All New Suzuki Jimny : Melawan Stereotype ?

Oke… Oke… “Against Stereotype” memang tagline pabrikan sebelah untuk small crossover mahal nya. Tapi saya rasa justru lebih tepat diberikan kepada Suzuki Jimny terbaru.

Alasannya sederhana. Karena bentuknya. Kapan terakhir kali kita melihat ATPM menjual mobil jip 3 pintu ? Dulu sebelum tahun 2000-an, mobil Jip 3 pintu itu populer. Tiga jip populer pada masa itu : Toyota Land Cruiser FJ40 yang dikenal dengan sebutan “Toyota Hardtop”, Daihatsu Taft, dan Suzuki Jimny – Katana untuk versi 4×2 nya.

Toyota Land Cruiser – FJ40 “Hardtop”, yang juga terkenal sebagai “mobil penculik” karena sering digunakan untuk adegan penculikan di sinetron – sinetron lokal. Memiliki versi diesel dengan nama BJ40 dan juga versi double-cabin FJ45. Sedangkan bodi ada yang hardtop dan softop dengan atap kanvas.

https://bringatrailer.com/listing/1974-toyota-land-cruiser-fj40/ )

Daihatsu Taft, yang di luaran bernama Fourtrak. Jip Daihatsu yang melegenda dengan mesin diesel nya, meski ada versi bensin bernama Feroza. Mobil ini dulu juga mahal dan merupakan mobil “orang kaya”. Mungkin setara Fortuner atau Pajero Sport saat ini.

https://www.parkers.co.uk/daihatsu/fourtrak/used-prices/ )

Suzuki Jimny yang lebih populer dengan Katana, versi 4×2 nya di Indonesia.

https://id.priceprice.com/Suzuki-Katana-8271/

Memang ketiga mobil ini tidak sekelas, tapi di tahun ’80an sampai ’90an jika mencari mobil SUV, ya inilah pilihannya, meskipun ya ada Suzuki Vitara dan Nissan Terrano juga saat itu, tapi yang ikonik ya ketiga jip ini.

Baik Taft dan Hardtop merupakan mobilnya horang kayah, sedangkan Jimny itu seperti yang ingin SUV tapi budget terbatas. Jip (bukan J-E-E-P, itu merek) identik dengan kendaraan adventure. Bisa diajak berpetualang ke hutan – hutan dan sasis serta suspensinya juga memang dirancang untuk itu. Rigid axle 4×4 dengan travel suspensi panjang dan short wheelbase.

Toyota memang sempat mengeluarkan FJ-Cruiser, yang dianggap mau meneruskan FJ40, tapi enggak bertahan lama dan nggak cukup ikonik karena harganya mahal, dan bentuk mobilnya lebih kayak mainan Lego daripada jip kekar nan macho.

Toyota FJ Cruiser, langkah Toyota untuk me-“modernisasi” FJ40, yang sayangnya tidak populer.

https://www.sydneycitytoyota.com.au/used-car/list/ )

Wacana Suzuki mengeluarkan Jimny sebenarnya sudah dari lama sekali. Jimny generasi ketiga sempat dijual secara terbatas 88 unit di GIIAS 2017 seharga 285 juta. Bermesin M13A dan transmisi Automatic 4-speed. Sejujurnya tidak terlalu mahal mengingat status Impor Utuh (CBU) Jepang dan 4×4, tapi jadi terlihat mahal mengingat di negara asalnya ia tergolong kei-car alias, ya mobil LCGC. Makanya penampilan interior dan fitur-fiturnya jelas nggak menarik bagi penggila fitur canggih. Alias zonk.

https://www.suzuki.co.id/news/suzuki-jimny-si-legenda-yang-hadir-secara-eksklusif-di-giias-2017

Ya mahal-murah itu relatif, yang jelas Jimny menjadi menarik apabila mengincar offroader untuk sekedar “mainan” dan layak menjadi collectible item di masa depan. Harga segitu akan sebanding dengan nilai investasinya.

Tapi yang akan dibahas disini adalah Suzuki Jimny generasi ke-empat. Alias generasi terbarunya.

https://otomotif.tempo.co/read/1191867/mengejutkan-suzuki-jimny-baru-di-thailand-dibanderol-rp-694-juta

Jimny terbaru tidak mau bergaya sok-sok modern, ia tetap mempertahankan bentuk “jip kotak 3 pintu”, malah fascia wajahnya mengingatkan pada sesuatu nggak sih ?

Hmmm….

https://www.amazon.com/Jeep-2018-Wrangler/dp/B074GBPBG8 )

Suzuki Jimny terbaru berkode JB74 ini selalu menarik perhatian pengunjung pameran, sudah dipamerkan di GIIAS 2018, dan baru – baru ini juga muncul di Telkomsel IIMS 2019. Jip kecil ini sukses menarik perhatian pengunjung, karena ya kapan lagi gitu lho sebuah jip 3 pintu dijual di Indonesia.

 

Bahkan beredar suatu surat edaran dari PT. Suzuki Indomobil Sales (PT. SIS) mengenai harga Jimny. Diperkirakan, harganya sekitar 315 sampai 330 juta-an.

Dengan kata lain harga 300 juta-an itu bersaing dengan Crossover kompak seperti Honda HR-V, Chevrolet Trax, Nissan Juke, eh ya ada SUV medium juga ding : Wuling Almaz. Kalau mau diperluas lagi ada Hyundai Kona terbaru, Mazda CX-3, Toyota C-HR. Tapi mobil – mobil ini pun jelas keliatan gambot kalau dibandingkan dengan Jimny.

Karena ukuran Jimny ini hanya beda-beda tipis dengan Suzuki Ignis. Detail dimensinya :

Suzuki Jimny JB74 :

PxLxT (mm) : 3.645 x 1.645 x 1.720

Wheelbase : 2.250 mm

Suzuki Ignis :

PxLxT (mm) : 3.700 x 1.690 x 1.595

Wheelbase : 2.435 mm

Sama-sama kecil, kecuali ya mobil ini nggak bisa dibeli dengan harga semurah Suzuki Ignis. Malah harganya bisa dapet Ignis bonus 1 unit Karimun Wagon R atau All New Carry pick-up buat disewain jasa angkut.

Suzuki Ignis memiliki ukuran yang tak jauh berbeda dengan Jimny.

Interior Jimny pun jauh dari kesan mewah, didominasi warna hitam yang mengedepankan kesan utilitarian. Meski begitu, berada di dalamnya akan terasa sangat macho.

Interior Suzuki Jimny 

https://www.globalsuzuki.com/automobile/lineup/jimny/index.html )

Tetapi sekali lagi, mahal murah itu relatif …

Buat yang mendambakan sebuah off-roader 4×4 untuk mainan tanpa harus repot bolak-balik bengkel ndadak beli Suzuki Katana lalu di convert dengan transfercase dan gardan yang menguras waktu, yes, Jimny officially boleh dibilang off-roader 4×4 termurah. Memang sih, bangun Suzuki Katana dan beli gardan sendiri bisa jadi lebih murah, tapi masalahnya tidak semua orang diberi bekal kesabaran extra untuk bolak-balik ke bengkel melakukan trial and error. Ada dari mereka yang lebih baik spend 300 juta-an untuk beli Jimny baru.

Lalu Jimny baru juga jelas lebih “unik” terlihat di jalan. Level uniknya mungkin nggak kalah dari MINI Cooper dengan harga kurang dari separuhnya MINI Cooper. Belum lagi kalau dibawa oleh anak – anak muda ke kampus pasti bakal terlihat edgy dan anti-mainstream di antara parkiran berisi Honda HR-V. Bisa jadi, anak muda nantinya nggak minta Honda HR-V lagi, tapi Suzuki Jimny.

Ngomongin kepraktisan bawa penumpang, ha memangnya anak muda itu pergi sama siapa sih ? Kebanyakan juga pergi sendiri atau paling kenceng sama pacarnya. Malah dengan jip 3 pintu bisa jadi aman dari ditebeng – tebengin orang ketimbang bawa mobil macem Avanza. Praktis bawa barang dan enak dibawa kemana – mana karena ukurannya kecil, apalagi dibawa camping ke tengah hutan.

Dan uniknya Jimny enggak punya turning radius yang sadis ala mobil 4×4 dengan ban besar. Menurut spesifikasi dari suzuki.co.nz, turning radiusnya sekitar 4.9 meter, hanya berselisih sedikit dengan Ignis yang 4.7 meter. Fix kan, ini mobil yang bagus buat perkotaan dan segala medan ?

Walaupun mungkin soal tingkat kenyamanan, bisa jadi tak senyaman Honda HR-V dan kawan – kawannya…

Mari kita masuk ke spek teknis. Jimny yang naturnya adalah sebuah 4×4 off-roader yang dibekali suspensi tinggi dengan 3-link rigid axle depan-belakang, tanpa sistem suspensi modern, plus dibekali ban dengan permukaan kasar, steering system masih ball n nut, jelas bukan mobil yang orientasinya kenyamanan. Spesifikasi Jimny ini sesungguhnya tidak spesial-spesial amat untuk ukuran mobil modern. Suzuki membuat mobil ini sesuai trah Jimny lama yang robust dan kuat, sehingga tak dimasuki teknologi modern apapun.

Sasis Jimny terbaru pun masih menggunakan ladder frame.

https://www.autobics.com/2018/06/all-new-suzuki-jimny-2018-suzuki-jimny-sierra-revealed/2018-suzuki-jimny-chassis-frame/ )

Suzuki menamakan sistem penggerak 4 roda nya dengan tajuk ALLGRIP PRO 4WD. ALLGRIP sendiri merupakan nama sistem penggerak 4 roda Suzuki (AWD / 4WD) dan dibagi menjadi 3 jenis : Auto, Select, dan Pro. ALLGRIP Auto diterapkan pada mobil compact seperti Swift dan Ignis, ALLGRIP Select pada S-Cross dan Vitara, ALLGRIP Pro pada Jimny. Meski ini hanya branding saja untuk membedakan part-time 4WD Jimny dengan AWD pada lineup lainnya.

https://www.globalsuzuki.com/allgrip/

Satu – satunya hal yang modern pada Suzuki Jimny ini, saya rasa adalah mesin K15B nya saja. Ini adalah mesin yang sama juga di Suzuki Carry baru dan Ertiga. Bertenaga 100 hp @ 6.000 RPM dan 130 Nm @ 4.000 RPM. Masih lebih rendah 4 hp dan 8 Nm dari Ertiga karena rasio kompresinya lebih kecil dari Ertiga, hanya 10.0 : 1, dibanding Ertiga yang 10.5 : 1. Transmisi pun menggunakan 5-speed Manual dan 4-speed Automatic. Sedangkan di negara asalnya tetap menggunakan mesin berkode R06A 660 cc turbo 64PS.

Mesin K15B yang sama dengan Ertiga dan Carry 

https://www.motorverso.com/portfolio-items/suzuki-jimny-2019-sz5-review/#prettyPhoto )

Oh ya, yang dijual di Jepang dan bermesin 660cc turbo adalah versi Jimny biasa. Sedangkan versi ekspor dengan mesin K15B yang lebih besar disebut Jimny Sierra. Perbedaan lain Jimny dan Jimny Sierra adalah over-fender dan ban yang lebih besar. Secara umum tampilan Sierra jelas lebih macho dan garang.

( https://autonetmagz.com/spesifikasi-all-new-suzuki-jimny-jimny-sierra-terkuak/69307/ )

Untuk safety rating nya pun hasil pengetesan Euro NCAP hanya mendapatkan 3 bintang. Disebabkan karena minimnya safety assist dan pedestrian protection yang hanya mendapatkan skor 52% dan 50%. Sistem Auto Emergency Brake (AEB) nya gagal memberhentikan mobil saat ada orang menyeberang. Bentuk bodi yang mengotak juga berpotensi melukai pejalan kaki. Sedangkan untuk skor perlindungan pengemudi dan penumpang cukup baik.

Jadi pastikan kalau tabrakan, anda tidak menabrak orang.

https://www.euroncap.com/en/results/suzuki/jimny/33370

Kapan akan dikirimkan ?

Belum ada rilis resmi dari Suzuki Indonesia, bahkan harga 315 sampai 330 juta itu masih perkiraan dan hanya berasal dari kebocoran dokumen resmi Suzuki saja. Semacam clickbait yang sengaja dibocorkan ?

Tetapi sepertinya ini bukan sekedar gosip, karena beberapa spy shot sudah memergoki car carrier membawa beberapa unit Jimny terbaru.

Ehm… ya… itu trailer plat nomer Indonesia dan ini bukan sekedar soto dan sop… eh photoshop.

https://www.motoris.id/news/23678/jimny-terbaru-dijual-4-tipe-banderol-mulai-rp-3155-juta/ )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *