Hari Senin sore, saat itu bertepatan setelah seorang rekan menanyakan tentang Toyota Rush baru kepada saya.

Well, saya pun iseng mengontak seorang rekan di Toyota Auto 2000, lalu saya malah mendapat undangan untuk menghadiri acara semacam gathering untuk para konsumen dan calon konsumen Toyota Rush.

Sayangnya, rekan saya malah berhalangan… So, karena saya juga penasaran dengan mobil ini, sepulang kerja langsung meluncur ke TKP. Kebetulan, rekan saya yang di Auto 2000 ini menyarankan untuk datang sebelum jam 6 sore kalau mau test drive supaya tidak ramai.

Oke, 5.30 pun saya sudah di TKP. Karena lupa ngabarin, rekan saya yang ini pun tidak datang. Jadi saya dioper ke salah seorang rekannya lagi buat mendampingi.

Total ada 5 unit Toyota Rush yang dipakai untuk test, semua tipe TRD Sportivo a.k.a tipe tertinggi dengan opsi manual atau automatic.

Waktu ditawari saya bingung awalnya, tapi mengingat ingin juga membandingkan dengan XPander Ultimate yang pernah saya tes (di post sebelum ini) akhirnya supaya perbandingannya fair, saya milih tipe Automatic saja.

Baiklah, first of all, apa sih yang menarik dari All New Rush ini ?

Pertama, desain yang fresh. Oke, mungkin bukan selera semua orang, tapi harus diakui memang desain All New Rush ini berubah dari Rush lama yang sudah nyaris 13 tahun usianya. Sekarang desainnya cenderung ke arah MPV ditinggikan ketimbang SUV.

Berikutnya, mesin baru. Sesuai kebiasaan Rush dan Terios yang mengikuti Avanza dan Xenia, menggunakan mesin baru 2NR-VE Dual VVT-i 1.500cc menggantikan 3SZ-VE VVT-i di model sebelumnya. Secara tenaga turun 5 hp, tapi mesin ini di-claim oleh Toyota lebih irit 20% dari mesin lamanya.

Ketiga, dan ini highlight paling besar di Rush terbaru : Safety. Toyota mungkin sudah jengah dijuluki sebagai pabrikan yang pelit fitur safety. Toyota Astra seakan tidak mau mengulangi kesalahannya di Fortuner, akhirnya mereka jor-joran di Rush. Rush terbaru memiliki 6 airbag dan kontrol stabilitas sebagai standar di semua tipe. Yup, nggak salah : semua tipe! Membuat aura kompetisi di kelas ini menjadi semakin intens. Selain equipment safety, di bagian bawah sasis juga diberi bracing tambahan dan stabilizer bar di antara dua roda belakang.

Oke, equipment boleh nambah, ah jangan – jangan harganya naik banyak nih. TAM kan suka gitu.

Awalnya saya juga berpikir demikian, ah paling Rush tembus 300 juta nih. Dan ternyata saya salah.

All New Rush dibanderol seharga 252 juta sampai 273 juta on the road Surabaya alias hanya naik sedikit saja dibanding Rush lama. Kenaikan harga sedikit dengan penambahan perlengkapan seperti di atas, hmmm… Secara value mobil ini bertambah baik sih.

Tapi Rush lama kan terkenal keras, limbung, dan gak enak, yang ini gimana ?

Yupp memang ini sebenarnya main point yang mau dibahas.

Nggak ada yang menyangkal kalau Rush lama itu terkenal sebagai mobil yang bantingannya keras, udah gitu limbung, larinya berat, dan bahan interiornya juga murah. Dengan dasar pemikiran tersebut, sebetulnya saya juga nggak terlalu berharap banyak sih denganĀ  All New Rush. Apalagi soal performa mesin, fakta bahwa mesin ini 5 hp lebih rendah dan drive-by-wire, menilik dari Avanza, respon awalnya sungguh payah.

Saya sudah skeptis dan nggak mau terlalu berharap banyak. Apalagi fakta bahwa mobil ini ground clearance nya 220 mm dan terlihat jangkung. Ugh…

Unit test kami datang dan segeralah saya masuk, oh iya mobil ini sudah menggunakan keyless entry.

Setel posisi duduk, dan kursi di Rush ini sangat persis dengan Avanza, konturnya lebih baik dari generasi sebelumnya yang macem papan triplek, sayangnya masih belum ada telescopic steering, sedikit mengurangi kenyamanan mengemudi.

Setelah dapet posisi yang enak, masuk perseneleng ke posisi D. Injak gas dan wow… ternyata respon drive-by-wire di Rush ini jauh lebih baik daripada Avanza. Sedikit toel saja mobil sudah enak jalannya, tentunya buat di perkotaan akan sangat mudah dengan karakter respon gas seperti ini. Ditambah, sangat pas waktunya di jam macet, cocok untuk menguji karakter stop and go mobil ini.

Mudah sekali menemukan selah di mobil ini, untuk menyalip – nyalip mobil juga tidak terasa lebar. Biasanya mobil – mobil Toyota itu meskipun badannya kecil tapi dari dalam terasa lebar. Di Rush tidak terasa seperti itu. Ya bener, seperti nyetir Avanza saja, tapi tinggi. Setirnya juga tergolong ringan, pas untuk kalangan ibu – ibu.

Untuk pengendalian ? Nah, di sinilah Xpander, bahkan Rush generasi lama ketinggalan jauh sekali. Sesekali coba menggoyangkan setir Rush untuk bermanuver, sangat minim goyangan dan rasa limbungnya. Mungkin akan lebih terasa ketika di kecepatan tinggi, tapi ya, whatever… Sekali lagi, siapa sih yang akan beli mobil ini untuk nikung atau manuver kecepatan tinggi ? Bisa lebih stabil dari Xpander dengan profil badan sejangkung itu saja sudah sangat baik. Thumbs up kali ini untuk Toyota.

Nah, tentunya mobil ini tidak bebas dari kekurangan.

Bagaimanapun, angka 104 hp itu sangatlah kurang untuk menghela bobot Rush. Ketika jalanan sedikit kosong dan saya bejek gas, kurva tenaga memang lebih linear khas mesin NR dibanding 3SZ, tapi tetep, rasanya ya larinya segitu – segitu aja. Mungkin tarikan awal yang responsif tadi juga berasal dari gear ratio yang kasar, sehingga rasa boyo nya baru terasa waktu kita injak gas penuh. Sehingga jika ingin membeli Rush untuk perjalanan ke luar kota… Baiknya dicoba dulu cocok tidak dengan karakter nyetir anda.

Dugaan saya yang lain adalah fitur cam phasing Dual VVT-i ini tidak terlalu banyak dimainkan oleh Toyota sehingga performa putaran atasnya memble. Karena ya sekali lagi, konsumen kelas ini adalah konsumen yang mayoritas lebih berpikir ekonomis daripada berpikir ngisi BBM bagus. Otomatis jika diberi setelan terlalu advance, sangat berisiko ngelitik.

Kemudian, yah klasik, bantingannya. Memang membaik dibanding Rush lama, tapi tetep aja… Kerasss. Feeling yang mirip dengan All New Fortuner yang pernah saya coba, tetapi di Fortuner masih lebih empuk. Setiap lewat jalan tidak rata getaran cukup terasa dan redaman suspensi cukup keras.

Jadi, bagaimana kesimpulannya ?

Definitely not a perfect car, masih banyak kekurangan di sana-sini.

Tapi secara jujur, mungkin Toyota Rush terbaru sangat cocok dengan karakter orang Indonesia kebanyakan. Toyota Astra selalu menjual mobil yang tidak sempurna tapi dibutuhkan. Kebanyakan konsumen Toyota, rata – rata tidak akan mempermasalahkan mesin yang spec-down atau bantingan yang keras.

Yang mereka butuhkan adalah mobil yang bisa ke segala medan, sanggup diisi bahan bakar kualitas buruk, dan tahan banting dipakai sampai 10 – 15 tahun ke depan. Contohnya, jelas saja, banyak pengguna Toyota Rush generasi awal yang masih menggunakan mobil ini sampai sekarang dan tanpa banyak masalah.

Lalu, bagaimana dengan Xpander ?

Jujur dibandingkan dengan Xpander, Rush kalah jauh sekali soal kualitas dan peredaman. Kualitas plastik dan fabric kursi saja sudah sangat jauh berbeda. Meskipun ya Rush boleh berbangga hati dengan fitur keamanan yang lebih baik.

Tapi bagaimanapun, karakter Xpander tentu berbeda dengan Toyota Rush – yang mana sangat sulit ingin membandingkan keduanya. Karakter konsumen Xpander biasa adalah orang yang trendy, suka model yang fresh, aktivitas mayoritas di urban roads. Kalaupun di luar kota juga jarang sampai kondisi yang buruk. Xpander adalah tipikal family car yang ideal.

Sedangkan Rush lebih berkarakter seperti “war-tank”. Ia bukan mobil paling nyaman, paling mewah, tetapi tipikal mobil yang akan anda pakai sampai 10 – 15 tahun, kalau istilah orang Indonesia “mobil yang nggak rusak-rusak”.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *