“Harga mobil sekarang mahal banget ya! 150 juta cuma dapet LCGC! Dulu 150 juta bisa dapet Avanza”

“Dulu 300 juta gua dapet CR-V sekarang kok cuma dapet HR-V, mahal banget mobil sekarang”

Oh, really ? Wow, mahal sekali dong mobil sekarang.

Suka nggak suka, inflasi membuat harga mobil sedemikian melambung. Mobil makin mahal, 10 tahun lalu mobil yang harga barunya 300 juta sekarang udah 500 – 600 juta aja. Kadang saya mesti terheran – heran lihat harga mobil sekarang, mengeluarkan harga sama demi barang yang lebih, well, turun kelas (?) kalo kata orang – orang.

(quickmeme)

I was experiencing this, really, dan saya akan cerita berdasarkan pengalaman pribadi saja.

Sangat lucu ketika saya cerita ke beberapa kawan, kalau CR-V 2014 harian keluarga kami ditukar dengan HR-V Prestige 2015 yang dibeli pada pertengahan 2016 lalu.

“Hah serius lu ? Turun kelas dong.”

“Hah udah gila CR-V ditukar HR-V ? Enak naik CR-V kemana-mana lah bro! Gengsinya juga beda!”

Tapi ketika itu HR-V tiba di garasi dan seperti biasa, ketika ada mobil baru di garasi, selalu penasaran dan langsung bawa jalan keliling kota. Maklum, naluri test driver, liat mobil baru pasti udah “nepsong”.

IMG_20160611_123150

1 hari, 2 hari, dan saya berpikir… This car is totally fine. Maksudnya, ada apa dengan menukar mobil ke kelas yang di bawahnya, kalau memang kebutuhannya itu? Karena di keluarga kami, berlaku aturan tak tertulis kalo gengsi nomer sekian, penting kebutuhan dan selera. That’s why we still got an Avanza for our workhorse dan enggak pernah di upgrade ke Innova or Fortuner or else!

Equipments ? HR-V Prestige jauh lebih well equipped daripada CR-V 2014 saya… 2 airbags vs 6 airbags (sebelum CR-V facelift di 2015 dengan 6 buah airbag dan tipe Prestige yang harganya skyrocketing). Electronic parking brake, soft-touch materials, LED headlights, well

DSC_3105

Nggak menampik kalo CR-V secara refinement engineering lebih baik, tapi mobil itu 2B (Besar dan Boros), B satunya (Boyo) nggak termasuk karena mobil itu kencang dan lebih bertorsi daripada HR-V, DOHC i-VTEC K24 vs SOHC i-VTEC R18. Suspensi belakang double wishbone vs torsion beam juga nggak bohong lah handlingnya.

Cuma sekali lagi, do we need all of that ? Atau pertanyaannya diganti, do people care about big engines, independent rear suspensions, etc ? Hanya minoritas a.k.a kaum petrolhead yang peduli, yang populasinya paling 10% – 20% dari pemilik mobil di Indonesia.

Sisanya, people just want shitboxes for their daily commute yang nyaman, irit, dan reliable untuk at least 5 taun sampai 7 taun ke depan dan dijual nggak nyungsep harganya. Like it or not, this is what happened with global car markets. Makanya so-called shitboxes merajalela di pasar global.

Specific Market Needs

Downgrade” yang terjadi di sini adalah dampak dari pasar otomotif yang makin spesifik kebutuhannya. Maksudnya, ketika dulu orang harus beli CR-V untuk social climber, sekarang orang cukup beli HR-V udah dapat gengsi, nggak kalah sama yang naik CR-V. Jujur aja, orang awam susah kok bedain HR-V dan CR-V. Orang dapet gengsinya CR-V jaman dulu tapi kekurangan paling besarnya CR-V jadul : Boros, udah nggak ada. 1.5 Liter HR-V could easily reach 10 km/l for daily commute and that’s very good. 2.0 Liter CR-V ? Goodluck reaching 9 km / liter. 2.4 Liter ? Jangan harap kecuali sehari – hari naik tol yang itupun masih kadang macet.

Contoh lain, lahirnya si duo astra Sigra-Calya. Apa yang dijual duo ini ? Small cars for city commute yang bisa muat 7 orang. Avanza to be honest nggak bisa dibilang terlalu irit, malah boros untuk ukuran cc nya karena RWD dan bobot yang tidak ringan. Sigra-Calya ? Saya pernah pakai Calya A/T selama 3 hari di Surabaya dan mobil itu dengan kaki nggak sekolah aja bisa dapet 12 km/l dalam kota. Avanza mesin K3-VE yang lama paling bagus juga 1 : 9 dalem kota yang Automatic. Segmen pembeli Sigra-Calya adalah orang yang butuh extra space tapi aktivitasnya city-commute di dalam kota. Makanya mobil ini begitu laku di kalangan pengusaha kecil dan bahkan sekarang taksi online, karena fleksibel dan irit BBM. A more simplistic and easier option than Avanza/Xenia.

Daihatsu Sigra (Daihatsu)

Lupakan Gengsi, Lihat Kelengkapannya

Saya jadi inget pertama keluarga kami punya Xenia 1.300 cc Automatic untuk workhorse (yang sekarang jadi All new Avanza 1.300cc). Mobil itu harganya 145 juta saat itu (akhir 2010), kelengkapannya sangat basic. No ABS, no Airbag, interior bikin sakit mata terutama kalo panas terik siang hari warnanya nggak banget, alarm mobil yang kena getaran mesin Kijang Kapsul aja bunyi, peredaman nol besar. Sangat – sangat basic.

Daihatsu Xenia AT keluaran awal, sangat – sangat basic. Fitur keamanan hanya rem dan doa…. (OLX)

Sekarang, harga Xenia paling rendah aja nggak segitu. Tapi lihat dong apa yang didapet, all type udah Airbag, interior lebih mewah, ada side impact beam (kalo nggak tau, ini sempat jadi kontroversi di Avanza/Xenia gen awal). Avanza-nya malah semua tipe sudah ABS dan Airbags, padahal dulu kalo inget tahun 2011 sebelum facelift Avanza cuma tipe S/Veloz yang dapet ABS dan Airbags. Mesin baru juga lebih halus dan irit. Lah gimana, mau menang banyak tapi gak mau naik harga ‘kan lucu.

Toyota Avanza di tahun 2013 mendapat update semua tipe diberi Airbag dan ABS. (tribunnews)

Pabrikan sekarang, lebih mending nambahin shit loads of fancy feature pendistraksi… maksudnya… penunjang kebutuhan / gaya hidup penggunanya daripada memberikan engineering refinement kelas wahid yang akhirnya bikin mobil jadi mahal. Makanya liat kan sekarang LCGC yang katanya cuma gantiin kaki aja fiturnya lebih banyak dari Avanza 10 tahun lalu?

Bukan downgrade, karena konsumen sekarang lebih pemilih dalam milih mobil. Pasarnya lebih “segmented”. Seriously, kalau saya seperti mayoritas konsumen Indonesia, hanya tipikal orang yang butuh daily commuter irit, kenapa harus beli Honda Jazz atau Toyota Avanza yang udah lewat dari 200 juta ? I’m fine with an Ayla, it’s very damn efficient, versi transmisi manual dengan cara nyetir irit bisa nembus 18 km/l. Sudah dua kali saya dititipin Ayla seorang temen selama seminggu dan untuk daily commute, that car is seriously good. Gampang parkir, irit, praktis, itu sesuatu yang memang dicari oleh konsumen kebanyakan.

Well, versi terbaru tampangnya pun nggak malu-maluin walaupun mobil yang dibilang “murah” . Buat orang yang nggak ngerti mobil, tetep terlihat mewah kok. (Daihatsu)

Masalahnya, orang kita kebanyakan ‘kan ogah dibilang downgrade, padahal ya gak butuh-butuh amat.

Mobil Kelas Atas Semakin “Dimewahkan”

Karena kebutuhan market yang makin spesifik ini, pabrikan jadi nggak merasa perlu mengembangkan mobil berukuran besar untuk memenuhi segala kebutuhan seperti yang terjadi di Avanza atau CR-V 5-10 tahun yang lalu. Akhirnya, market Avanza (yang otomatis naik ke kakak – kakaknya seperti Rush, Innova, Fortuner) dan market CR-V (termasuk Civic, Accord) dikembangkan ke pasar lebih premium. Wajar, harganya skyrocketing.

Honda CR-V yang saat ini harganya 500 juta, 6 tahun yang lalu keluarga kami membeli CR-V tipe tertinggi di harga 380 juta. Tapi itu kan 6 tahun yang lalu, dan saat itu CR-V kelengkapannya sangat – sangat basic dan jelas kalah mewah dibanding model sekarang.

Eh, tapi kalo dibanding apa yang didapet, sebenernya nggak skyrocketing juga lho. Masih wajar banget kok.

Orang protes Kijang overprice, lah, Kijang tipe V terakhir keluar kelengkapannya juga kalah sama Kijang baru tipe G. Nggak perlu tipe Q kok, beli tipe G aja udah rasa upgrade dari tipe V terakhir, cuma sekali lagi, kan gengsinya kurang, masa dari tipe tertinggi turun ke tipe paling bawah.

IMG_20151128_113516

All New Innova, bahkan base trim nya pun sudah lebih lengkap daripada tipe tertinggi di versi sebelumnya.

Civic Turbo dibilang mahal, lah, liat dong dulu Civic Sedan tipe tertinggi sama Civic Turbo Hatchback tipe paling bawah aja kelengkapan beda tipis, belom ngomong performa dan teknologi yang udah jauh banget. Kualitas juga jauh lah Civic lama sama Civic baru.

IMG_20170211_172919

Civic generasi FD, saat itu fitur termewah di tipe tertinggi hanya AC digital dan Vehicle Stability Assist. Kelengkapan paling basic yang itupun masih kalah dibanding Civic Turbo tipe paling bawah. 

IMG_20170501_114846

Civic Turbo Sedan, sekarang harganya 480 juta-an, tapi kelengkapan jauh lebih baik dan kualitas jauh meningkat. 

Ngomongin value, jelas lebih dapet value nya mobil sekarang ketimbang mobil dulu. Get the facts straight, semua fitur mobil Jepang modern juga nggak kalah sama Eropa. Coba lihat Mazda, interface MZD Connect malah jauh lebih enak dibanding Mercedes punya, cuma ya sekali lagi itu nggak substansial, anda nyetir bukan ngeliatin layar gede di tengah kok.

Kita aja kadang masih kena brainwash kata “kelasnya beda”, “gengsinya beda”.

Kalo Perlu Gengsi, Beli Mobil Bekas Aja.

BMW bekas, Mercedes bekas, itu jauh lebih bergengsi ketimbang mobil Jepang manapun keluaran terbaru. Anda piara Mercy Boxer W124 udah dianggap pria berkelas. Tapi sekali lagi, ini kan bukan your typical daily shitboxes.

Mobil seperti ini ya bener peningkat gengsi, murni naikin gengsi, kan malu toh ke kondangan bawa shitbox sehari – hari yang dekil dicuci sebulan 1x kena hujan melulu, belom lecet dan ancur dimana – mana. Kalo mau gak kalah gengsi sama temen yang bawa Mercedes E-Class terbaru, beli W124 juga nggak kalah dipandang berkelas kok, atau beli W140 S-Class terus bergaya ala mafia, mantap abis!

Saya pun kalau disuruh beli mobil kedua untuk penunjang gengsi ya akan beli Mercedes bekas yang value nya nyungsep, ngapain beli mobil Jepangan, 500 juta dapet CR-V, bisa dapat E300 tahun 2011 yang dibawa kemana-mana tetep keliatan aura orang kaya!

Mercedes W124 jadul pun tetep terlihat bergengsi dan anda tetap dianggap berkelas kalau naik ini (Honest John)

Nah apalagi pakai yang ini. (auto-world.net)

Personal favourite saya, E300 W212 (pro-mb.ru)

Masalahnya, mobil seperti itu juga perlu pemilik yang telaten, nggak cuma mau tampang tapi ogah ngerawat…

Another Option : Don’t Sell Your Car

Solusi kalau gak mau “downgrade” ya udah, keep your damn old CR-V, buy a Brio or Mobilio for daily commute. Daripada pusing kan, ogah downgrade beli HR-V tapi mau tombok beli CR-V baru mahal banget.

Itupun kalo masih telaten ngerawatnya, ya. Kalo pelit urusan duit buat mobil tua sih masalah besar. Mobil ya kayak manusia, makin tua makin ada aja penyakitnya. Jangan ngeluh kalo mesti ngebengkel mulu, demi gengsi man! Seringnya banyak yang gak tau diri, bilang mobilnya kok rewel, nah namanya juga umur pak… Moving parts di mobil kan banyak, belom kalo pakenya ngasal.

(memecrunch)

Intinya ya apapun itu, mempertahankan gengsi itu memang mahal… Tapi kalo orang yang memang ngerti kebutuhannya sendiri biasanya gengsi nomer sekian kok.

Seperti kata pepatah, hidup itu murah, gengsi yang mahal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Mobil Sekarang Mahal !?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *