Apakah Perlu Servis Mobil kalau Mobil Jarang Dipakai ?

Merawat mobil sudah seharusnya menjadi kewajiban setiap pemiliknya. Tidak hanya mampu beli saja, tapi mampu ngerawat juga penting. Bahkan ATPM sekarang memberikan sekian banyak kemudahan seperti pick-up service sampai program “bayar di depan” – baik sebagai tambahan harga maupun sudah dimasukkan ke OTR mobilnya dengan embel – embel “servis gratis hingga xxx bulan / KM” (no such thing as servis gratis lah, situ udah bayar tapi gak ngerti aja). Selain kemudahan waktu, juga kemudahan biaya.

Mitsubishi menggratiskan biaya servis untuk para pembeli Xpander dengan judul “Paket SMART” 

https://www.mitsubishi-motors.co.id/news-events/keuntungan-dari-paket-smart-untuk-kendaraan-mitsubishi)

Interval servis tiap pabrikan dan jenis mobil akan selalu berbeda, item pengecekan pun tidak semuanya standar. Semua itu tertera di buku servis yang diberikan, diberi jarak servis sekian bulan atau kilometer. Yang paling umum adalah 12 bulan / 10.000 KM. Tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

Masalahnya meski sudah diberi himbauan pun tetap saja masih tawar-menawar. “Oh, mobilnya jarang dipake kok, gak usah servis juga gapapa”.

Servis Rutin, buat Apa ?

Perlu diketahui bahwa servis berkala itu tidak hanya mengenai gonta ganti ini itu. Setiap pabrikan memberikan item pengecekan dan interval tertentu itu ada alasannya.

Alasan utama dan terutama kita perlu servis rutin adalah preventif.

Maksudnya begini, mobil itu punya jutaan komponen yang bekerja di luar kesadaran kita. Di dalam mesin sendiri ada buanyak sekali komponen, belum transmisi, suspensi, gardan, elektrikal. Semua bekerja untuk menjaga mobil tetap aman dan nyaman. Tapi jika salah satunya tidak bekerja normal, kejadian amsiong di jalan juga nggak terelakkan. Misal tiba-tiba mobil gak mau di starter, atau tiba-tiba kap mesin berasap dan ternyata motor fan gak nyala terus overheat.

Di dalam buku service mobil ada item – item yang harus diperiksa dan diganti secara berkala

http://honda-bsd.com/2016/03/07/garansi-mobil-honda/ )

Ada kaitannya dengan servis ? Ada. Item – item ini akan selalu dicek saat servis dan kalaupun udah servis rutin tapi amsiong di jalan, recordnya tersimpan di bengkel resmi dan memudahkan untuk mencari sebab-musabab nya. Termasuk jika mekanik nya yang ternyata teledor tidak ngecek.

Saat servis rutin idealnya juga menambah cairan – cairan seperti air wiper, air radiator, termasuk tekanan angin ban serep, yang saya yakin, pasti terlewat saat mengisi angin di SPBU atau di mamang – mamang tambal ban. Di work order (WO) bengkel resmi, idealnya semua “temuan” saat pengecekan akan dicatat dan diinformasikan ke konsumen.

Ban serep yang terkadang luput dari perhatian. Tekanan wajar untuk ban serep adalah 45 psi jika ukuran normal, sedangkan space saver seperti pada gambar mesti lebih tinggi lagi sekitar 60 – 65 psi.

https://tyres.cardekho.com/news/how-space-saver-tyres-are-different-from-the-usual-spare-tyres-advantages-and-disadvantages/ )

Kedua, garansi.

Servis sendiri sebenarnya tidak wajib di bengkel resmi, tetapi bengkel resmi dianggap lebih aman karena jaminan garansi dari pabrikan selalu mensyaratkan mobil untuk diservis ke bengkel resmi. Ya itu, kalau misal amsiong di jalan dan record servis lengkap, penanganan dari ATPM akan lebih mudah, termasuk mendapatkan garansi juga tidak dipersulit.

Merek Tiongkok, DFSK, adalah yang memiliki garansi terpanjang di Indonesia

https://carvaganza.com/dfsk-glory-580-dapat-garansi-7-tahun-apa-saja-yang-dijamin/ )

Ya kecuali anda sudah masa bodo dengan garansi sih, cuekin aja. Karena claimnya juga nggak selalu mudah. Terkadang servis di luaran juga nggak selalu lebih buruk.

Ketiga, memudahkan ketika dijual kembali.

Sadar atau enggak mobil dengan record servis lengkap akan selalu mudah dijual kembali. Karena pembeli jadi tau dimana dan bagaimana kondisi mobil tersebut. Buku servis adalah “contekan” paling jelas tentang riwayat perawatan sebuah mobil, dan yang berhak mengisi buku servis memang adalah pihak dealer. Sehingga tidak mungkin kita servis di luar tapi buku servis diisi.

Buku Servis adalah item penting untuk memantau riwayat perawatan mobil 

http://www.tribunnews.com/otomotif/2018/05/06/alasan-kuat-pentingnya-buku-service-saat-jual-mobil )

Kalau servis di luaran ? Gampang aja, simpan semua tagihan servis dijadikan 1 di dalam buku servis. Supaya pemilik selanjutnya mengerti riwayat dari mobil tersebut.

Sekarang pertanyaannya, ikut Interval yang Mana ?

“Mana yang tercapai lebih dahulu”

Tetapi ada beberapa kondisi dimana kilometer mobil terlalu rendah, sementara bulannya nambah terus. Misal sudah servis keempat tapi odometer baru jalan 10.000 KM. Ini jelas terlalu rendah dan ada banyak item yang kondisinya masih as good as new. Sehingga patut dicurigai apabila bengkel resmi menyarankan ganti padahal mobilnya jarang keluar.

Idealnya, kalau mobil dengan odometer rendah, yang diganti adalah cairan – cairan. Oli mesin, oli transmisi, gardan, cairan rem, cairan radiator. Karena apa ? Karena cairan – cairan pada mobil itu bersifat kimia dan ada umurnya. Semakin lama mengendap kualitasnya akan terdegradasi dan rawan terkontaminasi. Jika lama tidak diganti, expect the worst to happen. Jangan lupa, saat macet pun mesin mobil juga bekerja. Nah bisa dibayangkan walau kilometer rendah tapi rute sehari – hari stop and go, kan beban mesinnya tetap berat, yang otomatis juga berpengaruh ke kinerja oli – oli. Beberapa bengkel resmi juga tetap menyarankan penggantian oli mesin tiap 5.000 km / 6 bulan sekali walau interval servis tiap 12 bulan. Dikarenakan beban mesin yang berat di Indonesia akibat cuaca dan lalu lintas.

Honda menyarankan penggunanya untuk melakukan perawatan setiap 6 bulan sekali 

https://www.honda-indonesia.com/honda-service )

Sedangkan komponen seperti kampas rem jelas belum memerlukan penggantian karena jarang pakai, paling pengecekan dan penambahan grease / pelumas saja, mungkin juga pengencangan baut – bautnya. Saringan udara juga pastinya masih cukup bagus jika mobil jarang keluar rumah. Benda – benda ini relatif panjang umurnya.

Kampas rem atau brake pad merupakan komponen yang bergesekan, karena itu jika mobil jarang dipakai komponen ini pastinya masih relatif bagus. 

https://www.wowwoodys.com/how-do-you-know-it-s-time-to-replace-your-brake-pads/ )

Accu / Baterai juga merupakan komponen yang wajib diperiksa dan diganti rutin. Ini yang sering terjadi ketika mesin jarang “dipanasi”, voltase baterai bisa drop dan kita kenal istilah “aki tekor” akibat mobil lama nggak dipakai. Repotnya, accu itu bukan benda mekanis sehingga gejalanya seringkali tidak terdeteksi dari lama, bisa tau-tau mampus aja gitu. Sering kok kejadian tiba – tiba mobil gak bisa di starter, padahal waktu berangkat masih aman. Karena itu penting untuk diperiksa secara berkala.

Pemeriksaan accu / baterai merupakan prosedur penting. Karena bisa saja mobil tiba – tiba tidak mau di starter akibat baterai yang ngedrop.

https://www.vehicleservicepros.com/vehicles/on-the-vehicle/electrical-systems/article/12243757/tech-tip-the-top-three-battery-testing-technical-questions-solved )

Dalam kasus terburuknya, berisiko merusak komponen lain. Sistem starter misalnya, karena sistem ini yang membutuhkan daya paling besar. Pernah sekali kejadian di mobil adik saya sensor starter nya harus ganti karena accu nya drop. Item pemeriksaan di bengkel resmi meliputi aki baik voltase statis, cold cranking ampere (CCA) atau voltase starter, dan voltase pada saat beroperasi full load (lampu – lampu, AC dan audio menyala).

Jadi servis perlu dilakukan secara berkala, meski mobil jarang dipakai. Mungkin ganti oli untuk mobil yang jarang dipakai bisa 1 tahun sekali, tetapi ada baiknya tetap sempatkan mampir ke bengkel setiap 3 bulan atau 6 bulan untuk melakukan pemeriksaan – pemeriksaan kecil.

Tetapi….

Ya sayangnya meski namanya “resmi”, bengkel resmi tidak selalu memiliki SOP kerja yang sama. Meski sudah ada standar operasional dari ATPM, tetap saja ada oknum – oknum yang entah lupa, atau teledor, tidak melakukan semua item pengecekan. Sehingga pada akhirnya konsumen yang dirugikan. Pernah kejadian beberapa hari seusai servis, mobil seorang rekan kerja saya malah overheat karena fan nya mati. Setelah dicek, ternyata air radiator di tangki cadangan juga kosong.

Overheating adalah masalah serius yang bisa menyebabkan kerusakan mekanikal pada mesin, karena itu penting untuk memeriksa air pendingin secara rutin

https://www.news24.com/SouthAfrica/Local/South-Coast-Fever/What-to-do-when-your-car-overheats-20151007 )

Atau lebih parahnya, menyarankan penggantian item yang belum diperlukan, dan menambahkan item – item “ajaib” yang tidak perlu ke dalam service bill.

Kita tak mungkin menghindari oknum – oknum seperti ini, tapi sebagai konsumen kita mesti cermat. Menengok kap mesin seminggu sekali, memeriksa cairan – cairan, memeriksa tekanan ban setiap mampir ke SPBU, dan mampir ke toko aki untuk melakukan pemeriksaan berkala bukan sesuatu yang sulit bukan ? Termasuk memeriksa tagihan servis supaya tidak asal terima dan bayar – kecuali kebanyakan uang.

Mengawasi pekerjaan mekanik dan tanya – tanya juga ada baiknya supaya kita tau persis mobil kita diapain. Beberapa bengkel resmi melarang konsumen memasuki area bengkel dengan alasan keamanan dan supaya tidak mengganggu kerja mekanik, tetapi aturan ini sepertinya sudah tidak se-strict dulu. Nyaris semua bengkel resmi yang saya datangi mengizinkan konsumen masuk ke area bengkel, walaupun beberapa juga tidak mengizinkan berlama – lama atau harus ngomong dulu ke Service Advisor. Saya sendiri tipikal orang yang  tidak betah nganggur di ruang tunggu dan sering bolak – balik mengawasi pekerjaan di bengkel saat servis.

 

 

 

 

 

 

 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *