lagi. Bagian moncong seakan dipaksa dilas dengan body sebuah MPV streamlined yang lalu ditinggikan. Kalo bingung yang saya maksud, coba bayangin Kijang Innova moncongnya dipaksa pakai muka Fortuner, ya, seperti itulah bentuknya kurang lebih. 3/4 bodi ke belakang MPV, 1/4 sisanya SUV. Gak nyambung blas.

IMG_20171206_213454

Absennya over fender yang jadi ciri khas Rush / Terios lama juga menjadi nilai minus. Seperti Fortuner VNT dan VRZ, VRZ terlihat cungkring jika disebelahin sama VNT karena over fendernya absen demi tampang metroseksual, yang malah jadi aneh. Sama juga di Rush dan Terios. Akibatnya, keseluruhan proporsi mobil jadi terlalu panjang tapi jadi kurang lebar. Jarak ruang roda ke fender juga terlalu lowong, tidak masalah jika menggunakan ban besar seperti Fortuner. Lha yang dipake ban biasa (Bridgestone Alenza) profil 215/70/16.

IMG_20171206_212938

Bagian belakang meninggalkan konde yang menjadi ciri khas Rush / Terios lama, mengikuti model SUV zaman now. Lebih metroseksual, dan sama seperti yang terjadi di bagian depan, bagian belakang ini enak kalau dilihat frontal sampai 1/4 nya saja. Jika dilihat secara frontal, kita akan mengira ini mobil MPV karena bentuknya lebih mirip MPV daripada SUV.

IMG_20171206_214048

Details

IMG_20171206_214123

Handle pintu yang merupakan common part dengan Sigra dan Xenia. 

IMG_20171206_213501

Lalu  ada talang air di kaca baris ketiga … errr …. mikir positif saja lah mungkin menambah downforce… 

IMG_20171206_214038

Kamera yang membuat Terios mirip mobil – mobil mewah. Good job Daihatsu.

Honestly saya bukan penggemar styling Terios baru ini. Terkesan terlalu busy exteriornya pengen keliatan macho sekaligus family car. Kenapa sih nggak niru desainnya sampingnya Fortuner aja, Rush / Terios lama juga sampingnya kayak mini Fortuner, and it’s a good thing. Kesan SUV nya lebih nampak. Old Terios is a lot simpler, better, and bolder compared to this thing.

…. Yep, the old one is better.

Interiornya berbeda dari Rush dan Terios lama yang cenderung ingin menunjukkan kesan tangguh, di Terios baru ini kesan elegant dan luxurious lebih ditonjolkan.

IMG_20171206_213133

Interior Terios lama (harianoto)

Beberapa detail yang menurut saya bagus antara lain :

  • Kombinasi warna dual-tone membuat kesan lapang di interior Daihatsu Terios ini. Flow desain yang membentuk pilar di bagian tengah dasbor juga memberi kesan berkelas, mengingatkan pada kakaknya, Toyota Fortuner, dan beberapa mobil Eropa.

IMG_20171206_213643

IMG_20171206_213158

  • Bagian vent AC tengah, head unit, dan tombol AC terlihat begitu mewah dengan piano black finish, lebih terlihat mewah dibanding Xpander apalagi BR-V.

IMG_20171206_213152

  • Ornamen krom di vent AC kanan-kiri ketika ditutup yang berbentuk mirip bola mata meskipun hanya fungsi estetika juga memberikan kesan classy berada di dalam kabin All New Terios ini.

IMG_20171206_213315

  • Kursi yang memiliki support lebih baik dibanding Terios lama, kurang lebih seperti Xenia / Avanza baru, nggak lagi flat. Baik untuk perjalanan jauh.
  • Speedometer optitron memang bukan barang baru di tahun 2018 (well, mobil ini akan dijual di awal tahun 2018), tapi juga membuat Terios baru ini terlihat lebih modern.

IMG_20171206_213214

OK meskipun ia terlihat lebih mewah, tapi ada banyak kekurangan yang menurut saya cukup mengganggu di Terios baru ini :

  • Banyak orang menyukai model setirnya, tapi sejujurnya saya nggak terlalu suka. Bukan karena jelek, tapi personally ini setir Daihatsu Copen, ayolah, sangat nggak pantes dipasang di sebuah Terios yang merupakan mobil SUV. Modelnya nggak jelek, cuma nggak nyambung aja karena interiornya ngambil tema elegant, sedangkan setir Copen ini modelnya sporti abis, seharusnya bisa pakai model 4-spoke atau 3-spoke tapi modelnya yang lebih ke SUV SUV an. Sama anehnya ketika Mitsubishi memutuskan memasang setir Mirage di Outlander Sport, sebelumnya bagus – bagus dikasih setirnya Pajero Sport…

IMG_20171206_213205

  • Desain gear levernya nggak berubah, interior dah bagus – bagus dikasih warna dual tone dan desain mewah, tapi gear lever model masih macem pentol korek jadul. Mungkin ini adalah desain gear lever matic paling nggak niat dan nggak kreatif di tahun 2018.

IMG_20171206_213325

  • Setir nggak telescopic… well… Kalo mau ngelawan Xpander sih kayaknya ini dah jadi fitur mandatory. Mana posisi setir juga kurang pas.
  • Hal paling saya nggak suka di interior Terios baru ini adalah : Glove Box ! Ini mobil harganya dah pasti di atas 250 juta, which means di atas Xpander, tapi glove box nya dari bahan, pemasangan, nggak beda sama Ayla. Plastiknya ringkih, terkesan murah, dan mekanisme buka nya juga kasar banget. Masa mobil 250 juta masih dikasih glove box ala LCGC gini ?

IMG_20171206_213354

IMG_20171206_213729

IMG_20171206_213341

  • Pemandangan di sekitar interior bagi pemilik Sigra dan Xenia, nggak akan terasa upgrade sama sekali. Di doortrim depan, tombol – tombol mirip punya Xenia, handle pintu dalam mirip Sigra dan Xenia. Doortrim belakang kayak bener – bener common part dengan Sigra. I mean, ayolah, Terios lama aja ngga ngeplek amat sama Xenia. Mengenai jait – jaitan palsu di sekujur dasbor dan doortrim… Ya sudahlah… Plastik murah… Ya sudahlah…. tapi kalo feel kabin kayak LCGC kok rasanya kebangetan pake banget. Orang beli mobil ini kan berharap naik kelas dari Ayla, Sigra, Xenia… tapi kalo masuk ke dalem mirip juga….

IMG_20171206_213238

IMG_20171206_213706

Other details

IMG_20171206_213058

Cargo Tray yang sangat praktikal untuk bawa barang. Good!

IMG_20171206_213720

Akomodasi cukup mumpuni, sayangnya baris 3 cukup terbatas, harus dimajukan lagi kursi baris 2 supaya dapat space lebih proper di baris 3.

Entah kenapa saya merasa interior Terios lama lebih berkarakter, ini terkesan mau mewah ya nanggung, belum plastiknya plastik LCGC dan dipenuhi oleh common part yang diambil dari Daihatsu Sigra dan Xenia. Kalo cuma mirip Xenia ya oke lah, masalahnya part Xenia juga mirip dengan Sigra yang LCGC. Nah loh…

Mengenai jantung pacu dan transmisi sudah sering saya bahas, jadi ya sudahlah kasih fotonya saja.

IMG_20171206_213833

Memang belum ada unit test drive, tetapi kalaupun ada peningkatan kok saya mikir paling kayak New Xenia ke Great New Xenia saja… nggak terlalu signifikan. Tapi ya sudahlah, bagaimanapun nanti harus coba jika sudah muncul.

To be honest, kelebihan mobil ini dibanding Xpander Ultimate hanya camera 360 dan ground clearance 220 mm nya saja. Menurut saya, dua hal itu bukan sesuatu yang terlalu penting sampai harus dimiliki sebuah mobil. Ground Clearance 220 mm, pertanyaan saya, kalo aktivitas 80% di perkotaan pakai Xenia yang 200 mm juga lolos. Agak overkill beli Terios cuma buat dapet ground clearance lebih tinggi, kecuali memang butuh SUV “perang”, aktivitas banyak ke proyek atau ke hutan.

So… Layakkah dibeli ?

Objectively, mobil ini harus diakui merupakan peningkatan dari Terios sebelumnya, Jika ingin mengganti Xenia atau Terios lama anda ke Terios baru, ya mobil ini sangat cocok, berasa sekali naik kelasnya. Bagaimanapun klien bisnis akan ngeliatnya beda naik Terios dan naik Xenia atau Sigra. Bagaimanapun, kembali ke realita bahwa ini adalah mobil di bawah 300 juta, jadi mau minta apa lagi ?

Tapi secara personal saya akan prefer Terios model sekarang yang kemungkinan diskon gede karena akhir taun. Secara model lebih masuk, dan jika digunakan untuk mobil operasional, harga jadi salah satu pertimbangan bukan ?

(daihatsu)

Daaaan… untuk membatalkan SPK Xpander anda yang ngantrinya sampe dah brojol anak kedua…. Coba pikir baik – baik dulu. Saya rasa terlalu cepat kalau mau membatalkan SPK Xpander sementara kita belum tau harga OTR Terios dan apakah indentnya bisa lebih cepat dari Xpander.

 

NB : Bukan sales merek sebelah, tidak terafiliasi dengan brand manapun.

 

2 thoughts on “2018 Daihatsu Terios R Deluxe AT – Walk Around

  1. Bukannya kalau speedometer Rush baru (entah Terios juga/tidak) itungannya gak optitron ya om? Soalnya di salah satu review yg saya liat, speedometernya gak nyala lampunya..

    Ya kayak Yaris gitu deh, keliatan indiglo tp nyalanya pas lampu diidupin.. Padahal Rush lama udah optitron…

    Terus, ternyata bannya juga beda2, bisa dapet Alenza (ratingnya konon bagus) atau Enasave (yang ampas)…

    1. Hooo iya kayaknya saya salah pake istilah optitron sama indiglo… ketuker hahahaha. Iya lebih mirip indiglo daripada optitron macem Innova / Fortuner lama versi terakhir sih.

      Yup ban di display ada yang pake enasep dan alenza… untung2an aja klo dapet yang enasep ya extra duid lagi buat ganti ban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *