“Nanggung, mau gede kok ya kurang gede, mewah kok kurang mewah, mau kecil kok nggak kecil – kecil banget.”

Mobil kelas medium adalah korban dari melarnya mobil yang dulu dianggap compact. Sebut saja Honda Civic, Toyota Corolla, yang sekarang makin melar dan kelas compact diganti dengan Honda City dan Toyota Vios, lalu karena 2 mobil ini makin melar juga ada yang namanya Brio Amaze dan Toyota Etios, what ?

Itu hanya sekian contoh dari merek yang populer, tapi faktanya nggak peduli merek dari pabrikan manapun, mobilnya sudah semakin melar karena mengikuti perkembangan zaman. Faktornya ada banyak di antaranya safety regulations, meningkatkan cabin space, konstruksi mesin dan kaki – kaki, dll.

(CarThrottle)

Setelah vakumnya Honda Civic Hatchback generasi 5 (Estilo), pemain medium hatchback hanyalah dari pabrikan – pabrikan Eropa dan brand Jepang yang kurang populer. Let’s say Ford Focus, VW Golf, Mazda3, Subaru Impreza Hatchback.

Generasi 5 Honda Civic di Indonesia dipasarkan dengan body Hatchback dan masih populer hingga sekarang untuk perlombaan drag race, harga bekas nya pun terkerek dibanding saudaranya yang berbody sedan, Genio. (superstreetonline)

Satu persatu bertumbangan.

Mazda3 tidak mengeluarkan generasi keduanya di Indonesia dari 2009 – 2017 karena tidak populer.

Mazda3 generasi kedua, tidak masuk ke Indonesia karena sepinya peminat dan kalah populer dengan pemain besar seperti Civic dan Corolla (topspeed.com)

Ford Focus dan Subaru Impreza tumbang bersama dengan ATPMnya. Ford ATPMnya hengkang padahal baru beberapa bulan introduce Focus Ecoboost 1.5 Liter yang harganya lebih murah dari Honda Civic FB, Subaru masih belum ada kejelasan mengenai nasib ATPMnya yang terkena skandal pajak dari 2015.

Ford Focus Ecoboost, sempat mendarat di Indonesia bersamaan dengan saudaranya, Everest, sebelum Ford Motor Indonesia hengkang beberapa bulan setelahnya (paultan)

Subaru Impreza generasi ketiga berbody hatchback (GRB/GRF) juga sempat masuk ke Indonesia sebelum Motorimage Indonesia akhirnya berhenti beroperasi karena skandal pajak (edmunds)

VW Golf sempat populer di generasi MK6 tahun 2010 – 2014 karena harganya sempat murah, hanya berselisih sedikit dari Honda Civic pada saat itu karena menggunakan mesin 1.4 Liter dan body hatchback, berganti ke MK7 2015 harganya menjadi sangat tinggi (di tahun 2017 ini sudah mencapai 550 – 600 juta!).

VW Golf MK6, sempat populer di Indonesia menjadi entry level lineup VW, dan di zaman itu harganya cuma 340 juta-an karena berstatus Semi-knockdown, lebih murah dari Honda Civic pada saat itu. Bermesin 1.4 Liter TSI Dualcharger yang cukup kencang. (autobild.co.id)

VW Golf MK7 yang menjadi penerusnya, tapi harganya sudah sangat mahal, entah apa yang bikin mahal. Versi faceliftnya malah sudah mencapai 600 juta! (autobild.co.id)

Seakan tidak ada yang mau menggarap kelas ini karena sangat naNggung dan kurang peminat. Di kelas 400 – 500 juta orang tidak menginginkan sedan atau hatchback medium, mereka ingin SUV keluarga atau MPV, yang lebih cocok untuk karakter kebanyakan orang. Jika ingin mobil simbol status, mereka akan lebih memilih sedan sekelas Camry atau Accord, atau bahkan sedan Eropa sekalian. Kelas ini begitu suram sampai hanya pemain Eropa saja yang berani bermain karena ingin meraih konsumen yang lebih muda, let’s say Mercedes-Benz A-Class, BMW 1-series.

Medium hatchback seakan hanya menjadi mainan merek premium dengan price tag minimal 500 juta yang mesti digelontorkan, Mercedes-Benz A-Class sendiri sudah mencapai harga 700juta-an. (Mercedes-Benz)

Tapi angin segar berhembus di awal 2017.

Setelah berhasil mengembalikan kejayaan kelas medium sedan di 2016, Honda kembali mengambil langkah yang bold di tahun berikutnya dengan meluncurkan Civic berbody hatchback.

Honda Civic Hatchback Turbo diluncurkan pada bulan 6 tahun 2017, Honda ingin membawa para fans Civic bernostalgia dengan Civic Estilo. (otospirit)

Sepertinya sudah menjadi suatu budaya kalau Honda adalah trendsetter di pasar sedan / hatchback, karena begitu Honda meluncurkan Civic Hatchback, kelas ini seakan hidup kembali. Ibaratnya, pabrikan lain akan melihat langkah Honda sebelum mengeluarkan lineup sedan atau hatchback. Tentu kita juga ingat kisahnya Honda Jazz dulu yang jadi trendsetter di kelasnya.

Kita tentu masih ingat Honda Jazz generasi pertama yang juga trendsetter di kelas small hatchback pada zamannya. Sudah jadi rahasia umum kalau Honda selalu jadi trendsetter di kelas ini. (autoevolution)

Daya tarik Civic Hatchback sebenarnya ada di harganya, karena Civic Sedan sudah mendekati 500 juta (terima kasih untuk pemerintah kita yang masih belum juga merevisi pajak sedan), dengan body hatchback yang dikategorikan minibus, Civic Hatchback dirilis dengan selisih harga 40 – 80 juta lebih murah dari counterpart sedan nya. Bahkan ia lebih murah 150 juta dari kompetitor Jerman nya.

Yang lucu, salah satu kompetitor terdekat Honda, yaitu Mazda yang dari awal tahun juga sudah menyiapkan aba – aba untuk memasukkan Mazda3 Hatchback sejak beralih kepemilikan ke Eurokars, di GIIAS 2017 lalu sudah membawa Mazda3 Hatchback untuk dipamerkan, bahkan sudah dites oleh salah satu media lokal dan sudah mengadakan event bertajuk Mazda Power Drive, meskipun pada event itu setau saya Mazda3 nya tidak bisa dicoba.

Mazda Power Drive menghadirkan empat lineup terbaru Mazda (mobilmo.com)

Sekitar 2 minggu lalu juga, saat saya sedang berada di salah 1 mall di Surabaya, dari kejauhan terlihat siluet sebuah mobil berwarna putih di booth Mazda, dari awal saya masih mikir ini Mazda2 atau 3, di pikiran saya “Mazda2 kok velgnya gede dan atapnya rendah gitu?” saat saya mendekat, terjawablah kecurigaan saya : itu Mazda3 Hatchback!

IMG_20171209_133451

Baiklah, nampaknya sudah terlalu panjang, sepertinya first impression Mazda3 Hatchback mesti dilanjut di postingan lain.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *