Baiklah, mari kita lanjutkan.

Pembahasan tentang Lancer generasi keempat di Indonesia, atau keenam secara internasional, atau Mitsubishi Mirage generasi kelima… Yah apapun itu. Sisi historis dari Lancer sangat complicated.

1991 – 1995 Fifth Generation “Evo III” / “Le DanGan” (CB) : The Last GTi. 

Di Indonesia, model ini punya nickname “Evo III”. Karena ini adalah model Lancer pertama yang menjadi basis Evolution. Penghobi akan mengenal mobil ini dari kode bodinya (CB) tetapi orang awam biasa mengenalnya dengan nama “Lancer Evo III”, padahal ya Evolution sendiri tidak pernah masuk resmi di Indonesia selain Evolution X.

Lancer CB (autowp.ru)

Mesin yang digunakan di mobil ini ada 1.5 GLX Karburator 4G15 bertenaga 91 hp, 1.6 GLXi Injection 4G92 bertenaga 112 hp, dan 1.8 GTi 4G93 bertenaga 140 hp . Terkhusus versi GTi nya masih diminati oleh penghobi dan pemburu mobil seken karena speknya cukup tinggi pada zamannya.

Tidak sedikit juga yang meng-convert mobil ini menjadi versi Evolution karena tidak masuk ke Indonesia. Bahkan tidak jarang memodifikasi lantai dari mobil ini untuk memasang tunnel All-Wheel Drive nya.

Mobil ini bersaing dengan Honda Civic Genio/Estilo dan Toyota Corolla “GreCo / Great Corolla”. Fakta menarik bahwa ketiganya merupakan generasi paling legendaris dari trah Civic, Corolla, maupun Lancer, setidaknya di Indonesia.

1992 – 1993 Lancer Evolution I (CD9A) : The “Evolution” of Lancer

Mitsubishi sangat kental dengan Rally pedigree-nya, jika kita ingat di part pertama kita sempat membahas Lancer 1600 GSR dan 2000 EX Turbo, maka Lancer Evolution adalah penerus dari legenda itu.

Lancer Evolution I GSR (autowp.ru)

Sebelumnya, di balap reli, Mitsubishi menggunakan sedan besarnya Galant “Eterna” VR-4 bermesin 4G63T , tetapi karena regulasi yang berubah maka Mitsubishi melanjutkannya dengan Lancer yang lebih kecil, dengan jantung pacu yang sama, 4G63T, diberi nama Lancer Evolution I. Mesin ini bertenaga 244 hp @ 6000 RPM dan 309 Nm @ 3000 RPM dengan top speed 228 km/h.

4G63T di Evolution I menghasilkan 244 hp dan 309 Nm (autowp.ru)

Lancer Evolution I terbagi dalam dua pilihan trim kemewahan : RS dan GSR. RS adalah versi stripped-out yang siap dibawa ke balapan, mobil ini 70 kg lebih ringan daripada versi GSR, dan GSR adalah versi jalan raya. Lancer Evolution I GSR adalah satu – satunya generasi Evolution yang mengaplikasikan Viscous LSD, model RS menggunakan mechanical-plate, dan model – model Evolution berikutnya juga mengaplikasikan mechanical plate LSD.

Pada generasi ini, Lancer Evolution hanya dijual terbatas 5.000 unit saja dan eksklusif untuk pasar Jepang.

1993-1995 Lancer Evolution II (CE9A)

Lancer Evolution II GSR (autowp.ru)

Secara tampang memang tidak berubah banyak, tetapi secara teknis Lancer Evolution II mendapat ubahan berupa : penambahan wheelbase 10 mm dari versi sebelumnya, track roda yang lebih lebar, ukuran tapak roda yang lebih lebar 10 mm, dan modifikasi sway bar yang lebih ringan dan dihubungkan pada suspensi depan. Spoiler yang digunakan juga lebih besar dibanding Evolution I.

Spoiler, salah satu perbedaan Evo I dan Evo II (autowp.ru)

Tenaga mesin pada Evo II meningkat menjadi 256 hp dengan torsi tetap sama dengan Evo I.

1995 – 1996 Lancer Evolution III (CE9A) 

Lancer Evolution III GSR, hadir dengan aerokit yang lebih agresif (autowp.ru)

Lancer Evolution terakhir yang menggunakan basis Lancer generasi CB. Evolution III mendapat ubahan kebanyakan pada bodywork yang meningkatkan aerodinamikanya secara keseluruhan. Desain bumper baru, side skirt baru, spoiler baru.

Sedangkan mesin sendiri ditingkatkan rasio kompresinya dan turbo baru sehingga menghasilkan tenaga 266 hp. Fakta menariknya, mobil ini adalah Lancer Evolution pertama yang dikendarai oleh Tommi Makinen.

Evo III RS, versi stripped out dari Evo III. Melanjutkan tradisi Evo I dan II yang juga punya varian RS. (autowp.ru)

1996 – 2002 Sixth Generation Lancer “Evo IV” (CK4, CK5) 

Sama seperti generasi sebelumnya, Lancer generasi keenam juga tidak lepas dari nama panggilan “Evo”.

Lancer CK4 (autowp.ru)

Berbeda dengan versi sebelumnya, CK4 hanya tersedia versi 1.6 Liter 4G92 SOHC 110 hp ditawarkan dalam versi 5-speed Manual dan 4-speed Automatic. Tidak ada versi GTi nya. Ditawarkan dalam trim GLXi dan SEi (Special Editioninjection).

Di tahun 2001 beredar versi facelift dari CK4, berkode CK5 yang sayangnya tampilannya lebih ke arah elegan daripada sporti.

Lancer CK5 atau di Indonesia sering disebut “Evo V”, cirinya adalah lampu yang lebih mengotak seperti Evo V dan VI (autowp.ru)

Mobil ini banyak sekali dimodifikasi exteriornya dengan gaya Evo IV, bahkan tidak jarang juga yang mengimpor half-cut Evo beneran dengan tujuan dipake balap.

Lancer CK merupakan rival dari Honda Civic Ferio dan Toyota All New Corolla.

1996 – 1998 Lancer Evolution IV (CN9A) : A Giant Leap in Technology

Bisa dibilang, cikal – bakal teknologi canggih yang ada pada Lancer Evolution sampai generasi terakhir berawal dari Evo IV. Tampilan Evo IV juga sangat gahar dengan dua buah lampu kabut besar di depan dan bumper yang terkesan sangat agresif.

Evo IV sama seperti Evo – Evo sebelumnya ditawarkan dalam versi RS dan GSR.

Salah satu teknologi mutakhir yang ada di Evo IV adalah Active Yaw Control. Fitur ini melakukan utilisasi sejumlah sensor dari steering wheel sensor, G-sensor, throttle sensor, yang dikonversikan secara hidrolik oleh komputer untuk membagi torsi sesuai kebutuhan di setiap roda, atau bahasa modern nya, Active Torque Split, dan ini adalah teknologi yang membuat Evo superior dibanding rivalnya, Subaru Impreza STi. Active Yaw Control (AYC) hanya tersedia di trim GSR sebagai option.

Lancer Evolution IV GSR (autowp.ru)

Berbeda dengan tipe GSR, tipe RS menggunakan Limited-slip Front Differential dan Friction-type LSD di belakang.

Penggunaan twin-scroll turbocharger juga membuat Lancer Evolution IV mendapatkan tenaga lebih besar 10 hp (276hp) di 6500 RPM dan torsi 330 Nm di 4000 RPM.

1998 – 1999 Lancer Evolution V (CP9A)

Evolution V mengambil basis dari Lancer CK-series, tetapi yang versi facelift atau CK5. Dicirikan dari bentuk lampunya yang lebih mengotak. Desain aerokitnya juga lebih kalem dibanding Evo IV tetapi juga dioptimalkan untuk fungsi aerodinamika lebih baik. Spoiler belakang kini menggunakan aluminium dan memiliki angle of attack yang adjustable.

Beberapa sisi teknis juga di-tweak sehingga torsinya meningkat menjadi 373 Nm dan tenaga tetap 276 hp meskipun banyak yang mengasumsikan tenaganya lebih dari 300 hp.

Lancer Evolution V GSR (autowp.ru)

1999 – 2001 Lancer Evolution VI (CP9A) : Tribute to the Rally Legend. 

Ubahan dari Evo V ke Evo VI lebih banyak di sektor pendinginan dan durability seperti intercooler yang lebih besar, oil cooler yang lebih besar, piston baru, dan titanium-alumide turbine wheel.

Di generasi ini selain tipe RS dan GSR juga terdapat tipe RS2, selain itu juga ada edisi terbatas “RS Sprint” yang di-tuning oleh Ralliart dan mengeluarkan tenaga 330 hp dan bobot lebih ringan.

Selain itu bodywork juga tidak terlewat, Mitsubishi mengubah desain fog lights ke samping, membuat Evo VI terlihat agak chubby, tetapi ini tidak lain adalah fungsi aerodinamika untuk meningkatkan airflow (autowp.ru)

Lancer Evo VI merupakan salah satu generasi yang cukup spesial di dalam sejarah Mitsubishi Evo. Yang membuatnya spesial adalah karena untuk merayakan prestasi reli WRC mereka, Mitsubishi membuat edisi khusus yang diberi nama “Tommi Makinen Edition”, karena ya tentu saja, pengemudi dengan nama yang sama yang membawa mereka menjuarai WRC 4 kali berturut – turut.

Mobil ini bukan sekedar Evo dengan livery balap biasa, karena dilakukan tweaking di sisi suspensi dan chassis, titanium turbine, setir dan gearknob Momo, dan steering ratio yang lebih lincah.

Ciri dari Lancer Evolution VI T.M.E adalah penggunaan desain bumper yang berbeda dan livery khusus pada bodinya. (autowp.ru)

Bahkan saking spesialnya Tommi Makinen Edition atau T.M.E sering disebut “Evo 6.5” . Mobil ini tersedia dalam warna merah, putih, biru, dan silver, dan tentu saja, dengan livery khusus.

2002 – 2007 Seventh Generation Lancer “Cedia” (CS) : Another Confusing Chapter

Babak baru dari kebingungan nameplate Lancer dimulai kembali. Generasi ini, bahkan bukan lagi Lancer berbasis Mirage. Ini adalah kembalinya badge Lancer sebagai independent model, tidak lagi terpusing dengan nama Mirage dan Colt.

Sejak keluar CK5 “Evo V”,  Lancer tidak lagi diminati oleh anak muda karena tampilannya yang lebih berkesan mewah dan sedikit membosankan, di generasi ini tidak terkecuali, meskipun beberapa bagian masih mirip dengan Evo counterpart nya, tetapi tampilannya juga lebih ke arah mewah daripada sporti.

Lancer “Cedia”, tidak terlihat seperti mobil untuk anak muda… (autowp.ru)

Nickname dari Lancer generasi ini adalah “Cedia” atau singkatan dari CEntury DIAmond. Ya mungkin karena ini Lancer yang lahir di awal 2000an… ditawarkan dalam trim GLXi dan SEi bermesin 1.6 Liter SOHC 4G92 (GLXi) bertenaga 110 hp sama seperti CK4/5 dan 1.8 Liter SOHC 4G93 (SEi) yang sayangnya bukan versi DOHC seperti di CB5 sehingga tenaganya hanya 118 hp. Pilihan transmisi ada 5-speed Manual dan CVT INVECS-III .

Tapi serius, who would buy the Lancer with the look of a daddy’s car ? Rivalnya pada saat itu adalah Honda Civic ES dan Toyota Corolla Altis, dan secara tampang Cedia tidak terlihat lebih mewah daripada Corolla Altis atau lebih sporti dari Civic ES. Secara spesifikasi juga tidak stand-out dibanding Civic maupun Altis.

Tahun 2004 Lancer Cedia pun mendapatkan facelift dengan wajah ciri khas Mitsubishi setelah era Daimler yang juga saat itu diadopsi ke Kuda edisi terakhir dan Grandis.

Lancer Cedia Facelift, dengan grill baru. Modelnya kurang menarik, nanggung antara mau sporti atau elegan. Versi Indonesia menggunakan alloy rims yang berdesain sporti (autowp.ru)

Sayangnya, generasi Lancer Cedia sangat tidak menggugah baik bagi enthusiast maupun bagi khalayak ramai. Bagi enthusiast, mereka merindukan image Lancer sebagai mobil kencang terutama sejak era DanGan GTi dan Le-DanGan / “Evo III” GTi, meskipun bukan Lancer Evolution. CK4 masih menarik karena desainnya masih punya kesan sporti akibat bentuknya yang mirip Lancer Evo. Lancer CS “Cedia” seperti mobil yang memang diciptakan untuk menjadi boring, terkesan mobil bapak – bapak.

Bagi konsumen mainstream, Corolla atau Civic lebih punya nama dan lebih populer.

Cedia seakan mengawali suramnya Mitsubishi Passenger di awal 2000an, bahkan Galant pun discontinued di 2004, Kuda berhenti di 2004, praktis mobil passenger Mitsubishi hanya Lancer dan Grandis saja dari 2004 sampai 2007. Lancer pun hanya laku digunakan sebagai mobil polisi.

Lancer Cedia yang digunakan oleh polisi Indonesia sebelum digantikan oleh Lancer EX (picssr)

… dan Kramayudha Tiga Berlian (KTB) saat itu akhirnya fokus berjualan mobil niaga.

2001 – 2003 Lancer Evolution VII (CT9A) : Automatic Evo (?)

(CNNMoney)

Bagi penggemar seri Fast and Furious, tidak akan asing dengan scene dan mobil ini. Yup! Lancer Evolution VII adalah mobil yang digunakan oleh Brian O’Connor (alm. Paul Walker) di film tersebut, dan mobil ini cukup ikonik bersama – sama dengan Nissan Skyline GT-R R34 yang muncul di film yang sama.

Baiklah, cukup dengan intermezzo nya.

Lancer Evolution VII menggunakan basis bodi Lancer Cedia dan akibatnya, ia jauh lebih berat daripada Evo VI. Tetapi di sini Mitsubishi melakukan tuning chassis dan penambahan beberapa teknologi baru seperti Active Center Differential, yang merupakan ciri khas dari Lancer Evolution yang memungkinkan pengemudi memilih setting differential antara Tarmac, Gravel, Snow, lalu Front-helical LSD, dan ABS serta EBD. It’s 2001 anyway

Power tetap 276 hp, mungkin karena gentleman’s agreement pada saat itu. Torsinya bertambah menjadi 385 Nm.

Ditawarkan sama seperti Evo VI, trim RS2, dan GSR. Berbeda dari Evo sebelum – sebelumnya, Evo VII terlihat lebih kalem dan tidak se-flashy Evo generasi lawas dengan bumper besar dan fog lights raksasa. Evo VII tidak lagi menggunakan aksen – aksen berlebihan itu. Evo VII lebih terkesan seperti road sleeper.

Lancer Evolution VII GSR (autowp.ru)

Yang membuat generasi Evo VII unik adalah tersedianya opsi transmisi matic 5-speed dengan nama Lancer Evolution VII GT-A. Secara exterior GT-A memiliki tampilan lebih kalem dan hanya muncul di tahun 2002. GT-A mendapatkan banyak sekali opsi kemewahan dan menjadi seperti pilihan untuk yang menginginkan Evo tetapi berkesan mewah dan sopan.

Tenaga mesin diturunkan menjadi 268 hp dari Evo bertransmisi manual.

Lancer Evolution VII GT-A, tampilan lebih kalem dengan wing yang lebih kecil dan velg khusus (autowp.ru)

2003 – 2005 Lancer Evolution VIII (CT9A) : North America’s First Evo.

Menyusul kesuksesan Subaru Impreza WRX di Amerika, yang merupakan arch-rival dari Mitsubishi Evo, maka di tahun 2003 Lancer Evolution mulai ditawarkan di Amerika. Persaingan saat itu begitu ketat, di saat Evo VIII mulai mengungguli Subaru Impreza WRX, tidak lama Subaru Impreza meluncurkan WRX yang lebih “keras” : WRX STi.

Secara fisik tidak terlalu berbeda dari Evo VII, dengan grille signature baru (autowp.ru)

Subaru Impreza WRX STi yang diluncurkan di North America tidak lama setelah Evo muncul, meskipun punya figur tenaga lebih besar, tetapi menurut beberapa jurnalis STi tetaplah inferior dibanding Evo in terms of handling (autowp.ru)

Selain versi regular RS dan GSR, Evo VIII juga ditawarkan dalam versi MR yang merupakan versi tweaked dari Evo VIII dengan ubahan di shock absorber Bilstein, LSD, dan aluminium roof. Sisanya aksen – aksen racing juga ditambahkan di versi MR, juga velg yang menggunakan BBS. MR merupakan versi tersendiri dan memiliki 3 trim : MR RS 5-speed, MR RS 6-speed, dan MR GSR.

Lancer Evolution VIII MR (autowp.ru)

Versi North America dari Evo VIII tidak memiliki AYC dan tenaga yang lebih rendah (271hp).

The “FQ – F**ing Quick!”

Lancer Evolution VIII FQ-400 (autowp.ru)

Evo VIII ini adalah yang pertama kali ditawarkan dalam versi FQ – stands for F**ing Quick! Dari FQ-300, FQ-320, FQ-340,FQ-400. Angka di belakang adalah jumlah horsepower dengan yang tertinggi FQ-400, angka 0-100 nya di 3.5 detik saja dan mampu mengimbangi sebuah Lamborghini Murcielago di track.

2005-2007 Lancer Evolution IX (CT9A) : Last 4G63T in an Evo.

Meneruskan tradisi Evolution yang 1 basis model Lancer untuk 3 generasi, Evo IX merupakan Evo terakhir berbasis Lancer Cedia, dan ini adalah Evo terakhir bermesin 4G63T.

Lancer Evolution IX (autowp.ru)

Dasarnya Evo IX tidak berbeda jauh dari Evo VIII, hanya beberapa tuning di mesin menjadi 291 hp dan 391 Nm plus pertama kali menggunakan teknologi MIVEC. Ditawarkan dalam versi GSR, RS, SE (Special Edition), dan MR – sama seperti Evo VIII MR.

Evolution IX MR (autowp.ru)

Versi FQ, terdiri dari FQ-300, FQ-320, FQ-340, dan FQ-360. Meskipun versi tertingginya “hanya” FQ-360 tetapi FQ-360 memiliki torsi lebih besar daripada FQ-400 di Evo VIII. FQ-360 hanya tersedia terbatas 200 unit saja.

FQ-360, dan ini adalah versi FQ paling mentok untuk Evo IX. Sepertinya FQ-400 dianggap terlalu ekstrim… (autowp.ru)

Yang unik, Mitsubishi cukup nakal untuk memasukkan mesin Evo ke Lancer Wagon, sehingga jadilah Mitsubishi Evo Wagon. Mobil ini juga memiliki versi Automatic (GT-A) dengan spek teknis serupa dengan Evo VII GT-A.

Mitsubishi Lancer Evo Wagon, bahkan ini adalah versi MR nya (autowp.ru)

2008 – 2010 Eighth Generation “Lancer EX” : Comeback, and Goodbye. 

Tahun 2008 menjadi awal mula kebangkitan Mitsubishi Passenger di Indonesia, KTB meluncurkan kembali inkarnasi terbaru dari Lancer, yaitu Lancer EX, bersamaan dengan Mitsubishi Pajero Super Exceed, Grandis GT, dan yang istimewa lagi, pertama kali Lancer Evolution dijual secara resmi di Indonesia.

Lancer generasi 8 di Indonesia ditawarkan dalam 1 versi saja, 2.0 Liter 4B11 MIVEC DOHC bertenaga 155 PS, bersaing dengan Honda Civic FD2 dan di tahun 2010, Corolla Altis 2.0V . Ditawarkan hanya 1 varian transmisi CVT INVECS-III.

Secara tampang luar, Lancer EX mengadopsi bahasa desain Mitsubishi terbaru “jet-fighter nose“. Hidungnya terkesan tajam dan tegas, dan keseluruhan desain terkesan agresif dibanding Cedia, dan berkat dijualnya Evo X, pamor Lancer EX naik kembali karena dianggap mirip dengan Evo X, sama ceritanya dengan Lancer CB dan CK.

Di Jepang mobil ini bernama “Galant Fortis”, beberapa beredar di Indonesia melalui importir umum. Ciri dari Galant Fortis CBU adalah adanya sunroof dan tidak ada wing nya.

Lancer EX, dengan tampilan lebih kalem dibanding Evo X (autowp.ru)

Versi sportback, seandainya masih dijual di Indonesia, akan bersaing dengan Civic Hatchback dan Mazda3 (autowp.ru)

Versi 1.8 Liter bertransmisi manual juga banyak beredar sebagai mobil patroli polisi.

(NTMC Polri)

Lancer EX merupakan model comeback tapi sekaligus model perpisahan Lancer di Indonesia. Secara resmi Lancer mengakhiri siklusnya di tahun 2010 walaupun secara global masih dijual sampai sekarang dan belum berganti model. Ini artinya di Indonesia siklus hidup Lancer EX hanya bertahan 2 tahun setelah peluncurannya.

Lancer juga berbagi platform dengan “crossover” bernama Outlander Sport (atau nama internasionalnya ASX), yang cukup berhasil menjadi model passenger car lain selain Pajero Sport dan Mirage dan masih dijual sampai sekarang tanpa ada kejelasan penerusnya, mungkinkah Eclipse Cross (?)

Outlander Sport, sayangnya mobil ini desainnya tidak semenarik Lancer yang menjadi saudara seplatformnya. (autowp.ru)

Fun fact, Subaru juga memiliki versi crossover dari Impreza yang bernama XV dan spesifikasi keduanya hampir mirip, sama – sama 2.0 Liter bertenaga 150 hp dan sama – sama bertransmisi CVT. Tidak hanya Lancer dan Impreza, bahkan crossovernya pun juga bersaing ketat… Impreza generasi keempat yang diperkenalkan di tahun 2012 juga bertransmisi CVT, sayang 2012 Lancer sudah tidak dijual lagi.

Subaru XV, crossover berplatform Impreza. (autowp.ru)

2007-2016 Lancer Evolution X (CZ4A) : The Final Evolution

Evolution X sedihnya harus menjadi yang terakhir dari generasi Evo, dan ini adalah Evo dengan lifespan paling panjang. Ya paling panjang, karena edisinya banyak sekali dan memang ini adalah Evo terakhir.

Lancer Evolution X, exterior serupa dengan yang ditawarkan oleh KTB,  ATPM Mitsubishi di Indonesia (autowp.ru)

Di Evo X, semuanya baru, bahkan jantung pacunya pun tidak lagi menggunakan 4G63T, diganti menjadi 4B11T MIVEC bertenaga 291 hp dan 422 Nm. Ditawarkan dalam 5-speed Manual dan transmisi Automatic baru, 6-speed TC-SST (TwinClutch – Sportronic Shift Transmission), transmisi Dual Clutch terbaru Mitsubishi.

4B11T, unit baru di Evolution X.  (autowp.ru)

Sistem All Wheel Drive juga mendapat peningkatan yang diberi nama S-AWC (Super – All Wheel Control) yang merupakan package dari AWC Mitsubishi sebelumnya seperti AYC, ACD, ASC, Sport-ABS, dan huruf – huruf ajaib lainnya.

Untuk trimline sangat banyak mulai dari basic RS, GSR, Premium, MR-series, dan lain – lainnya (nggak disebut semua… Capek ngetiknya dan pusing juga kan bacanya?).

FQ ? Oh tentu saja ada. FQ-300, FQ-330, FQ-360, FQ-400, sampai yang paling ekstrim FQ-440 yang terbatas 20 unit saja dengan warna Frost White.

Lancer Evo X FQ-400 (autowp.ru)

Di Indonesia yang masuk secara resmi ATPM adalah versi TC-SST Premium Package dengan suspensi Eibach, rem Brembo, dan BBS wheels. Price tag pada saat terakhir dijual adalah 1,2 Miliar Rupiah. Nyaris 2x harga rivalnya Subaru Impreza WRX STi yang hanya 600 – 700 juta-an dengan dua pilihan bodi hatchback dan sedan… Ya walaupun akhirnya busted juga karena “ngemplang”. Tetapi yang laku sebenarnya bukan versi ATPM tetapi versi grey import / importir umum dengan trim basic GSR 5-speed Manual yang harganya 700 – 800 juta-an.

The Final Edition

Lancer Evolution “Final Edition” (autowp.ru)

Tahun 2015 Mitsubishi merilis versi final dari Lancer Evolution X. Dari namanya saja, kita tau bahwa ini adalah edisi terakhir / edisi perpisahan dari Lancer Evolution. Dijual terbatas hanya 1.600 unit.

 

Final Edition menggunakan basis tipe GSR 5-speed Manual. Roda menggunakan Enkei, atap berwarna hitam, dan mesin bertenaga 303 hp, lebih besar 12 hp dari Evolution X biasa.  Suspensi juga menggunakan shock Bilstein dan per Eibach, rem menggunakan Brembo.

Future for the “Evolution” Nameplate

Nama Evolution malah digunakan untuk konsep mobil listrik yang dipamerkan di Tokyo Motor Show  : Mitsubishi e-Evolution. Dari bentuk sudah terlihat bahwa ini bukan direct successor, hanya penggunaan nama saja.

Mitsubishi e-Evolution Concept (autowp.ru)

Well, nameplate di Mitsubishi memang dipasang sesuka – suka termasuk nameplate lain seperti Mirage dan Eclipse yang bentuknya sudah jauh berbeda dari Mirage dan Eclipse yang original… juga membuat history Lancer menjadi membingungkan.

There goes the history of Lancer, termasuk dengan Evolution. Cerita penuh dinamika dan drama, bahkan untuk menyelesaikannya butuh waktu lama karena terlalu banyak referensinya.

Nama yang melegenda, yang terpaksa harus dihentikan oleh Mitsubishi dan mengakhiri persaingan dengan arch-rival nya : Subaru WRX STi. Mitsubishi sudah state bahwa mereka akan berfokus ke mobil kecil dan ekonomis.

Yah, business is business.

 

 

 

2 thoughts on “[Automotive History] Mitsubishi Lancer – Part 2

  1. yang evo versi TME.. keinget disini dulu bro, sempet jual kan KTB mitsu Kuda yg pake livery mirip kaya gtu.

    pernah liat dijalan, dikira modifikasi, trnyta bawaan.

    nice post bro..ulasan yg menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *