Merek Nissan tidak memiliki LCGC sama sekali, untuk menjaga brand image, merek Datsun dibangkitkan kembali, menjadi andalan mereka di level LCGC.

Ya kurang lebih seperti Toyota dan Daihatsu, cuma lebih ngenes aja.

Pertama kemunculan merek ini adalah di tahun 2014 dengan Go+ Panca, di mana regulasi LCGC mulai diketok palu. Praktis bersaing dengan Toyota Agya / Daihatsu Ayla, Suzuki Wagon R, dan Honda Brio Satya.

Datsun Go+ Panca (autowp.ru)

Saat itu semua pabrikan memilih menggunakan bodi hatchback, Datsun mengambil langkah yang tidak mainstream, Go+ memiliki bodi wagon … Nggak disebut MPV karena baris ketiganya cuma cocok jadi bagasi tambahan. Datsun sendiri bilang ini 5+2 bukan 7 seater.

Mesin juga 1.200cc HR12DE 3 silinder yang saat itu semua lawannya masih 1.000cc kecuali Honda Brio yang 1.200cc. Baru di tahun berikutnya dijual yang versi Hatchback.

Go Hatchback (autowp.ru)

Tapi seiring waktu pamor Datsun mulai menurun, tidak lain karena minimnya product update, kualitas interior yang menjadi issue sejak awal kemunculannya tidak kunjung diperbaiki, dan yang paling parah tidak ada opsi transmisi automatic.

Puncaknya adalah pada saat kemunculan Daihatsu Sigra / Toyota Calya di 2016. Dengan promosi yang gencar, dan kualitas yang jauh lebih baik, Datsun Go+ pun seakan menghilang dari peredaran.

Sigra – Calya, sang “pembunuh” Datsun Go+ (autowp.ru)

Lalu apa yang dilakukan Datsun ?

Setelah dua tahun lebih sedikit akhirnya GO-CROSS concept pun dibuat versi produksinya. GO-CROSS concept muncul di Tokyo Motor Show 2015 dan baru di realisasi di Indonesia awal 2018 ini. Wow! Entah harus seneng atau miris.

Datsun GO-CROSS Concept (autowp.ru)

Padahal setelah versi produksinya muncul …. errr… Ini bukannya cuma Go+ X-Gear ? Go+ yang dikasih popok ? Cuma ini yang dilakukan Datsun setelah digempur habis oleh Sigra dan kembarannya ? Tapi ya sudahlah, setidaknya Indonesia menjadi tempat World Premiere Datsun Cross.

Datsun Go X-Gear atau Datsun Cross… Err… (autowp.ru)

(autowp.ru)

Yah setidaknya muka depannya lebih garang, lampu kabut dibuat naik bikin kesan macho, dan lampu kota + lampu utama projector juga jauh lebih cakep dari Datsun Go biasa. Oh iya, mobil ini ground clearance nya 200 mm, cuma beda 5 mm alias setengah centi dari Mitsubishi Xpander yang lagi hits.

Secara tampang sih nggak malu – maluin ya, tinggal roda dinaikkan ke ukuran 16 inch dengan ban tebel udah sesuai dengan konsep awal mobil ini. Karena ukuran asli rodanya 15 inch.

Ubahan terbesar Datsun Cross (mereka tidak mau menyebutnya Datsun Go Cross karena ini nggak masuk LCGC) justru ada di bagian dalamnya.

Pertama interiornya sudah diberi warna hitam dan desainnya sudah terlihat lebih mewah, saya belum bisa berkomentar mengenai kualitasnya karena belum liat langsung. Tapi sekilas, jauh terlihat lebih elegan dibanding interior yang lama… Handbrake juga kembali normal tidak model L300 yang tarik itu.

Bagian dalam Datsun Cross (Datsun Indonesia)

Interior Old Datsun Go (autowp.ru)

Kedua, akhirnya ada transmisi matic! Dan ini bukan sekedar transmisi matic biasa, ini adalah CVT! Good thing they don’t give an ancient 4-speed here. Yang artinya, secara teknologi mekanikalnya ia sudah seimbang dengan Honda Brio.

CVT! Akhirnya. (Datsun Indonesia)

Ketiga, safety. Mungkin Datsun sadar bahwa mobil ini punya rating 2 bintang saja versi ASEAN NCAP sehingga safety menjadi concern mereka. Ya entah soal rangkanya sudah diperbaiki apa belum, tetapi mobil ini sudah dilengkapi ABS dan VDC (Vehicle Dynamics Control), yang artinya ini adalah citycar pertama dengan fitur tersebut. Setidaknya kalaupun hasil crash testnya buruk, mobil ini sudah mencegah anda melakukan hal bodoh…

VDC di Datsun Cross (Datsun Indonesia)

Unit mesin yang digunakan tetap sama dengan Go atau Go+, HR12DE 1.200cc non-CVTC 3 silinder. Mesin ini sebenarnya tidak loyo-loyo amat, tapi getaran khas 3-silinder nya begitu dahsyat seperti mesin diesel dan suaranya kasar. Datsun mengklaim mereka mengoptimalkan peredaman getaran dan noise dari mesin ini, ya semoga saja beneran. Tenaga mesin ini 68 PS untuk versi manual sedangkan versi CVT 78 PS, torsi sama – sama 104 Nm. Selain itu, suspensi juga diklaim lebih nyaman… Ya suspensi Datsun Go sebenarnya sudah empuk sih.

 

Ruang mesin Datsun Go, unit yang sama juga digunakan di Datsun Cross (Indian cars bikes)

Datsun Cross ditawarkan dalam opsi transmisi Manual dan CVT, rentang harga 160 – 170 juta-an. Rentang harga ini mepet dengan Toyota Calya tipe tertinggi. Jika melihat apa yang ditawarkan, cukup wajar harga segini, dan setidaknya ada sesuatu yang bisa dibanggakan Datsun ketimbang lawan beratnya itu.

Ya kita tunggu saja akan jadi bagaimana Datsun Cross ini, apakah membangkitkan pamor Datsun atau tetep begitu aja…

 

 

2 thoughts on “Datsun Cross : The Better and Finally… Automatic!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *