Mendengar kata Toyota Corolla, ada sebagian orang yang mengerti mobil ini adalah sedan terlaris di dunia, bahkan mobil Toyota terlaris di dunia (tentu jelas bukan mobil Toyota terlaris di Indonesia).

Di Indonesia, ya, itulah kenapa saya bikin judul bukan sedan kantoran. Karena Corolla di Indonesia itu identik sedan kantoran. Dinas pemerintahan, kantor-kantor swasta, mobil dinasnya kalo udah pejabat kelas agak tinggi kalo nggak Corolla ya Camry. Kalo masih agak di bawah, Innova, di bawah lagi, Avanza. Well, Toyota tetep masih jadi andalan urusan mobil korporasi.

Corolla Altis mobil dinas DPRD DKI (tempo)

Tapi ya tentu saja itu yang membuat Corolla salah satunya, menjadi mobil terlaris di dunia. Meskipun di kuping gearheads kalo denger nama Corolla itu sedan bapak-bapak yang membosankan.

Toyota : “sedan bapak-bapak? oh well…”

(toyota)

Errr….

(Toyota)

OK seriously, ini keren. Meski sebenarnya secara keseluruhan masih menganut gaya desain generasi lamanya, tidak se-revolusioner Civic. Tapi ya kalo dibilang sedan kantoran atau sedan bapak-bapak, ya bapak-bapak millenial mungkin yah. Jauh lebih trendy daripada Corolla sebelum-sebelumnya.

Secara desain flow nya lebih jelas, enggak banyak garis desain patah-patah seperti generasi 11 yang depannya agak kotak.

Toyota Corolla (Altis) Generasi 11 (whichcar.com.au)

Well ya, walaupun versi faceliftnya sudah ada arah-arah mau ke model terbaru ini… Tampilannya jauh lebih membaik.

Facelift 2017 (autodeal.com.ph)

Yang lebih unik ternyata New Corolla ini memiliki 3 gaya desain, dan yang dipajang di atas adalah gaya desain paling agresif di versi XRS (varian “sporty-nanggung” Corolla di Amerika, kayak Civic Si lah). Masih ada 2 gaya desain lain

Corolla Hybrid, lebih seperti Camry versi pahe (indiansautoblog)

Bagian belakang (indiansautoblog)

Dan oh well, satu lagi model “agak sporty” dengan nama Levin – di China.

Toyota Levin, membangkitkan nama legendaris (carspyshots.net)

Bagian belakang (carspyshots.net)

Dan jangan lupa, yang potensial akan dimasukkan Toyota juga salah satunya mungkin model hatchback nya :

Corolla Hatchback (cars.com)

Uh oke, meskipun saya bukan penggemar desain pantatnya Corolla Hatchback. Bagian atapnya kurang mundur dikit.

Dan layout interior yang terlihat mulai modern, mengadopsi gaya interior C-HR. Tapiiii… Saya itu paling terganggu dengan layar di tengah dasbor, apapun mereknya, sekecil apapun modelnya, ngerusak aliran flow design keseluruhan. Flaw design yang paling ngaco menurut saya. Itu salah satu alesan kenapa saya suka Civic, meskipun sama Honda Indonesia dengan murah hati dikasih tape Kenwood yang leletnya minta disumpahin. Phew.

Oke sih tujuannya buat keliatan, tapi rasanya jarang ada orang nyetir utak-atik layar gitu, selain itu, bahaya juga.

interior New Corolla (Toyota)

Kalo bahas fitur, udah lah nanti bahas aja kalo mobilnya udah di Indonesia ya.

Tampilan Dasbor All New Corolla (megautos)

Yup, nyaris mirip dengan counterpartnya, C-HR. Meskipun di Corolla masih terkesan agak konservatif, ya anyway, ini sedan.

Interior C-HR (otomotif tempo)

TNGA (Toyota New Global Architecture)

OK tapi yang menarik dari Corolla bukan cuma casing nya aja, mobil ini punya platform yang bener-bener baru. TNGA GA-C namanya. TNGA – Toyota New Global Architecture, yang mungkin buat kalian yang kurang research dan kemakan omongan media : “TNGA ini bikin Toyota C-HR jadi mahal lohh, Corolla mau dijual berapa dong”.

Sek tho, TNGA itu kan gak beda sama MQB nya VW, atau share platformnya Civic-CRV. Sama kok. Malah bakalnya dikasih logo L entar di UX. Nah loh. Research dulu makanya.

In fact, ke depannya TNGA akan diterapkan ke seluruh jajaran lini mobil Toyota. Ini masalah penamaan aja. TNGA sendiri ada banyak varian dari yang paling compact sampe yang besar. Untuk yang di Corolla dan C-HR, ini sama persis. Seri GA-C (Compact). TNGA adalah suatu arahan konsep besar bagaimana mobil Toyota ke depan – depannya akan dibuat. Baik secara platform, teknologi, sampai ke styling.

Toyota C-HR (arnoldclark)

All New Camry (toyota)

Makanya kalau ditarik gaya desain Toyota dari 10 tahun yang lalu sampe sekarang, itu sudah berbeda jauh sekali gaya desainnya, termasuk teknologi dan rasa berkendaranya. Nggak boring lah istilahnya. Meskipun ya, saya masih belum pernah nyoba C-HR terbaru, tapi menurut yang udah nyoba emang beda dari Toyota yang generik dan lebih “fun”.

Bahkan walaupun tidak secara eksplisit, sebenernya perubahan gaya ini kan keliatan banget di Lexus. Lexus yang dulunya lebih ke mobil oom-oom kaya, sekarang jadi lebih bergaya anak muda dan lebih agresif tanpa kehilangan kesan mewahnya.

Lexus RX terbaru (lexus.co.uk)

Dari body shell nya sendiri, TNGA platform memiliki struktur bodi 60% lebih rigid daripada platform sebelumnya, plus titik berat (center of gravity) lebih rendah, sehingga meningkatkan kesenangan mengemudi. Termasuk suspensi baru jenis multi-link, yang diclaim oleh beberapa media nyaman tapi dapat memberikan kestabilan yang mumpuni.

TNGA chassis (Toyota)

Mengenai Toyota bilang sendiri C-HR itu beda dan mahal karena pake platform baru, ya itu namanya juga bahasa jualan. Mana ada perusahaan buka rahasia internal penetapan harganya. Ngerti?

Powertrain

Di TNGA, Toyota memberi julukan “Dynamic Force” pada semua mesin – mesin barunya. Secara umum, Toyota Corolla terbaru tersedia 5 varian mesin dengan 2 di antaranya adalah Hybrid :

  • 8NR-FTS 1.2Liter Turbo – Mesin yang sama dengan C-HR versi luar negeri.
  • 2ZR-FAE 1.8Liter N/A – Sama dengan Corolla yang sekarang dan C-HR versi lokal
  • M20A-FKS 2.0Liter “Dynamic Force”
  • 2ZR-FXE 1.8Liter Hybrid
  • M20A-FXS 2.0Liter Hybrid “Dynamic Force”

Secara umum yang spesial adalah versi 2.0 Liter “Dynamic Force” yang mengadopsi teknologi terbaru. Mesin ini, memiliki rasio kompresi 13:1 layaknya Mazda SKYACTIV, di versi Hybrid 14:1 dengan Direct Injection D-4S dan penyempurnaan design di bagian-bagian lain. Diklaim, memiliki efisiensi thermal 40% untuk N/A dan 41% untuk yang hybrid. Well, itu adalah angka yang sangat tinggi mengingat rata-rata mesin bensin kebanyakan kesulitan mencapai di atas 30%.

Mesin Terbaru berteknologi “Dynamic Force” (toyota)

Dan di Corolla, mesin baru berkapasitas 2.0 Liter ini memproduksi 169 hp pada 6.600rpm dan 205Nm pada 4.800rpm. Mengingat mesin baru ini N/A dan bukan turbo, angka segini sudah cukup besar. Yaa sepertinya Toyota hanya tertarik bikin turbo di mesin besar seperti 2.0Liter di Lexus.

Plus ya, mesin ini dikombinasikan dengan CVT. Ya ya ya, kalian yang mengaku gearheads pasti akan teriak “kok CVT? Pasti boring neh!” sek to sek to, nggak semua CVT boring kok. Bahkan CVT di Corolla terbaru ini sedikit berbeda dengan CVT kebanyakan. Saya kutipkan salah satu bagian dari review Car and Driver tentang Toyota Corolla terbaru – versi hatchback.

Although the Corolla hatchback offers—in both its trim levels—a six-speed manual with rev matching, our test car was equipped the way the vast majority of Corollas will be: with an automatic. More specifically, the transmission is a continuously variable automatic (CVT), but it’s one that goes to extraordinary lengths not to behave like a traditional CVT. First of all, it’s supplemented by an actual fixed-ratio first gear, beyond which the continuously variable portion of the transmission takes over. Even so, its programming is designed to mimic a conventional gearbox, shuffling through 10 preset ratio steps.

The fixed first gear means that the response when pulling away from a stop is exactly the same as with a normal automatic, as it never sends the needle zooming across the tach to park itself near the redline while the engine waits for the car to catch up. And even once you’re out of first gear, the transmission does a mostly convincing job disguising its type, with revs rising and falling in steps. This novel setup almost entirely eliminates the elastic throttle response and concurrent engine droning that plague most CVTs.

Ndak mudeng? Google translate. Singkatnya, ini semacam kombinasi transmisi gear dengan CVT, adanya transmisi gear adalah untuk menghilangkan rasa “lemot” waktu creeping / low speed (yea, TBH Toyota’s current CVTs suck).

Akankah mesin ini masuk Indonesia? Well, tentu saja kita semua berharap seperti itu, walaupun saya sendiri agak skeptis. Karena di Corolla Altis versi yang sekarang varian 2.0 Liter justru dihilangkan padahal dulunya ada. Tapi yah, siapa tau Toyota ingin bersaing dengan Honda dan Mazda menggaet pasar anak muda juga.

Menurut saya idealnya TAM memberi opsi :

Sedan

  • 1.8 MT / CVT – seperti yang sudah ada.
  • 2.0 CVT

Hatchback

  • 2.0 MT / CVT – untuk bersaing dengan Civic / Mazda3

Prediksi Spek dan Harga

Karena Toyota sekarang sudah melek safety, ada kemungkinan nantinya semua varian Corolla (Altis, di Indonesia) akan mendapatkan 7 airbag dan kelengkapan minimal seperti Yaris ada VSC, HSA, dll. Ya mosok Corolla justru lebih miskin kelengkapan dibanding Yaris dan C-HR.

Biarpun itu *UHUK* SUV 500 juta-yang-terlaris-di-Indonesia masih aja tetep lebih miskin kelengkapan daripada Yaris.

Gimmick lain, kira-kira yah mirip C-HR lah. Karena masih satu platform.

Harga ini yang masih agak abu-abu, tapi jika Corolla rasanya Toyota tidak akan berani se”ngawur” C-HR. Mereka udah punya langganan lah istilahnya : kantor-kantor pemerintah dan swasta. Pastinya dipertahankan supaya kompetitif. Dan menurut saya angka logisnya ada di 400-450 juta. 500 juta, pejabat lebih milih lari ke Fortuner. Lebih gagah dan disegani.

Dan varian hatchback ada kemungkinan masuk mengingat pasar medium hatchback kembali ramai berkat Civic.

Yah mari kita berharap produk-produk TNGA ini bisa membangkitkan gairah merek Toyota – gak identik dengan Avanza-Innova-Fortuner-Camry melulu. Ya itupun Camry terbaru juga masih aja, enggak masuk-masuk.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *