Sangat tidak mungkin kita menyenangkan semua orang.

Di dunia roda empat apalagi, sangat sulit untuk menyenangkan banyak orang.

Kebutuhan yang berbeda – beda, selera yang berbeda – beda, membuat setiap merek mesti berimprovisasi untuk menghadirkan produk terbaik mereka.

Seperti di post sebelumnya saya menyinggung tentang fakta bahwa sebenarnya di balik kenaikan harga mobil, kebutuhan konsumen dan tuntutan konsumen juga makin spesifik dan bermacam – macam.

Suka tidak suka, fenomena ini membuat varian mobil menjadi beraneka ragam. Bagaimanapun, bisnis kendaraan roda 4 adalah bisnis yang sangat kompetitif, membuat setiap merek harus berinovasi supaya produknya dilirik konsumen.

Tahun 2007 ada sebuah mobil yang mengklaim diri sebagai “First Crossover in Indonesia“. Ya, kalau anda masih ingat, Suzuki SX4. Mobil ini berbody hatchback tapi seperti lebih tinggi dan lebih gagah.

Suzuki SX4 generasi pertama (carguide.ph)

Saat itu, pertama kali kata “crossover” menjadi populer. SX4 merupakan mobil yang dari awal memang didesain untuk menjadi compact crossover, memiliki ground clearance tinggi dan kapabilitas untuk light off-road. Bahkan di luar negeri mobil ini memiliki varian All-wheel Drive.

SX4 saat itu diposisikan menjadi produk tengah antara Suzuki Swift dan Suzuki Grand Vitara. Saat itu mobil ini begitu populer terutama di kalangan anak muda dan keluarga muda karena ia seperti menjadi jawaban akan orang – orang yang menginginkan mobil kecil yang tinggi dengan harga tidak jauh dari small hatchback.

Trend crossover ini akhirnya diikuti oleh merek – merek pesaingnya. Seperti kita tau dulu lawan dari SX4 adalah Nissan Livina X-Gear. Sayangnya, Nissan Livina X-Gear secara esensi hanyalah Nissan Livina yang diberi aksesoris supaya terlihat gagah. Ground clearance dan kapabilitasnya tetap saja setara dengan Livina biasa.

Livina X-Gear, sekarang bahkan masih dijual juga dalam format long / Grand Livina X-Gear (priceprice.com)

Mobil ini malah masih dijual, sampai sekarang. Meskipun Nissan sudah punya Juke yang memang diciptakan menjadi urban SUV.

Nissan Juke (nissanusa)

Crossover seakan menjadi mobil yang “ingin menyenangkan semua orang”. Tren ini terus berlanjut, yang sayangnya menurut saya, makin kesini makin banyak yang salah arah.

Kerancuan Definisi

Crossover, jika dilihat dari definisinya adalah mobil yang mampu berjalan di dua alam : jalan aspal dan jalan berbatu – batu / light offroad. Istilah lain dari crossover adalah softroader. Merupakan hasil kawin silang antara SUV dan sedan / hatchback.

Dengan kata lain, mobil – mobil seperti Honda CR-V, Mazda CX-5, Nissan X-Trail pun dikategorikan sebagai softroader atau crossover. Bukan murni SUV karena tidak memiliki lowgear, transfercase, dan 4×4.

Tapi definisi SUV sendiri sekarang juga semakin membingungkan. Mobil crossover, di beberapa tempat juga disebut small SUV.

Kebingungan ini membuat setiap pabrikan mobil seperti kebingungan mengembangkan mobilnya. Nissan Livina X-Gear adalah contoh hasil dari¬† kebingungan ini. Mobil yang tidak dikembangkan sebagai crossover tetapi “bergaya crossover”.

Trend ini berlanjut dengan munculnya mobil – mobil seperti Hyundai i10X, Honda BR-V, bahkan terakhir yang paling absurd : Toyota Yaris Heykers.

Yaris Heykers (otomaniac)

Bagi yang nggak ngerti, sebenarnya Honda juga membuat varian absurd dari Honda Jazz di Amerika Selatan : Honda Fit Twist , atau sekarang diberi nama Honda WR-V. Untungnya, mobil ini tidak dimasukkan ke Indonesia.

Honda WR-V (autocar india)

I mean, ayolah, mobil – mobil ini tidak terlihat cantik secara estetika, gagah juga nggak. Honda BR-V masih mending ganti tampang sedikit, tapi tetap saja secara esensial ia adalah Honda Mobilio tinggi.

Ride ? Saya sudah pernah nyetir Yaris Heykers dan menurut saya gak ada pointnya beli mobil ini. Why ? Because it’s ruining all the good things in the standard Yaris. Suspensi TRD nya seperti hanya kompensasi dari kenaikan ground clearance dari Yaris standar. Tidak lebih nyaman dari Yaris standar, juga tidak lebih stabil dari Yaris standar.

Yang lebih baru lagi, Datsun kabarnya akan mengeluarkan Datsun Cross, yang saya yakin itu Datsun Go+ bergaya crossover. Oh well…

Datsun Go Cross Concept (datsun)

Datsun Go Cross Concept (otomaniac)

Well, di beberapa spyshot yang beredar, tampilannya tidak segagah ini. Malah seperti kakaknya, Livina X-Gear yang diberi aksesoris penunjang.

Spyshot Datsun Cross (menyusurijalan.com)

Saya begitu menikmati mobil yang “dari asalnya” didesain menjadi sebuah SUV kompak / crossover dibanding mobil citycar / hatchback / MPV yang “dipaksa” jadi crossover. Sebut saja Honda HR-V, Chevrolet Trax, Mazda CX-3, bahkan Nissan Juke sekalipun. Setidaknya tidak terkesan males mendesain mobil sehingga cuma nambahin aksesoris buat gagah – gagahan.

Honda HR-V (oto.com)

Toyota pun sebenarnya punya CH-R yang entah dari kapan tidak kunjung mendarat di Indonesia.

Toyota CH-R (caradvice Australia)

Well, merek Eropa pun sebenarnya tertular trend ini juga… Contoh paling jelas adalah Mercedes GLA yang jelas sekali itu A-Class yang “di-SUV-kan”. Padahal pesaingnya begitu niat membuat X1 terbaru terlihat nampak seperti SUV proper.

Mercedes-Benz GLA (Select Car Leasing)

BMW X1 (bmwblog)

Yah tapi selama logonya Mercedes-Benz, banyak orang akan maklum bukan ? Bagaimanapun gengsi sebuah Mercedes-Benz melebihi nilai mobilnya sendiri.

Well, usaha menyenangkan banyak orang memang tidak selalu sukses, bahkan on most cases, tidak berhasil sama sekali.

Oh by the way, ada mobil menarik yang akan saya review berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *