Mitsubishi Xpander. Nama yang begitu hits sejak bulan September tahun lalu. Mobil yang ditunggu – tunggu kedatangannya sejak kemunculan XM Concept. Bahkan membuat panas kubu rival dengan meluncurkan All New Rush dan Terios.

Yah, meskipun mereka sebenarnya tidak bersaing dalam satu kategori, tapi orang – orang selalu mengaitkan Xpander dan Rush – Terios. Wajar, karena hype Xpander masih kuat sedangkan kedua pesaingnya ini tiba – tiba muncul di saat ribuan orang menanti Xpander idaman masuk ke garasi rumah.

And it took literally, forever… Banyak pemesan Xpander menanti tanpa kepastian berbulan – bulan, sedangkan dari kubu Toyota-Daihatsu begitu agresif dan menjanjikan tidak akan indent lama. Membuat tentu saja para calon konsumen Xpander gundah gulana…

Mobil yang sukses membuat para pemesan Xpander galau…

Meski begitu tidak sedikit juga yang akhirnya tetap sabar menanti Xpander nya. Apalagi mendengar sekian banyak review positif para pengguna yang sudah mendapatkan unit, dan yang sudah melihat Rush-Terios yang kualitasnya… Ya begitulah.

Hari Jumat 19 Januari kemarin saya (dan rekan – rekan saya) akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung Xpander di jalan raya. Kami mendapat kesempatan untuk mencoba mobil ini di jalan perkotaan Surabaya.

Being a Passenger

Dan pertama saya duduk di belakang, karena saya sudah sempat mencoba nyetir Xpander ini sebentar di GIIAS 2017 lalu. Unit kami adalah tipe Ultimate A/T, trim tertinggi, paling mahal, plus disertai bodykit dan badge XPANDER di atas grill ala – ala Range Rover, yang merupakan aksesoris resmi dari Mitsubishi… Err…

Versi dengan kit… Err… Sedikit berlebihan…

Tentu saja seperti yang sudah di review oleh banyak pihak, bagian belakang Xpander begitu berbeda dengan lawan – lawannya seperti Avanza/Xenia, Mobilio, Ertiga… atau mungkin Rush/Terios since kedua mobil ini dibanding – bandingkan terus. Kursinya sangat nyaman dan tekstur fabric nya terasa mahal. Seperti sofa, mirip dengan mobil kelas di atas – atasnya seperti Innova. Di Avanza/Xenia dan Mobilio kita akan merasakan kursi belakangnya agak keras dan tekstur fabric nya kasar, di Ertiga empuk tapi rasa tekstur fabric nya juga sama, agak kasar walaupun tidak sekasar Mobilio dan Avanza/Xenia.

OK, lalu yang terasa lainnya adalah peredaman kabinnya superb! Saat kami ngetes kondisi cuaca hujan deras, biasanya mobil jangankan di bawah 300 juta, di atas 300 juta aja peredam atapnya seperti kaleng ada, kalo kena hujan bunyi keras. Di Xpander, memang masih terdengar tapi tidak terasa atapnya seperti kaleng. Untuk kelas mobil 250 juta-an sangat baik. Begitupun peredaman suara roda yang juga sangat baik, tidak berisik saat berada di jalanan paving.

Lalu bantingan…. Yang diklaim sangat nyaman… Well sejujurnya pantulan suspensi Xpander ini agak mirip dengan Avanza, ngayunnya bisa 1.5 kali di polisi tidur… TAPI… ada TAPInya, disinilah mau Avanza, Mobilio, Ertiga, lewat jauh sekali : peredamannya. Meskipun terasa memantul tapi shock-absorber double action yang menjadi highlight teknologi di Xpander (yang katanya mirip dengan Lancer Evo), meredam dengan sangat baik. Bahkan redamannya ini mungkin setara dengan Innova baru (and I’m DAMN serious on this). Nggak bikin pusing atau mual. The car feels solid compared to its competitors.

…. Baiklah itu impresi menjadi penumpang, lalu bagaimana mengemudikannya ?

Xpander, jika kita kondisikan sebagai family car maka mobil ini does the job really-damn-well. Baiklah, lalu bagaimana kalau kita adalah fanboy Mitsubishi yang susah move on dan masih menganggap Mitsubishi Motors punya slogan “Born to Run” ? Apakah ia mampu memuaskan hasrat ngebut para fanboy Mitsubishi zaman past ?

Sadly, di sinilah ketika anda berharap kualitas pengendaraan khas Mitsubishi yang sporti, atau mesin yang tenaganya kuat seperti kakaknya, Pajero Sport, anda mesti siap – siap kecewa.

Ok first of all mesin 4A91 DOHC MIVEC yang tersemat di mobil ini sama sekali bukan mesin baru, dengan figur tenaga 104 PS dan torsi 141 Nm, itu figur yang sama yang kita peroleh juga dari Toyota Avanza Veloz 1.5 Liter.

Transmisi 4-speed, well, everyone uses 4-speed in this class, except Mobilio, Spin, Confero… Ya Spin discontinued juga sih, Confero tidak punya Matik. Tapi spek ini cenderung “biasa”. So, don’t expect much. Dan itu yang terjadi.

Tenaga mesinnya tidak spektakuler walaupun sebenarnya masih wajar untuk melintasi perkotaan, karakter mesinnya cenderung low-end torque tapi smooth, dan TCU (Transmission Control Unit, atau ECU matic) nya actually cukup pintar dan tidak laggy seperti di Avanza atau Ertiga yang kickdownnya agak mikir kelamaan. 4-speed di Xpander cukup sigap untuk kickdown. Ya tapi itu dia, di Xpander justru anda mungkin nggak akan sering kickdown, ya tentu jika anda bukan penggemar Mitsubishi zaman past

Seperti yang sudah diduga, di atas 3000 RPM tenaganya cenderung flat. Tidak terasa peningkatan tenaga yang dramatis seperti L15 di Mobilio (VTEC KICKIN YO!). Mungkin jika bobot Xpander lebih ringan sekitar 100 kg akselerasinya akan lebih terasa. Secara power-to-weight mirip Honda Freed, mesinnya tidak lemot tetapi bobot yang membuat mesin ini terhalang untuk mengeluarkan tenaga aslinya, walaupun Freed lebih parah karena TCU nya agak kurang pintar dan mesinnya berkarakter rev tinggi. Yea, VTEC dude. Lebih tepatnya, ya ini seperti membawa Avanza tapi front-wheel drive. Lebih halus dan lebih responsif tapi karakter tenaganya ya pas-pasan. Pas banget.

Ditambah setirnya ringan dan terkesan tanpa koneksi dengan roda. Nyaman untuk para ibu – ibu yang bakal pake mobil ini, tapi untuk fans Mitsubishi zaman past, akan terasa boring. Mungkin setirnya yang paling ringan dibanding Mobilio, Avanza, atau Ertiga sekalipun. Tapi secara pengendalian meskipun empuk, mobil ini masih cukup stabil dibanding Avanza. Sekali lagi, sistem double-action shock absorber sepertinya juga menyumbang andil pada pengendalian Xpander. Xpander ada di batas seimbang antara nyaman dan stabil.

Conclusion

Lepaskan semua imej tentang Mitsubishi yang “kencang”, “beringas”, atau “sporti”. Mobil ini sama sekali tidak mewakili tiga kata itu. Walaupun ya, karakter mobil Mitsubishi modern sejak berhentinya Evo memang jauh dari kesan sporti.

Tapi jika kita nilai mobil ini sebagai mobil keluarga sesuai tagline nya “Next Generation MPV”, it really does the job well.

Pertama jelas tampangnya membuat anda keliatan lebih kaya karena tampang Xpander jauh lebih futuristis dibanding lawan – lawannya, seperti mobil dari masa depan. Bakal sering ditanya – tanya sama kerabat kalau kumpul keluarga karena ini mobil yang “zaman now” banget.

Lalu, ini adalah mobil yang bisa mengantar anda dan keluarga berpelesir ke banyak tempat, oke untuk dipakai dalam dan luar kota. Di dalam kota ukurannya tidak terlalu mengganggu, di luar kota kenyamanan dan kepraktisannya sangat baik. Ground clearance 205 mm juga cukup tinggi, lagian small MPV penggerak 2 roda mau dibawa kemana sih ?

Xpander adalah tipikal daily cruiser, mobil yang mungkin ingin anda kemudikan di hari libur bersama keluarga dan untuk sehari – hari menunjang aktivitas kerja menggunakan jasa supir pribadi pun masih enak karena mobil ini justru malah terasa enaknya ketika jadi penumpang.

Jika ada satu hal yang menghalangi anda dari membelinya, itu adalah antrian indent yang masih sangat panjang.

 

 

 

4 thoughts on “Hittin’ the Road with Brand New Mitsubishi Xpander

    1. Halo mas… kalo Mobilio karakternya cenderung lebih keras mas, sedangkan Xpander lebih ke empuk… agak mirip Avanza tapi redamannya jauh di atas avanza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *