Mobil Berturbo Harus Ngisi Pertamax Turbo ?

Perangkat Turbocharger merupakan suatu komponen yang efektif meningkatkan efisiensi kinerja sebuah mesin dengan memadatkan udara yang masuk, dan hari ini mobil berturbo sudah tidak eksklusif lagi di merek – merek mewah atau mobil sport / super.

Bahkan sebuah SUV dan MPV keluarga – dari merek Tiongkok sekalipun ! Sudah dibekali dengan mesin berturbo. Sayangnya, mesin turbo selalu terkena stigma seperti perawatannya sulit atau mesti pakai BBM kualitas tinggi – Pertamax Turbo. Nah, yang unik di Indonesia ya ini – BBM kualitas tertingginya diberi merek “turbo”. Dan beberapa merek terang – terangan memberi nama lineup nya dengan embel – embel “turbo”.

Ya, emblem “turbo” nya untuk membedakan.

Lalu pertanyaan muncul “kalau pake mobil turbo, berarti harus ngisi pertamax turbo?” – which is sebenarnya ini pertanyaan bagus karena kalau nggak dibilangi mobil itu berturbo, ya paling diisi BBM paling murah. Honda dan Wuling melakukan langkah yang tepat memberikan embel-embel “Turbo” – karena konsumen kedua merek ini lebih massal ketimbang BMW atau Mercedes.

https://pertamax7.com/wp-content/uploads/2016/09/Daftar-Mobil-yang-bisa-Pakai-Pertamax-Turbo-Ron-98-pertamax7.com_.jpg

Teori Rasio Kompresi

Saya tergelitik dengan komentar di salah satu kanal Youtube yang mengatakan “CR-V Turbo kan kompresinya 10.3 jadi harusnya pakai Pertamax, kalau pake Turbo nanti kepanasan mesinnya”. Well, you don’t have an idea how an engine works, kiddo.

Rasio kompresi, di mesin turbo menjadi tidak relevan. Karena rasio kompresi hanyalah perbandingan volume ruang antara saat piston berada di titik mati bawah (TMB) dan titik mati atas (TMA). Kaitannya apa ? Kaitannya adalah dengan temperatur ruang bakar. Semakin tinggi rasio kompresi, pembakaran semakin efisien karena udara dapat bercampur sempurna dengan BBM, maka mesin juga akan semakin “panas”. Dan di mesin bensin, panas = auto-ignition (ngelitik / knocking). Auto ignition memang diharapkan di mesin diesel, tapi mesin bensin tidak.

Ini lho rasio kompresi, buat yang suka bingung itu makanan apa 

https://www.sharcnet.ca/Software/Ansys/16.2.3/en-us/help/wb_icom/icom_intro_comp_ratio.html )

Dalam kasus mesin bensin turbo, karena prinsip udara yang dipadatkan tadi, tidak perlu rasio kompresi tinggi, temperatur di dalam ruang bakar sudah tinggi. Malah sebenarnya mesin turbo tidak memerlukan rasio kompresi terlalu tinggi, sekali lagi rasio kompresi tinggi rawan knocking, dan ditambah tekanan udara yang juga tinggi, sangat berisiko ngelitik bahkan rontok jerohannya. Beda lagi dengan mesin diesel turbo, memang secara rancang bangun mesin diesel juga pasti lebih kuat dibanding mesin bensin. Ditambah, mesin diesel bekerja pada rentang putaran mesin yang rendah, banyak yang tidak sampai 4.000 RPM. Sedangkan bensin, minimal 5.000 RPM karena peak power baru dicapai di kisaran 6.000 RPM.

Mesin bensin turbo jaman sekarang, untungnya, sudah mengenal ECU dan knocking sensor yang dapat me-limitasi kemampuan mesin ketika diberi BBM kualitas buruk atau dibawah standar. Ditambah, mesin bensin turbo sekarang juga sudah sangat banyak yang menerapkan Gasoline Direct Injection ( GDI ). Dimana BBM akan disemprotkan tepat pada saat piston akan mencapai TMA, sehingga makin mengurangi resiko ngelitik.

Perbedaan Port Injection dengan Direct Injection

https://lucasoil.com/gdi/ )

Oktan BBM, itu apa sih ?

Singkatnya, tanpa terlalu teoritis, angka oktan BBM adalah tingkat ketahanan suatu BBM terhadap kompresi. Makin tinggi angka oktan, makin tahan terhadap tekanan kompresi yang tinggi, dan tidak mudah terjadi auto ignition atau pre-ignition. Di mesin bensin, kita menginginkan BBM baru terbakar saat dipercik oleh busi dan piston naik ke TMA. Karena itu auto-ignition sebelum maupun sesudahnya sangatlah tidak diharapkan karena menyebabkan knocking, performa turun dan juga berisiko merusak internal mesin – pada penggunaan jangka panjang.

Di Indonesia BBM bensin ada 4 jenis : Premium (oktan 88), Pertalite (Oktan 90), Pertamax (Oktan 92), Pertamax Turbo (Oktan 98). Di merek lain seperti Shell, Total, AKR, atau Petronas namanya berbeda, tapi besar rating oktannya sama. Seringkali yang berbeda adalah campuran bahannya saja.

Dulu selang merah adalah Pertamax Plus (RON95), sekarang diganti Pertamax Turbo (RON98). Premium sendiri sekarang sudah perlahan punah digantikan dengan Pertalite (RON90)

https://www.aturduit.com/articles/harga-bbm-terkini/ )

Di beberapa negara standar satuan oktan ini bisa berbeda. Di Indonesia menggunakan RON (Research Octane Number), sedangkan di negara seperti Amerika misalnya, menggunakan AKI (Anti Knocking Index). Jadi jangan kaget kalau di sana ada oktan 87, itu artinya bukan RON87, tapi AKI87. Ditentukan dengan rumus berikut :

 

AKI = RON (Research Octane Number) + MON (Motor Octane Number) / 2. Misal AKI87 itu mungkin setara dengan BBM RON 92 di Indonesia.

https://www.eesi.org/papers/view/fact-sheet-a-brief-history-of-octane )

Pada mesin diesel, sebaliknya, yang diharapkan adalah auto ignition. Dan BBM diesel diukur dengan cetane number (CN). Karena itu meski berturbo, mesin diesel – yang beredar di Indonesia (seperti mesin truk dan bus berturbo, lalu Pajero, Fortuner, Innova misalnya) – cenderung tidak terlalu sensitif dengan kualitas BBM. Ya biarpun sebenarnya juga setelah mendapat banyak “penyesuaian”, dan yang jadi masalah di BBM diesel seringkali adalah kandungan sulfurnya, karena itu Diesel commonrail yang bertekanan tinggi sangatlah wajib menggunakan BBM kualitas baik.

Pertamina DEX merupakan BBM Diesel berstandar Euro 2 satu – satunya di Indonesia. Dan ke depannya akan ditingkatkan menjadi berstandar Euro 4. Sayangnya harga yang tinggi membuat beberapa orang jadi enggan mengisi Pertamina DEX. Bedakan dengan DEX Lite, DEX Lite itu grade nya masih di bawahnya.

https://mediaindonesia.com/read/detail/40055-pertamina-segera-uji-pasar-dex-lite )

Jadi, seberapa perlu ?

Perlu-perlu-nggak-perlu sih. Mesin bensin turbo pada mobil seperti Wuling Cortez Turbo dan Almaz, lalu Civic Turbo dan CR-V Turbo, dari pabrikannya masih diberi syarat minimum oktan 92. Tapi sekali lagi, namanya batas minimum, performanya juga minimum.

Honda mensyaratkan mesin turbonya untuk menggunakan BBM minimal oktan 92.

https://autonetmagz.com/benarkah-honda-civic-turbo-boleh-minum-premium-ini-jawaban-dan-penjelasannya/41193/tangki-bensin-honda-civic-turbo/ )

Maksudnya begini, sebagaimanapun pabrikan memberi syarat minimum, mesin turbocharged akan bekerja lebih baik ketika diberi BBM oktan tinggi. Seorang mantan service manager Honda dan mantan direksi dealer Honda – dua orang ahli otomotif yang saya kenal pun bilang “sayang mesin turbo diisi oktan 92, pertamax turbo kan ada karena mesin – mesin kayak gini makin banyak juga”.

Berdasarkan pengalaman pribadi, Honda mensyaratkan penggunaan oktan 92 itu artinya sudah sangat-sangat minimum, memang sih belum sampai taraf tarikannya jadi belet, tapi terasa sekali performanya “disesuaikan”. Ketika sekali saya pindahkan ke oktan 98, seakan kemampuan mesin aslinya dikeluarkan semua. Termasuk “ngangkat” nya waktu kondisi turbo belum spooling juga lebih mudah. Sejak saat itu, ya enggak pernah lagi balik ke oktan 92.

Nah, apalagi jika sudah di-tuning, mesin bensin turbo lebih wajib lagi menggunakan BBM bagus.

So, ya itu pilihan sih. Kalau memang untuk alasan ekonomis dan tidak butuh-butuh-amat performa maksimal, gunakan oktan BBM sesuai rekomendasi pabrik. Petunjuk ini mudah ditemukan di tutup tangki bensin dan buku manual mobil.

JANGAN pernah menggunakan di bawahnya. Kalian nggak tau seberapa tinggi tekanan di dalam ruang bakar itu dan kapabilitas ECU mobil untuk mentoleransi BBM jelek. Kalau terjadi apa – apa, jangan salahkan dealer jika menggugurkan garansi anda.

https://otodriver.com/article/view/euro-4-akan-ditetapkan-premium-dan-pertalite-akan-hilang/5o_EwghVG9cpx3XbSLww1hZ1OX-m0bxFN83pAzuQPSo

Mesin panas ?

Lah, nggak usah takut mesin jadi panas mah. Mesin mobil memang bekerja seperti itu. Panas yang kalian rasakan dari mesin itu artinya pelepasan panas dari mesin bekerja dengan baik. Selama level coolant dan indikator suhu tidak naik mah gak usah kuatir.

Indikator temperatur pada mobil, posisi normal adalah seperti pada gambar, sedikit di bawah 1/2. Selama temperatur ini normal ya nggak perlu dikuatirkan.

https://itstillruns.com/signs-overheating-car-6979833.html )

In fact, mesin modern sekarang yang semakin efisien justru dari luar terasa “panas”. Jangankan turbo, mesin SKYACTIV Mazda yang memiliki rasio kompresi tinggi juga dari luar terasa “panas”.

Mesin SKYACTIV Mazda juga terasa “panas” karena rasio kompresi tinggi.

Ini mobil lagian bukan motor Harley yang panas mesinnya kerasa langsung di kaki.

 

 

 

 

 

 

 

 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *