6 tahun sudah Suzuki Ertiga resmi mengaspal di Indonesia, dan di akhir life-cycle nya, Suzuki melakukan ubahan model kepada Ertiga.

Suzuki Indomobil Sales meresmikan All New Ertiga di gelaran Indonesia International Motor Show 2018 (IIMS 2018) tanggal 19/4 ini. Tetapi gambar – gambar dan brosur sudah beredar di dunia maya sejak H-1 gelaran tersebut. Juga beberapa versi render beredar di dunia maya berdasarkan unit test yang tertangkap oleh spyshot dengan camouflage.

Eh salah gambar…

Suzuki All New Ertiga versi render. (motoris.id)

Suzuki All New Ertiga (otospirit)

Entah bisa dibilang model “All New” atau berganti generasi, atau ini hanya sekedar “major change”, dan fascia depannya memang sangat menyerupai All New Innova.

OK mari kita bahas satu persatu…

Highlight exterior All New Ertiga (Suzuki)

Peluncuran di IIMS 2018 (otospirit)

Rasa-rasanya Suzuki tidak mau tampil mentereng dengan All New Ertiga. Tidak ikut – ikutan tren desain tajam – tajam macam Mitsubishi Xpander, Ertiga tetap memiliki bentuk yang cenderung “clean” dan elegan. Meskipun kali ini banyak sekali elemen desain mobil lain yang diterapkan.

Contohnya selain lampu depan yang menyerupai All New Innova, pilar D juga malah mirip dengan Xpander. Lalu dikombinasikan dengan tarikan garis lampu yang menyerupai All New CR-V.

All New CR-V

Tapi kesan yang ditimbulkan entah mengapa berbeda dengan SUV kembar merek sebelah yang acakadut. Suzuki mengkombinasikan setiap elemen desain di Ertiga terbaru ini dengan rapi.

Mobil ini memanjang 130 mm, melebar 40 mm, dan meninggi 5 mm. Jadi jangan heran jika di gambar tidak terlihat, tapi di aslinya mobil ini terlihat sangat panjang. Setidaknya itu kesan yang saya tangkap dari gambar beberapa rekan yang mengunjungi IIMS 2018.

So, seharusnya luas kabinnya juga bertambah.

Interior All New Ertiga (suzuki)

Fitur – fitur All New Ertiga (Suzuki)

Classy. Itulah kesan pertama melihat interior All New Ertiga. Tetap mempertahankan kombinasi warna beige nya, bahkan sekilas bentuk kursinya pun masih sama. Tapi kali ini dipadu dengan kombinasi panel kayu. Vent AC juga bentuknya cukup klasik, agak mirip dengan desain Audi A4.

Interior Suzuki Ertiga (merdeka.com)

Setir dan cluster meter mengambil dari Suzuki Swift tapi di Ertiga diberi warna abu-abu muda dan corak kayu sehingga malah menambah kesan classy nya.

Tapi itu semua harus dirusak dengan knob AC yang masih macam putaran kompor gas… Bukan ngarep AC digital, tapi mbok ya tombolnya bagusan dikit kayak Xpander gitu.

Dan sepertinya sekarang seakan nggak mau kalah dari Xpander, Ertiga pun sudah smartkey dan start stop engine button… Mungkin setelah ini akan disusul oleh Mobilio dan Avanza/Xenia.

So, sebenarnya dari Ertiga lama tidak terlalu berubah banyak dari segi fitur.

Meskipun secara fitur tidak banyak berubah, dua ubahan terbesar di Ertiga terbaru ini adalah di segi mesin dan platform nya.

Ertiga baru ini menggunakan HEARTECT Platform generasi terbaru yang sama dengan Suzuki All New Swift (kapan mobil ini masuk Indonesia… grr…) dan produk – produk lain seperti Ignis.

Prinsipnya adalah mengubah desain struktur chassis bagian bawah dan layout keseluruhan mesin, transmisi, dan suspensi. Tujuan dari revisi desain lantai ini adalah meningkatkan rigiditas chassis dan juga mengurangi komponen reinforcement sasis. Selain itu, juga mengurangi jumlah komponen bergerak.

HEARTECT Platform (fairdealvehicles)

Hasilnya ? Tentu bobot juga berkurang, dan dengan rigiditas yang baik, bobot lebih ringan, dampaknya adalah mobil yang lebih efisien dan memiliki handling lebih baik. Klaim Suzuki, platform barunya ini lebih rigid 10% dan lebih ringan 15% dibanding sebelumnya.

Mesin K15B di Suzuki Ertiga 2018 (autonetmagz)

Revisi lainnya ada di mesin yang digunakan, menggantikan mesin K14B lama nya, kini naik 100cc menjadi 1.500cc K15B. Jika dianalisa dari ukuran bore dan stroke nya, K14B memiliki ukuran Bore x stroke 73 x 82 mm sedangkan K15B 74 x 85 mm . So, sangat jelas ini adalah mesin K14B yang di-modifikasi bore dan stroke nya. Hasilnya adalah tenaga yang lebih besar 12 hp dan torsi yang lebih besar 8 Nm. Sayangnya Suzuki belum memasukkan mesin berteknologi Boosterjet 1.0 Liter Turbo nya.

Ini juga sepertinya pertanda bahwa All New Swift hanya akan menggunakan K15B dan bukan K10B Boosterjet seperti di luar negeri. Sayang sekali.

Transmisi masih sama Manual 5-speed dan Automatic 4-speed.

Ertiga dipasarkan dalam 4 trim : GA, GL, GX, GX ESP.

Kabarnya Ertiga terbaru ini dipasarkan dengan harga 200 (GA MT) – 241 juta (GX AT) dengan rincian :

GA MT : 200 juta

GL MT : 216,5 juta

GL AT : 229 juta

GX MT : 228 juta

GX AT : 241 juta

https://www.viva.co.id/otomotif/mobil/1028542-harga-suzuki-ertiga-baru-mulai-rp200-juta

Kenaikan per tipe sebesar 10 juta dari varian sebelumnya. Sedangkan varian GX ESP masih belum diketahui harganya.

Semuanya bermesin bensin, dan disinilah pertanyaan terbesarnya : kemana varian diesel ?

Suzuki D13A Diesel di Ertiga Diesel (overdrive)

Akankah dipasarkan kembali atau Suzuki sudah menyerah ? Karena angka penjualan Ertiga varian Diesel memang kurang menggembirakan. Mungkin karena tidak ada opsi transmisi automatic dan Suzuki yang mewajibkan BBM menggunakan Pertamina DEX.

Bagaimanapun, mari kita berharap semoga varian Diesel tetap masuk, dan dengan harga sedemikian dengan ubahan yang cukup banyak di sisi teknis, pertanyaan terbesarnya : bagaimana dengan rasa berkendaranya ? Sepertinya jawaban baru akan kita temukan ketika sudah melakukan pengujian langsung. So, stay tuned!

 

 

 

2 thoughts on “2018 Suzuki Ertiga – Fokus ke Pengembangan Teknis

  1. pangsa pasar All New Ertiga adalah pemilik/ yg pernah memiliki ( dan puas ) dgn old ertiga yg mau ganti mobil baru biar ga ambil Xpander dan Terios….Just It….. hehehehe

    1. hehehe betul om… kalo liat manuvernya kayaknya Suzuki lebih milih buat mempertahankan present consumer nya Ertiga daripada nyaplok pasarnya Xpander atau Avanza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *