Bicara otomotif tidaklah lepas dari sejarah. Sejarah adalah sesuatu yang membuat dunia otomotif begitu hidup dan dekat dengan para penggemarnya, karena tidak hanya bicara mobil secara entitas tapi juga secara heritage dan cultural.

Karena sebuah mobil hidup bersama dengan kebudayaan manusia dan mobil itu sendiri adalah bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia. Mobil berkembang mengikuti zaman.

Kali ini saya akan memulai kategori baru bertajuk “Automotive History“, saya harap ini bisa menambah wawasan dan rekan – rekan disini dapat menghargai suatu mobil lebih dari sekedar alat transportasi.

Baiklah, sepertinya baik untuk saya mulai dengan sejarah dari mobil favorit saya : Honda Civic.

 Tagline Honda di era 1970s : We Make it simple (duke university libraries)

1973 – 1979 First Generation : The Oil Crisis

Kelangkaan minyak yang disebabkan oleh embargo dari negara – negara penghasil minyak seketika membuat dunia otomotif gonjang-ganjing. Pasalnya, harga minyak dunia pun naik karena kelangkaan dari US$ 3 ke US$ 12 (wikipedia). Tentu berdampak ke persediaan dan harga bensin

Trend dunia pun mulai beralih, mobil Jepang yang dulunya dianggap mobil “kelas dua”, mulai dilirik sejak adanya krisis minyak ini. Salah satu mobil yang menjadi sangat populer di saat itu adalah Honda Civic.

Civic generasi pertama (classic and performance car)

Yes, Civic was mainly designed to be a small, eco-friendly car. Atau istilahnya “LCGC” pada zaman itu. Awalnya diperkenalkan dengan versi 1.169 cc 50 hp, lalu naik menjadi 1.237 cc 52 hp pada tahun 1974, dan akhirnya menjadi 1.488cc 53 hp dengan teknologi CVCC (before VTEC was cool!). Edisi terakhirnya mesin CVCC ini menghasilkan 60 hp. Pada awalnya Civic hanya ditawarkan dalam versi 4-speed manual dan 2-speed Automatic “Hondamatic”, hingga akhirnya pada tahun 1974 keluar versi 5-speed manual.

Civic Hondamatic diperkenalkan di Indonesia (blognyamitra.wordpress.com)

Compound Vortex Controlled Combustion (CVCC) merupakan teknologi yang diprakarsai oleh Mr. Soichiro Honda sendiri. Berkat teknologi ini, tanpa menggunakan Catalytic Converter mobil Honda bisa lulus standar emisi dengan mudah dan tidak bermasalah dengan bensin yang regular (tanpa timbal) maupun unleaded (bertimbal).

CVCC Engine (honda worldwide)

(pinterest)

Tagline “we make it simple” benar – benar bold statement Honda terhadap semua produknya saat itu. Semua produk Honda di era 1970an terkenal akan simplisitasnya dibanding kompetitor dari Amerika.

Civic generasi pertama saat itu sayangnya memiliki cacat bawaan yaitu karat. Bagian – bagian mobil sangat mudah berkarat sehingga saat itu dilakukan recall besar – besaran. 

Civic versi station wagon keluar di tahun 1975 dengan opsi mesin CVCC saja. (automotive news)

1980 – 1983 Second Generation : The “Excellent”, Introduction to the “Sporty” Civic

(pinterest)

Generasi kedua lahir di tahun 1980. Di Indonesia punya julukan “Civic Excellent”.

Ditawarkan dalam dua trim DX dan GL, DX menggunakan mesin 1.335cc 55hp berteknologi CVCC dan GL 1.500cc 67hp CVCC. Ditawarkan dalam 4-speed/5-speed Manual dan 3-speed Automatic.

Civic “sporty” pertama dengan nama “Honda Civic S”, mungkin ini awal kelahiran dari Civic Si / Type-R (hatchheaven)

Civic S menggunakan mesin EN4 1.335cc yang sama dengan versi “standar” nya, tapi dilengkapi double barrel carburetor dan camshaft milik model 1.500cc. Sayangnya data horsepower nya tidak saya temukan.

Tweaking juga dilakukan dengan stabilizer bar di bagian belakang dan komponen lain. Sounds familiar already ?

Perbedaan di exterior hanya stripping warna merah yang tentu, mengingatkan kita pada Volkswagen Golf GTI MK.1. Civic S hanya tersedia warna merah dan hitam saja. Championship White belum ada pada saat itu.

MK.1 GTI (standoutcars)

Civic generasi kedua juga bisa dibilang merupakan Civic pertama yang ditawarkan dalam model sedan. Platform Civic pada saat itu menghasilkan banyak mobil lain seperti Quint / Quintet dan Prelude.

Honda Ballade, bisa dibilang Civic Sedan pertama di muka bumi (driventowrite)

Honda Quint atau Honda Quintet, juga dipasarkan dengan badge Rover dengan nama Rover Quintet. (honda-tech)

Honda Prelude, coupe berbasis Honda Civic generasi kedua (barnfinds)

1983-1987 Third Generation (SB3)  : The “Wonder”ful Generation

(AutoDeal)

Eh, maaf, salah gambar.

Honda Civic Wonder Hatchback (Wikimedia Commons)

Honda Civic Wonder versi Sedan yang juga dikenal sebagai Honda Ballade (autowp.ru)

Tapi tidak salah jika Honda ingin mengenang Civic generasi ketiga dengan menerapkan desain serupa di citycar termurahnya. Mengingat Civic generasi ketiga “Wonder”, merupakan awal mula Civic menjadi sangat populer, dan memiliki banyak model, termasuk the legendary CR-X. Ini sekaligus model peralihan dari penggunaan mesin Karburator E-series ke mesin PGM-FI D-series.

Honda CR-X by Mugen (pinterest)

Di Indonesia sayangnya hanya ditawarkan dalam model sedan dan hatchback 3-pintu dan mesin karburator 1.500cc D15A1 (sedan) bertenaga 76 hp dan 1.300cc D13 (hatchback) bertenaga 71 hp.

Generasi ketiga merupakan awal mula Civic dengan badge Si diperkenalkan. Si adalah akronim untuk “Sport-Injection”, karena Civic Sport biasa diberi nama Civic S. Civic generasi ketiga juga sempat diperkenalkan versi S karburator di awal keluarnya di Eropa dengan mesin karburator 1.5 Liter bertenaga 83 hp.

Si bermesin D16ZC1 bertenaga 122hp yang mampu melesatkan Civic Si dari 0-100 dalam waktu 8.9 detik. 122 hp untuk zaman itu pastinya terdengar sangat besar, sangat jarang di zaman itu mobil kompak melewati angka 100 hp. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, mesin L15A SOHC di Honda Jazz saja outputnya sama dengan akselerasi mirip (Jazz M/T 0-100 juga dalam 8.9 detik menurut versi beberapa media lokal).

Civic Si, perbedaannya dengan versi standar adalah penggunaan alloy wheels sebagai standar.  (hondanews)

Versi balap Honda Civic Si  yang legendaris dengan livery nya. Mobil ini diberi nama “Mugen Motul Civic Si”. (Hondatech)

1988-1992 Fourth Generation (SH,EF) : The Legendary B-Engine

Generasi keempat Honda Civic tetap diperkenalkan dalam format hatchback 3-pintu dan sedan 4-pintu di Indonesia. Punya nickname “Grand Civic” untuk versi sedan dan “Nouva” untuk versi hatchback. Sekilas bentuknya mirip dengan Wonder, tapi desain bodi Grand Civic dan Civic Nouva terkesan lebih pipih.

Grand Civic, sebutan untuk versi sedan dari Civic generasi keempat (favcars)

Civic Nova, nickname dari versi Hatchback (modifikasi.com)

Seperti biasa, versi hatchback lebih menyasar pasar anak muda karena tampilan lebih sporti.

Di Indonesia (seperti biasa) kebagian mesin “banci”, karburator D15B2 bertenaga 92 hp. Tetapi perbedaan di generasi ini adalah penggunaan suspensi depan double-wishbone dan suspensi belakang multi-link with trailing arm. Termasuk canggih di zamannya.

Civic terkuat pada generasi ini menggunakan badge “SiR” yang merupakan singkatan dari “Sports injection-Racing”, dan ini adalah Civic pertama yang memperkenalkan teknologi VTEC dan mesin B yang legendaris di kalangan pehobi dan pecinta Honda.

Behold, the legend Civic SiR.

Ciri khas Civic SiR sebelum era type-R adalah stiker emblem “DOHC VTEC” di samping bodi. (autoguide)

Civic SiR bermesin B16A ini bertenaga 157 hp yang terbilang sangat besar pada saat itu, mobil ini juga memenangkan banyak sekali penghargaan. Untuk versi Eropa mendapatkan versi de-tuned dengan 150 hp berkode B16A1.

Sebelum era Type-R mesin B masih menggunakan head berwarna hitam (hybrid.honda-perf)

Sebagai informasi, B-series merupakan mesin yang sangat mudah di-tune, dan masih jadi favorit sampai hari ini. Bahkan dikenal istilah “frankenstein” dalam modifikasi mesin B, yaitu penggunaan head dan block yang berbeda, misalnya blok menggunakan B20B sedangkan head menggunakan B16A, dan lain – lain.

Yea, VTEC kickin, yo.

1991 – 1995, 5th Generation (SR, EG) : The Legendary “Estilo”

Bisa dibilang, adalah generasi Civic paling legendaris di Indonesia.

Estilo, nickname Civic Hatchback generasi kelima, sekaligus menjadi Civic Hatchback terakhir sebelum munculnya Civic Hatchback Turbo (superstreetonline)

Genio, nickname Civic Sedan generasi kelima (topgir)

Kedua versi di Indonesia (lagi-lagi) menggunakan mesin “banci” D16 SOHC non-VTEC bertenaga 115 HP. Saat itu adalah zaman keemasan trio sedan Jepang : Civic, Corolla, Lancer. Saingan Civic generasi 5 adalah Corolla “Greco” dan Lancer CB.

Versi hatchback dari Civic generasi 5 ini levelnya sudah collector’s item. Harga bekasnya sudah lebih dari 2x lipat versi sedan, mungkin yang original seharga LCGC baru. Karena mobil ini dulu sangat populer untuk dimodifikasi dan sekarang sulit mencari versi orisinilnya.

Versi high-performance nya adalah Civic SiR-II , ini adalah Civic SiR terakhir sebelum akhirnya di generasi berikutnya diberi badge “Type-R”.

 

(Honda-tech)

B16A di Civic SiR, tenaga bertambah menjadi 168 hp (cartechbook)

Mulai generasi 6, lanjut ke posting berikutnya ya.

(HondaTuning)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *